<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682</id><updated>2012-02-15T22:52:15.426-08:00</updated><category term='Cloud-Zack'/><category term='FF VII fanfic'/><category term='Angeal-Zack'/><category term='Final Fantasy fanfic'/><category term='Genesis-Angeal'/><category term='Authoress'/><category term='comic'/><category term='Yaoi'/><category term='Cloud-Tifa'/><category term='CrossOver'/><category term='Hollander'/><category term='Crisis core fanfic'/><category term='Reno'/><category term='OC'/><category term='Sephiroth-Genesis'/><title type='text'>Crisis Core Fanfic</title><subtitle type='html'>Fanfic for Final Fantasy VII - Crisis Core</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-4038341578141283541</id><published>2009-05-05T21:55:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T18:02:37.785-07:00</updated><title type='text'>Pengantar</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;

&lt;p style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sepatah kata dari Authoress &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Website ini kubuat untuk memuat fanfic-fanfic Final Fantasy VII (Crisis Core) baik yang "one-shot" maupun "Series". Ada daftar isi di sebelah kiri, jadi kalian bisa memilih dengan mudah mana yang ingin dibaca.&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Aku sendiri belum pernah secara langsung main "Crisis Core" ...xD.&lt;/span&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kalau kalian ingin tahu lebih banyak tentang alur cerita Crisis Core yang asli, kalian bisa mengecek "Silenttweak" (bukan website saia) untuk memperoleh keterangan ttg Crisis Core ataupun menikmati FMV-nya. Ada link-nya di list di kiri. Silakan diperiksa.. ^^&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kembali tentang fanfic saia, genre dan rating di fanfic saia ini berbeda-beda, dan rasanya untuk sementara ini per-judul tidak berhubungan/berlanjutan. Jika kelak ada yang berhubungan/berlanjutan, saia akan memberi keterangan.&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sekilas tentang tokoh-tokoh Crisis Core yang saia ambil untuk penulisan Fanfic ini. &lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Karena Final Fantasy VII bukanlah sebuah "movie" maka tidak ada bentuk jelas karakter setiap tokoh dan masing-masing orang mendapat bayangan yang berbeda mengenai kepribadian per-tokoh...   Yang paling aku sukai dalam Final Fantasy VII adalah Cloud &amp;amp; Genesis, tapi aku membenci Pairing Shounen-Ai/Yaoi Cloud-Genesis... &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Cloud dan Genesis memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Aku menangkap kepribadian Genesis sebagai seseorang yang "naive", "impulsive", sedikit ambisus, "menuruti perasaan", dan "emotional". Maka karakter seperti itulah yang muncul dalam penulisan fanfic disini. Tokoh Cloud adalah orang yang pendiam, agak dingin, tetapi sebenarnya dia memiliki perasaan yang cukup peka. Zack adalah orang yang periang dan tabah. Angeal adalah "the peace-maker" dan bijak. Sephiroth (before madness) adalah orang yang sangat pendiam, setia kawan, tetapi memiliki kepribadian yang kaku.&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kalau kalian bingung kenapa saya jarang mengangkat tokoh "female" dari Final Fantasy VII, well.. saya sendiri juga bingung xD.. &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Saya bukan "Yaoi-mania" dan saya menyukai Aerith &amp;amp; Tifa. &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mungkin hanya karena sekedar "keinginan sementara" semata yang membuat saya menulis lebih banyak tentang tokoh pria-nya daripada wanita, dan nanti cepat-lambat saya pun juga akan lebih banyak lagi menulis tentang tokoh "wanita". &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Maafkan untuk otak sinting Authoress ini... Ada beberapa cerita yang berkesan "aneh" -.- bahkan sebagian besar menuju ke "Shounen-ai" meskipun belum tergolong "Yaoi" (dan belum tergolong "lemon" sama sekali)... Penulisan gaya "Shounen-ai" dari Authoress sudah dianut oleh Authoress bertahun-tahun lalu, bisa dilihat dari karangan asli Authoress yang berjudul "Paradise" (cari di link di kiri)... Dan gaya "Shounen-ai" yang dianut Authoress bukanlah semacam "homosexual" atau "gay" tetapi lebih condong kepada "genderless", dengan kata lain Authoress menganut paham bahwa "cinta" dan "kasih sayang" tidak ada yang tabu, setiap orang bisa merasakan Cinta yang "murni" kepada sesama jenisnya sendiri seolah tidak ada perbedaan gender... Cinta itu tidak berarti sekedar hubungan "antar-kekasih" tetapi juga "Saling melengkapi" Sebagai "Sahabat" dan "Saudara"... Authoress juga tidak memberikan batasan jelas "Seme-Uke" dalam "Shounen-ai" yang kuanut, karena menurut Authoress semuanya sejajar; bahkan karena tokohnya pria maka lebih condong ingin menjadi "Seme"... Pertama kali ide ini dianut oleh Authoress adalah sejak pertama kali Authoress membaca "RgVeda" by Clamp (Raja Ashura-Yasha, Kendappa-ō - Souma)... Ashura dikatakan "genderless" dan cinta antara Yasha-Ashura tidak mirip cinta "kekasih" tapi juga tidak bisa dibilang bukan seperti cinta antar "kekasih"...&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Terima kasih karena kalian telah mengunjungi website saia.&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Selamat membaca. &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Bagi kalian yang ingin memasukkan link menuju website ini di website kalian, silakan saja melakukannya. Saia tidak keberatan. Tetapi saia tidak bisa memasukkan link menuju website kalian di website saia ini JIKA website kalian bukan tentang Final Fantasy VII (any world). Tetapi JIKA website kalian adalah tentang Final Fantasy VII (any world) dan kalian ingin saia memasukkan link menuju webs kalian ke dalam website saia, kalian boleh mengontak saia via &lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.fanfiction.net/u/1885772/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fanfic.Net (Send Message).&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Arigatou. &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/p&gt;


&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tau nggak, setelah aku menyelesaikan banyak fanfic, tiba-tiba ada yg blg padaku kalau dlm One Winged Angels; Genesis lebih tua dari Sephy *Sweatdrops* ....Terpaksa fanfic-fanfic saya direvisi pelan-pelan *Grrr*.... Seandainya ada yang belum sempat direvisi, maafkan yah. Jadi tuh yang sebenarnya umurnya plg tua Gen, lalu Angeal (?) dan terakhir Seph(?), begitu ? *Sweatdrops* Selama ini aku mengira dalam One-Winged-Angels urutannya adalah Seph-Gen-Ang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;




&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;


&lt;p&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SgTw5FmpQdI/AAAAAAAAAI4/NOvcXXqLKwY/s1600-h/ff73copydh9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 105px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SgTw5FmpQdI/AAAAAAAAAI4/NOvcXXqLKwY/s320/ff73copydh9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333652722260984274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-4038341578141283541?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/4038341578141283541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/pengantar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/4038341578141283541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/4038341578141283541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/pengantar.html' title='Pengantar'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SgTw5FmpQdI/AAAAAAAAAI4/NOvcXXqLKwY/s72-c/ff73copydh9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-8185860160774657859</id><published>2009-05-05T19:16:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T19:02:20.649-07:00</updated><title type='text'>About Me</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;About Authoress&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;


&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;She's female. She's living in Indonesia.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;She's Chinese-Indonesian. She's Catholic. &lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;She's not racialist, she's nice and sweet ^^ &lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;She's legal (age). &lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;She's somewhere on Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;


&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;She loves dogs, cats, birds, and any fluffy animals.&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;She hates ants, scorpions, bugs.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;Her favorite anime/game characters :&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;1. Genesis Rhapsodos   [FFVII-Crisis Core]&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;2. Cloud Strife                [FFVII- better in Advent Children]&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;3. Zack Fair                    [FFVII-Crisis Core/Advent Children]&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;4. Sephiroth                   [FFVII-Crisis Core/Advent Children]&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;5. Angeal Hewley          [FFVII-Crisis Core]&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;6. Aerith Gainsborough[FFVII-Crisis Core/Advent Children]&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;7. Tifa Lockhart             [FFVII- better in Advent Children]&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;A little Secret about her fave charas : &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;"I CAN read any smut-Yaoi/smut-Shonen-ai fanfics about Genesis Rhapsodos but I do not like any smut-Yaoi about Cloud (A little Shonen-ai will be ok as long as he goes with Zack), ALTHOUGH I like Genesis a little more than Cloud."&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;"Also, I hate pairing Genesis-x-Cloud"   -.-&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;"Make it Clack (Cloud-x-Zack), and Gen-x-Seph or Gen-x-Angeal or Gen-x-AnyoneYouwant, but not Cloud-x-Gen please....." :D :D :D&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;"Wait, also NOT Cloud-x-Sephiroth, omg.. lol that makes Seph sounds like a pedo. The only one guy for Cloud if you're gonna make Cloud being boy-on-boy is just Zack !!" :3&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;"Oh, forgot to tell. One thing I don't like about Genesis yaoi is (pake bhs indo ya ngejelasinnya) berhubungan dengan pregnancy. For the sake of Gaia! Genesis kan cowok, masa aku pernah baca fanfic dlm bhs inggris kalo gen hamil (sbg cowok) stlh lemon ama seph. (bukan cuma satu lho...) parah bo."&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;




&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Anime/Game Chara she dislike most :&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1. Prof. Hollander&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2. Prof. Hojo&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3. Yuffie Kisaragi&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4. Vincent Valentine&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;5. Lucrecia Crescent&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;6. Rufus Shinra&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;7. Barret, Cait sith/ Red XIII, Cid&lt;/span&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SgTw5FmpQdI/AAAAAAAAAI4/NOvcXXqLKwY/s1600-h/ff73copydh9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 105px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SgTw5FmpQdI/AAAAAAAAAI4/NOvcXXqLKwY/s320/ff73copydh9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333652722260984274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-8185860160774657859?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/8185860160774657859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/about-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/8185860160774657859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/8185860160774657859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/about-me.html' title='About Me'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SgTw5FmpQdI/AAAAAAAAAI4/NOvcXXqLKwY/s72-c/ff73copydh9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-911129254375175093</id><published>2009-05-04T19:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T00:52:15.776-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Authoress'/><title type='text'>Sekedar Ngobrol</title><content type='html'>&lt;p&gt;Hai&lt;/P&gt; &lt;p&gt;&lt;/P&gt;


Makasih ya udah datang ke website ini -.-&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

Hehehe.. makasssiiihhh &amp;lt;3&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

Nah, aku mo ngomongin karakter dari FF VII kita tercinta.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;


&lt;p&gt;&lt;/P&gt;&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

Pertama-tama, baru-baru ini aku KAGET lhooo ternyata ada yang bilang Seph lebih muda dari Gen. Hyaaa... selama ini dalam setiap tulisanku (dan menurutku) Seph lebih tua. Aku tahu bahwa mereka bertiga seumur, tapi maksudku lebih tua bulan. Kalo Genesis-Angeal sudah jelas kan bahwa Genesis lebih tua dari Angeal. Kalo ngga salah ada di alur cerita CC yang asli dimana Hollander mengatakan itu TIDAK secara langsung.
Nah, karena aku menganggap Seph lebih tua (satu atau bbrp bln) dari Gen dan Gen lebih tua (satu atau bbrp bln) dari Angeal, setting itulah yg gua pake. Soalnya ini fanfic gua. Hyahahaha.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

*Sephiroth : "Does it really matter about who's older between me and Genesis ?*&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
*Sweatdrops*&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

&lt;/p&gt;&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tau nggak, setelah aku menyelesaikan banyak fanfic, tiba-tiba ada yg blg padaku kalau Genesis lebih tua dari Sephy *Sweatdrops* ....Terpaksa fanfic-fanfic saya direvisi pelan-pelan *Grrr*.... Seandainya ada yang belum sempat direvisi, maafkan yah. Jadi tuh yang sebenarnya umurnya plg tua Gen, lalu Angeal (?) dan terakhir Seph(?), begitu ?  *Sweatdrops*
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;

Terus, mengenai umur Zack &amp;amp; Cloud. Katanya Zack dan Cloud cuma beda 1 tahun. Tapi nggak nyambung; gitu lhooooo. Coba aja pikir. Di permulaan Crisis Core, umur Zack 16. Pengakhiran Crisis Core (waktu Zack mati) umurnya 23. Lihat waktu Zack mati dan tampang Cloud disitu. Bedanya jauh kan ? Sedangkan pernah ditegaskan di Wiki Final Fantasy atau dimanalah gue lupa (pokoknya di website official) bahwa Zack &amp;amp; Cloud menghabiskan waktu 4 tahun dikurung sama Hojo-gila.
Di Wiki dibilang waktu permulaan Final Fantasy VII versi pertama (yang di Playstation 1 itu lho), umur Cloud = 21. Dan di permulaan Crisis Core umur Cloud = 16.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
Coba aja itung, kira-kira gimana.. Hyahaha.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

Menurutku, umur Cloud di permulaan kemunculannya di Crisis Core adalah 16, Lalu dia dikurung Hojo selama 4 tahun, jadi 16+4 = 20.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
20 itu waktu dia melihat Zack mati. Dan Zack mati umur 23.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
Makanya, menurut gue mereka bedanya 3 tahun.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
Lalu dari umur 20 itu kan Cloud mulai mengalami krisis jati diri, bawa-bawa Buster Sword dan mulai menyerap ingatan Zack, itu berlangsung 1 tahun. Pas kan, jadi di permulaan game FF VII lama yg di PS-1 itu umur Cloud 21.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

*Sarap yah saia*&lt;p&gt;&lt;/P&gt;



Lalu mengenai perbedaan umur Angeal dan Zack.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
Aku tahu Angeal umur 25, tapi masalahnya nggak dikasih tau umur 25 itu di bagian mana-nya dari cerita Crisis Core yang ceritanya berlangsung selama 7 tahun itu.
Ada yg blg kalo Angeal (dan Gen dan Seph) berumur 25 di permulaan Crisis Core, jadi beda umurnya dengan Zack adalah 9 tahun (waakkk... tua amat?!).&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
Kalo gitu waktu ending Genesis umur Genesis udah 32 tahun dong ??&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
Yang gue tau, waktu permulaan game Final Fantasy VII lama yang di Playstation-1  itu umur Seph sekitar 30-an. Nyambung, sih.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
Tapi kayaknya ketuaan yaaaaaa *Sweatdrops lagi*&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

Jadi gue anggap aja umur mereka 25 itu waktu kematian Sephiroth di Nibelheim.
Soo... dari itungan gue (matematika gue jelek, sori); beda umur Angeal ke Zack adalah 6 tahun.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
Ngerti nggak ? Enggak ? Bagus.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;
*Pembaca Sweatdrops*&lt;p&gt;&lt;/P&gt;




Nah, itu aja dulu. Sori yah otak gue lagi error.&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

&lt;p&gt;&lt;/P&gt;

Makasih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-911129254375175093?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/911129254375175093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/sekedar-ngobrol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/911129254375175093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/911129254375175093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/sekedar-ngobrol.html' title='Sekedar Ngobrol'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-2875434432948626354</id><published>2009-05-01T22:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T23:20:07.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OC'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><title type='text'>Seph x OC</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;My Sweet Nurse&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Disclaimer : Kagak perlu yah.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;OC : Heaven !!!!! (OC kesayanganku dari cerita buatanku sendiri). Tapi berbeda dengan tokoh “Heaven” yang asli from my original story, Heaven yang ini memiliki sifat berbeda dan merupakan seorang Yokai. Rambutnya juga kubuat berwarna coklat, berbeda dengan Heaven yang sebenarnya di cerita asliku.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Rate : T buat jaga2. Genre : Romance/Horror.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Charas : Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Summary : Kok bisa ya gue bikin fic gaje pake OC begini. Kayaknya gw ketularan seseorang…… *Sweatdrops*&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menatap punggung gadis itu. Gadis itu masih membelakanginya, mengerjakan sesuatu; seperti menyiapkan cairan entah apa. Sephiroth masih bisa mencium wangi melati dari tubuh gadis itu dalam jarak segini, menatap rambut coklat panjang ikal yang tergelung berantakan seadanya. Kemudian pandangan sang General turun pada rok putih yang dikenakan gadis itu, rok-nya tidak terlalu panjang; di atas lutut; lalu tatapan Sephiroth jatuh pada sepasang betis putih jenjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau bisa melakukan ini ?” Sephiroth bertanya dengan setengah meremehkan. Gadis di depannya ini usianya paling tidak hanya dua puluh tiga tahun; lebih muda enam tahun dari sang General sendiri; dan jelas lebih muda jauh dari Hojo yang biasa menangani Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar pertanyaan Sephiroth si gadis membalikkan tubuh; “General.” Jawabnya dingin; “Kalau Anda tidak percaya Anda boleh keluar sekarang.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tidak bilang aku tidak percaya.” Sephiroth membalas tatapan bola mata biru-kelabu milik si gadis; “Miss---?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Heaven adalah namaku.” Jawab si gadis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ok, Miss Heaven.” Sahut Sephiroth, membaringkan kembali tubuhnya di dipan yang terasa dingin. Sepasang mata General ini masih menatap wajah Heaven yang cantik namun ada kesan misterius. Gadis itu adalah gadis paling cantik yang pernah dilihat sang General; jauh lebih cantik daripada semua gadis di Silver Elite; fanclub sialannya. Kulit Heaven begitu putih, seperti salju; kontras dengan rambutnya yang berwarna coklat dan bibirnya yang berwarna peach dan basah alami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth tidak tahu apa yang membuatnya datang ke labolatorium gadis ini. Dia tidak pernah melihat labolatorium ini sebelumnya di Midgar. Lalu ketika dia sedang berjalan-jalan di Midgar kondisi tubuhnya kurang sehat, dan entah bagaimana dia sampai ke depan pintu labolatorium milik Heaven; yang sebelumnya sepertinya tidak pernah ada disitu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang General tahu bahwa dia seharusnya pulang ke Hojo untuk memeriksakan diri. Tidak ada yang pernah menanganinya selain Hojo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa gadis di depannya ini mengerti tentang reaksi Mako dalam darahnya ? Bagaimana kalau kondisinya semakin parah ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau pernah menangani seorang SOLDIER ?” Sephiroth bertanya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Heaven menghentikan gerakannya yang tengah menyiapkan jarum suntik. Dia menghampiri Sephiroth dan membalas tatapan mata sang General.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku. Belum. Pernah. Menangani. SOLDIER.” Sahut gadis itu dengan nada sangat dingin serta kaku; “Tapi aku tahu mengenai SOLDIER, Mako, dan segala macamnya. Kalau Anda memang tidak percaya padaku, Sir, silakan keluar.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kurasa aku memilih tetap disini.” Jawab Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka tanpa banyak bicara si gadis pun bekerja. Dia memegang pergelangan tangan kiri Sephiroth dengan tangan kirinya sendiri sambil memerintahkan; “Pejamkan matamu !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth memejamkan matanya. Dia tidak bisa melihat gadis itu dengan mata terpejam, tapi dia bisa merasakannya. Ada hawa sangat dingin datang dari tempat dimana gadis itu berdiri; di sebelah dipannya. Tangan dingin gadis itu mencengkeram pergelangan tangannya. Lalu tidak lama sesuatu menusuk di lengannya. Dia tahu itu jarum suntik. Gadis itu sedang menyuntiknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah cairan apa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah obat apa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah akan bereaksi bagaimana dengan Mako dalam tubuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi dia tidak bisa melawan. Hawa dingin yang aneh seperti membelit tubuhnya dan membuat tulangnya terasa lemas serta ototnya menjadi kaku. Tusukan jarum di lengan kirinya terasa pedih. Suatu cairan di dorong masuk oleh jarum suntik ke dalam darahnya. Entah kenapa dia bisa merasakan cairan itu bergerak masuk, kemudian merayapi pembuluh-pembuluh darahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian muncul sensasi yang lain. Dia merasa rileks. Dia merasa nyaman. Dia tidak bisa membuka matanya atau bergerak atau pun bersuara, tetapi ada perasaan rileks dan nyaman. Dirasakannya tangan dingin gadis itu sekarang bergerak di dadanya; membelai dadanya. Dingin dan lembut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu dia merasa tangan itu menjauh. Tetapi tidak lama kemudian ada sesuatu yang dingin mengenai dadanya. Sephiroth mencium aroma melati yang sangat kuat dan merasakan gesekan rambut di dadanya. Heaven sedang membaringkan kepala di dada Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah ini perlu ? Sang General bertanya dalam hati; Apakah dia sedang mengecek detak jantungku, atau---??&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anehnya Sephiroth tidak merasa keberatan, seperti ada sihir menguasainya. Dia masih tidak bisa bicara, membuka mata, ataupun bergerak. Lalu dirasakannya gerakan Heaven mengangkat kepala dan mendekatkan wajah ke wajahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth bisa merasakan nafas yang dingin. Sangat dingin. Terlalu dingin……&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia merasa bibirnya membeku. Dia merasa hawa dingin masuk lewat lubang hidungnya; mengalir ke otaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“General…..” Bisik suara Heaven; “Bagaimana kalau kau ikut denganku….?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth tidak bisa menjawab, tetapi dia berbicara dalam hati; “Kemana ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah bagaimana, sepertinya Heaven mendengar suara hati Sephiroth. Gadis itu menjawab lagi, tapi apakah memang benar gadis itu berbicara ataukah hanya dalam pikiran Sephiroth saja dan sebenarnya dia tidak mendengar apa-apa ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ke tempatku, General.” Suara gadis itu terdengar menjawab dengan merdunya, entah nyata atau tidak; “Kau sangat kuat, menarik, tampan, dan aku menyukaimu. Aku menginginkanmu. Maukah kau ikut ke tempatku ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dan dimanakah tempatmu ?” Tanya sang General dalam batinnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jauh dari sini, Sir.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apakah bersama ibuku ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar pertanyaan terakhir sang General, Heaven tertawa kecil. Tawa yang dingin tapi sangat merdu. Sepertinya tidak nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Anda sangat merindukan orang tua Anda, Sir.” Gadis itu menjawab setelah tawanya selesai; “Tidak, tidak bersama ibu Anda, Sir.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hening sejenak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bagaimana kalau kau yang ikut aku ?” Akhirnya Sephiroth bertanya lagi; masih dalam batinnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tidak bisa.” Jawab suara Heaven.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekali lagi hening. Entah kenapa akhirnya Sephiroth merasa bahwa gadis yang berbicara kepadanya itu bukan manusia. Demi Gaia, gadis itu adalah siluman. Tapi sang General tidak merasa takut sedikit pun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau bukan manusia.” Ucap batin Sephiroth; “Tapi aku tidak keberatan. Meski begitu, aku tidak bisa ikut denganmu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Darimana Anda tahu aku bukan manusia ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saat kau menjawab tidak bisa ikut ke tempatku. Karena kita berada dalam dua dunia dan sesuatu membatasimu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Anda memang pintar.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekali lagi hening.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tidak bisa ikut denganmu.” Lanjut Sephiroth dalam batinnya; “Masih banyak tugas yang harus kukerjakan. Masih banyak hal yang harus kulakukan di dunia ini.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Meskipun itu berarti kau akan menderita ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa maksudmu ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kehidupan adalah penderitaan. Semakin banyak tugas yang dipikul seseorang itu berarti bahwa hatinya semakin tertekan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mungkin memang begitu, tapi aku memilih tetap menjalani hidupku dan melaksanakan semua tugasku.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keheningan kembali merajai. Agak lama, lebih lama dari sebelumnya. Kemudian hawa dingin yang tadi bergerak menuju otak Sephiroth mendadak terhenti dan sirna. Hawa dingin yang tadi mengaliri pembuluh darahnya juga mencair. Dia merasa sedikit hangat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia merasa kembali berada di alam nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Buka matamu, General.” Perintah Heaven. Kali ini terdengar nyata, sangat nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth membuka matanya. Tidak ada apa pun yang terjadi. Heaven masih tampak normal seperti sebelumnya. Sephiroth masih berbaring di dipan. Jarum suntik masih berada di tangan Heaven, cairannya sudah habis; berarti obat sudah disuntikkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah bagaimana Sephiroth merasa jauh lebih sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia bangun, menegakkan punggungnya dan duduk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sudah selesai.” Ucap Heaven; “Kau boleh pergi sekarang.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth turun dari dipan. Ada satu pertanyaan di hatinya tapi dia tahu bahwa itu tidak boleh ditanyakan. Dia hendak bertanya akankah dia melihat gadis ini lagi. Namun entah kenapa sepertinya ucapan itu terlarang. Dia tidak boleh merindukan siluman. Jika tidak, maka dia akan diseret ikut ke dunia yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih.” Sahut Sephiroth, lalu keluar dari ruangan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah dia kembali ke jalanan di Midgar di malam hari yang bersalju dan melangkah menjauh, labolatorium yang tadi ditinggalkannya pun lenyap. Butir-butir salju turun dari langit; membentuk pusaran kecil di lokasi bekas labolatorium, dan seorang wanita berdiri disitu. Wanita itu tidak terlihat oleh mata manusia biasa. Dia hanya terlihat oleh orang yang dia inginkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yuki-Onna.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;The End&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;Authoress : &lt;i&gt;Kalo ada yang ngga tau apa itu Yuki-Onna, tolong di-gogle aja yah. "Heaven" adalah milik saia, tapi "Yuki-Onna" bukan&lt;/i&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yuki-Onna, untuk singkatnya; adalah wanita salju alias setan alias siluman dalam kepercayaan Shinto-Jepang. Yuki-Onna suka mengajak pria yang disukainya ke gunung dengan membekukannya&lt;/span&gt;. ^_^&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;*Sephiroth : "Bagus deh. Untuk pertama kalinya saya dijodohin sama orang lain di fanfic ini selain sama si &lt;span style="font-size:85%;"&gt;%#&amp;amp;* (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;insert swearing here&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;Genesis."&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;*(Sweatdrops)&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;*Authoress : "Kamu kujodohin ama setan, tau ?!"&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;*Sephiroth : "Lebih mending daripada sama Genesis, &lt;em&gt;dammit &lt;/em&gt;!"&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;*(Sweatdrops lagi).....&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-2875434432948626354?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/2875434432948626354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/seph-x-oc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/2875434432948626354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/2875434432948626354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/seph-x-oc.html' title='Seph x OC'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-193818273927689311</id><published>2009-05-01T21:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T22:01:10.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sephiroth-Genesis'/><title type='text'>Reason To Hate You</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;(Another) Reason To Hate You&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Genre : Friendship/Hurt-Comfort&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Charas : Sephiroth, Genesis, Angeal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setting : Somewhere in the past; Shinra&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rating : T buat jaga2&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Warning : Genesis' POV, Summary : &lt;a class="smallgray"&gt;Whatever you do, whatever you say; you just giving me another reason to hate you...&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku menatap pintu tertutup itu. Bahkan dari sini aku sudah bisa merasakan atmosfer yang menyesakkan. Aku sudah bisa merasakan tatapan mata orang yang berada di balik pintu itu. Aku sudah bisa membayangkan wajahnya, ekspresinya, gerak-geriknya yang selalu anggun.....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Tidak pernah sedikit pun dia bercela. Tidak pernah sedikit pun dia melakukan sebuah kesalahan. Begitu perfect. Manusia yang sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Aku tidak pernah melihat dia membuat kesalahan sedikit pun. Oh, aku ingin sekali melihatnya. Aku tidak pernah melihat dia tampil dengan buruk sekali pun. Aku tidak pernah melihat rambutnya yang panjang dan rapi menjadi kusut. Aku tidak pernah melihat dia menundukkan kepala. Aku tidak pernah melihat dia menitikkan airmata sedikit pun. Aku tidak pernah melihat pakaiannya kotor sedikit pun. Aku tidak pernah melihatnya tidak begitu bercahaya seperti yang selalu kulihat....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Dan aku sangat ingin melihat dia tidak bercahaya lagi. Aku sangat ingin melihatnya terhempas, kotor, kusut, dan menangis.....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Aku ingin melihat Sephiroth tidak bercahaya lagi, terhempas, jatuh, kotor, kusut, dan menangis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Aku menatap pintu itu. Semua bayangan tentang dirinya berkecamuk dalam batinku walaupun aku berusaha mengenyahkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Obsesi ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Apakah ini adalah obsesi ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Angeal selalu mengatakan itu padaku; "Berhentilah terlalu terobsesi dengan Seph, Genesis."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Tidak semudah itu, Sahabatku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Segala sesuatunya datang sendiri. Dia selalu muncul di benakku, walaupun - percayalah - aku berusaha mengenyahkannya. Aku berusaha mengusir bayangannya dari hatiku, aku berusaha melemparkan sosoknya keluar dari pikiranku. Tapi tidak bisa. Dia selalu ada di sekitarku, di depan mataku. Bagaimana aku bisa mengenyahkannya dari hatiku sedangkan sosoknya selalu berada di sekitarku ? Bagaimana aku bisa mengenyahkannya dari pikiranku kalau semua orang di sekitarku selalu menyebut-nyebut namanya ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Sephiroth the Hero. Sephi-&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Mendadak pintu di depanku terbuka. Aku tersentak dan mengangkat wajahku; menatap sosok yang sedang kupikirkan ini. Wajahnya, senyumnya yang congkak, tatapan matanya yang selalu meremehkan orang lain, kesinisannya yang tersembunyi.. namun aku jelas bisa menangkap kesinisan dalam senyumnya; di wajahnya; dalam pandangan matanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Yeah, aku bisa melihatnya dengan jelas. Angeal mungkin tidak menyadari bagaimana &lt;em&gt;kau &lt;/em&gt;memandang remeh aku dan Angeal, Seph. Tapi aku menyadarinya. Kita bertiga bersahabat, kita bertiga sering ditugaskan dalam satu misi bersama. Pertempuran demi pertempuran yang kita alami bersama dalam misi telah mendekatkan kita. Aku masih ingat, Seph, kita saling membantu di medan perang. Tapi yang dapat nama hanya kau. Yang paling dihargai oleh President Shinra dan oleh semua orang hanya kau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Semua orang tahu Sephiroth, tapi tidak semua orang tahu Angeal dan Genesis. Kau sangat terkenal. Kami tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "&lt;em&gt;Genesis&lt;/em&gt; ?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Oh." Aku menyadari kau sedang menatapku. Sepasang bola matamu yang berwarna hijau tampak begitu jernih. Begitu bening, tetapi menyimpan kegelapan dan misteri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Bagaimana mungkin seseorang bisa memiliki mata yang begitu indah ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kau menyilakanku masuk ke dalam ruanganmu. Aku melangkah masuk, dan kau menutup pintu di belakangku, membuat kita berdua terisolasi di dalam ruanganmu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Duduklah." Kau memerintahkanku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Memerintahku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kenapa ? Kita berdua sederajat. Kita berdua seumur. Aku bahkan lebih tua beberapa bulan darimu, Sephy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Jangan memerintahku. Walaupun hanya satu kata yang sederhana. Tetapi ketika itu datang darimu aku merasa bahwa perkataan itu penuh dengan nada kesombongan dan penghinaan. Kau menekankan nada bicaramu sehingga terdengar jelas seolah kau menganggap remeh aku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Tetapi aku bergerak ke kursi di depan mejamu dan duduk. Aku berusaha menjaga gerakanku agar seanggun dirimu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kau bergerak ke belakang mejamu dan duduk di kursimu. Aku masih melihat sepasang matamu masih menatapku. Kenapa kau menatapku, Sephy ? Apa yang kau lihat dariku ? Bagaimana menurutmu diriku ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Aku ingin membicarakan hal yang sangat pribadi." Kau akhirnya berkata; "Mungkin ini agak aneh, tapi aku merasa bahwa kita harus membicarakan hal ini. Kita tidak bisa begini terus dan pura-pura bahwa tidak ada apa-apa."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            &lt;em&gt;Apa maksudmu&lt;/em&gt; ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Apa maksudmu, Seph ?" Aku bertanya, berusaha menjaga agar nada suaraku tetap tenang dan tidak gemetar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Jangan tersenyum, Seph !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Jangan tersenyum ! Aku benci melihatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Senyum yang penuh percaya diri. Aku ingin sekali meruntuhkan kepercayaan dirimu itu. Aku ingin mengubah senyummu menjadi tangis......&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Aku ingin bertanya." Kau meneruskan dengan lambat-lambat. Kau sengaja menikmati ekspresiku yang terlihat suram; "Kenapa kau membenciku, Genesis ?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            &lt;em&gt;Apa&lt;/em&gt; ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Aku tidak membencimu !" Lidahku berdalih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kau menggeleng tanpa rasa bersalah; "Setiap kali dalam sesi latihan kau berusaha membunuhku." Sahutmu; "Dan setiap dalam rapat kau selalu menentangku, kau selalu berusaha menolak pendapatku, kau selalu keberatan akan pendapatku dan berusaha mempermalukanku. Awalnya aku menganggap kau memang benar-benar memiliki pendapat yang lebih baik dariku, tapi---"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Aku menentang pendapatmu dalam rapat memang karena aku memiliki ide lain yang lebih baik darimu !" Putusku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Tidak." Jawabmu; "Kau menentangku hanya karena kau ingin membuatku marah. Kau berusaha membuatku marah."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Dan aku terdiam sejenak. Demi Gaia ! Kenapa dia bisa sangat santai saat mengatakan itu ? Kenapa &lt;em&gt;kau&lt;/em&gt; bisa mengucapkan itu dengan tenang, Seph...?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Ayolah, Genesis." Kau meneruskan dengan lebih pelan; "Kita berdua adalah laki-laki dewasa dan---"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            &lt;em&gt;Kita berdua adalah laki-laki dewasa&lt;/em&gt;..... Sephiroth, kau selalu menganggapku anak kecil ! Kau senang mempermalukanku seperti ini, memancingku dengan perkataan-perkataan sialanmu ! Menganggap aku adalah bawahanmu yang harus dibimbing olehmu. Aku membencimu !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "---kita masing-masing tahu apa yang kita rasakan. Aku tidak ingin mendebatmu. Aku hanya ingin tahu alasanmu." Kau meneruskan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Alasan apa ?" Tanyaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Alasanmu membenciku." Kau menjawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            &lt;em&gt;Apa&lt;/em&gt; ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            &lt;em&gt;Apa telingaku tidak salah dengar&lt;/em&gt; ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kau bertanya padaku apa alasanku membencimu ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Saudaraku; Sahabatku; Teman Seperjuanganku. Kau sedang bertanya padaku apa alasanku membencimu ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Sephy, kau gila ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Aku membencimu sampai mati. Aku benci padamu. Aku benci dirimu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan aku tidak tahu kenapa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Mungkin karena kau begitu perfect. Mungkin karena kesempurnaanmu itulah yang membuatku membencimu. Mungkin kau begitu sempurna dan semua orang agaknya menyadari kesempurnaanmu. Bukan hanya aku yang menyadari kesempurnaamu, tapi semua orang. Dan itu membuatku membencimu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Tidak bisakah kau menyembunyikan segala kelebihanmu itu, Seph ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Tundukkan kepalamu, sehingga orang tidak melihat betapa cantiknya dirimu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Tidak bisakah kau tidak selalu tampil di depan dalam setiap rapat, berbicara dan membiarkan semua orang mengetahui betapa cerdasnya dirimu ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Tidak bisakah kau berhenti tersenyum seperti itu ? Senyum yang sinis dan angkuh. Senyum yang membuat semua orang ingin memilikimu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Termasuk aku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Pernahkah kau sadari itu ? Tidak ? Karena kau begitu terkurung dalam pikiran-pikiranmu sendiri. Kau terkurung dalam kebekuan hatimu. Matamu terlalu buta untuk bisa melihatnya, Seph.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Genesis ?" Kau menegur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            &lt;em&gt;Jangan paksa aku bicara di saat aku tidak ingin bicara&lt;/em&gt; !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Seph ?" Sahutku berusaha menahan diri. Aku tidak boleh kalah darimu. Aku tidak akan kalah darimu; "Kenapa kau memaksaku untuk mengatakan hal-hal yang tidak ingin kukatakan ?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kau terdiam. Kau menyandarkan punggungmu di sandaran kursimu. Sepasang mata hijaumu masih menatapku. Tidak ada ekspresi bersalah di wajahmu, tidak ada ekspresi gundah atau bimbang. Kau yang selalu sempurna. Kau tidak penah menunjukkan sedikit pun kegelisahan, ketakutan, kesedihan, rasa bersalah, dan---cinta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Aku tidak bermaksud memaksamu." Akhirnya kau menjawab; "Hanya saja kurasa aku sudah muak dengan semua ini. Aku bosan terus-menerus meladeni sikapmu dan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, sedangkan sebenarnya aku semakin lama semakin menyadari bahwa kau membenciku. Aku hanya ingin dengar alasannya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            &lt;em&gt;Apa&lt;/em&gt; ???&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Bisakah kau mengulanginya, Sephy ??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Bisakah kau mengatakannya lagi ? Tapi jangan katakan itu dengan tenang ! Aku benci dengan segala ketenanganmu !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Bagaimana kau bisa begitu tenang ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Sedangkan aku tidak ?! Aku bisa menyadari kedua tanganku terkepal. Kau melihatnya---Oh sialan, palingkan wajahmu ! Jangan melihatku !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Bisakah kau mengatakannya dengan menangis, Sephy ?? Bisakah kau bertanya padaku kenapa aku begitu membencimu; dengan disertai isak tangis, Sephy ?? Bisakah kau menunjukkan bahwa kebencianku padamu sangat mengganggumu dan membuatmu kehilangan kepercayaan diri ? Bisakah kau memohon agar aku tidak membencimu lagi...??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Tepat. Aku memang membencimu !" Aku mendengar diriku sendiri berkata; tetapi aku sendiri sadar bahwa suaraku gemetar; "Dan kau mau tahu alasannya ?! Aneh sekali !"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kau diam. Kau menungguku meneruskan pembicaraanku. Kau tidak ingin memutusku. Tetapi ekspresi wajahmu masih sama dinginnya seperti biasanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Karena kau tidak punya perasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Itulah sebabnya aku membencimu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kau tidak punya perasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Karena....," Lidahku bergerak; "Karena kau adalah orang sombong sialan yang sebenarnya tidak punya otak, Sephiroth. Kau menang karena keberuntunganmu. Kau menang hanya karena kau dibesarkan oleh Shinra sejak lahir--"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kau mengangkat alis; "Genesis---"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Jangan memutusku ! Itu hanya memberiku alasan untuk semakin membencimu !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "-Dan karena setiap kali kita berhasil menyelesaikan tugas apa pun bersama, namamulah yang paling dipuji!"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Aku berusaha lebih keras dari kalian." Kau membantah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            &lt;em&gt;Bagus&lt;/em&gt; ! Teruskan ! Bantah aku ! Marahlah, Sephy !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Kau hendak mengatakan bahwa aku dan Angeal tidak berusaha apa-apa ?! Kau hendak mengaku bahwa dalam semua misi kita kau sendirilah yang bekerja ?!"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Tidak ! Tapi jelas-jelas aku bekerja lebih banyak dari kalian--"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Karena kau merebut semuanya, Sephy ! Kau merebut semua kesempatan !"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Kesempatan mana yang kau maksud ?!" Kau membantah lagi; "Pada saat kita dikirim dalam misi terakhir seingatku kau dan Angeal berjalan-jalan menikmati pemandangan di pagi hari, maka aku tidak punya pilihan lain selain segera melaksanakan tugas kita daripada menunggu kalian kembali sore harinya--"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Oh, jangan ingatkan aku ! Jangan membela dirimu sendiri ! Kau ular licik ! Kau sengaja menyelesaikan segala sesuatunya saat aku dan Angeal lengah, supaya dirimu sendiri yang dapat nama--"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Ketika aku melaporkan kepada Lazard mengenai hasil dari misi kita itu, apa aku menyebutkan bahwa kalian berdua sebenarnya tidak bekerja apa-apa dan malah pergi menikmati pemandangan di kota sekitar ?! Tidak, bukan ?!"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Tidak usah sok suci ! Aku benci orang yang sok suci ! Kau sengaja melindungi kami hanya karena kau ingin membuat kami berdua malu dalam hati. Kau ingin menunjukkan bahwa kau adalah mahluk suci sialan---"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            "Aku bukan orang suci, dan kau sendiri---"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Di luar keinginanku, aku sudah memegang Rapier-ku dan menyerangmu. Kau menangkisnya dengan pedang Masamune-mu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kau tahu sekarang kenapa aku membencimu, Sephy ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Jangan tanyakan padaku kenapa. Saat kau bertanya, itu malah memberiku alasan lain untuk semakin membencimu.....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;            Kita tidak ditakdirkan untuk bersama. Dunia ini terlalu sempit untuk kita berdua, Saudaraku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;The End&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-193818273927689311?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/193818273927689311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/reason-to-hate-you-genre-friendshiphurt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/193818273927689311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/193818273927689311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/reason-to-hate-you-genre-friendshiphurt.html' title='Reason To Hate You'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-8124861842373983413</id><published>2009-05-01T19:52:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T20:10:25.601-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='comic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><title type='text'>Art</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;DISCLAIMER&lt;/span&gt; : This art is not mine. This is belong to someone under "belafantasy" in Devianart. Just google to see her homepage.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;I think this doujinshi/comic/fanart; whatever you call it; is the BEST one I've seen. That's why I like it very much. Thank you, Bella, I love you.
&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Thank you.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;img src="http://img25.imageshack.us/img25/1349/crisiscorecutscenex3byb.jpg" alt="Comic" /&gt;



&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;DISCLAIMER&lt;/span&gt; : This art is not mine. This is belong to someone under "belafantasy" in Devianart. Just google to see her homepage.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Thank you.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;
&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-8124861842373983413?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/8124861842373983413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/doujinshi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/8124861842373983413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/8124861842373983413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/doujinshi.html' title='Art'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-1455189199825136588</id><published>2009-05-01T09:51:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T16:53:40.460-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CrossOver'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cloud-Tifa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><title type='text'>Lovely Girls</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Setting : FF VII suatu masa sesudah Advent Children, FF VIII umum.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Berdasarkan FinalFantasy Wiki :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tifa Lockhart = 3 May; umur 22&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cloud Strife = 11 August; umur 23&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yuffie Kisaragi = 20 November; umur 18&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Vincent Valentine = 13 October; umur 57 (tapi penampilannya spt 27)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rinoa Heartilly = 3 March; umur 17&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Squall Leonheart = 23 August; umur 17&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Seifer Almasy = 22 December; umur 18&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;hr /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Chapter 1&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;(Tifa POV)
&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku bertanya pada diriku sendiri. Apa yang lebih buruk dari tersesat di sebuah pulau terpencil tak berpenghuni ?! Jawabannya adalah jika kau harus menjaga beberapa orang yang jelas-jelas sedang sakit parah sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku menatap sosok yang terbaring di dalam tenda. Wajah sosok itu tampak sangat pucat dan sepasang matanya terpejam. Tidak ada ekspresi apa pun tercermin di wajahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang kau rasakan, Cloud..?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seolah menyadari pertanyaan dalam hatiku, sosok itu membuka matanya dengan perlahan. Pandangannya langsung menatapku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ti..fa ?” Dia berbisik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya ?” Aku menggenggam tangannya yang dingin; “Jangan bicara dulu, kau sakit parah.” Aku menarik kembali tanganku dan menempelkan tanganku di dahinya yang terasa panas membara tanda demam tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cloud membuka mulut hendak mengatakan sesuatu. Aku tahu apa yang hendak dia katakan. Kemudian agaknya dia tidak jadi mengatakannya dan menutup mulutnya lagi. Tapi toh aku sudah tahu dengan jelas apa yang sebenarnya hendak dia katakan, dan aku bersyukur aku tidak perlu mendengarnya secara langsung. Karena aku sudah cukup lelah dengan kalimat-kalimatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau tidak usah banyak pikir, Cloud.” Aku memaksakan senyum; “Jangan kuatir, aku bisa mengurus semuanya. Masih ada Yuffie dan teman-teman baru kita disini membantuku.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia tidak menjawab, tetapi dia memejamkan matanya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlahan aku bangun dan meninggalkannya, keluar dari tenda. Hari sudah malam. Bintang bertebaran di langit yang gelap; dan api unggun tak jauh dari keempat tenda kami merupakan penerangan satu-satunya. Aku menghampiri ke api unggun itu dan melihat Yuffie duduk termenung memeluk lututnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oh, Tifa.” Katanya menyadari kehadiranku; “Cloud baik-baik saja ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya; kurasa.” Jawabku. Aku duduk di sampingnya dan mengamati wajahnya yang mencerminkan kecemasan luar biasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan kuatir.” Hiburku; “Aku yakin Vincent juga baik-baik saja.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya, dia masih demam.” Sahut Yuffie; “Badannya panas.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Begitu pun dengan Cloud.” Kataku, menghela nafas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum Yuffie mengatakan sesuatu apa pun lagi, mendadak terdengar jeritan cukup nyaring dari arah tenda lain. Kami berdua tersentak dan segera bangun lalu berlari masuk ke tenda itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang tadi menjerit adalah seorang gadis yang kira-kira lebih muda setahun dari Yuffie. Dia sedang duduk di lantai tenda merapat ke sudut dan di depannya tampak dua orang pria yang separuh tak sadarkan diri tetapi kedua pria itu; meskipun sama demamnya dengan Cloud dan Vincent; keduanya masih bisa-bisanya berkelahi. Tampang pemuda yang pirang menindih tubuh pemuda berambut coklat dan hendak melayangkan tinju ke muka si rambut coklat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Cukup !!” Dengan cepat aku menghampiri mereka dan menahan tangan si pirang sebelum menjotos muka si rambut coklat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“P-pergi !!” Si pirang menengok menatapku dengan kemarahan luar biasa; “Atau kau akan menyesal, Nona !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Namaku Tifa Lockhart, dan kita akan lihat siapa yang menyesal duluan kalau kau tidak mau diam !” Bentakku. Karena pemuda itu sedang demam, aku berhasil (dengan agak susah payah karena dia cukup berat) memindahkannya dari atas pemuda yang berambut coklat dan membaringkannya di sudut yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si gadis yang tadi menjerit segera menghampiri pemuda berambut coklat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Squall…!” Isak gadis itu; “Kau tak apa-apa, kan..?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si pemuda berambut coklat yang kelihatannya lebih pendiam dan lebih anti-sosial ketimbang Cloud; menggeleng. (Ralat : Cloud tidak anti-sosial, hanya berhati dingin).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian gadis itu; Rinoa; mengangkat wajahnya yang basah bersimbah airmata; menatapku; “T-tifa… bisakah Seifer tidur dengan t-temanmu saja ?” Pintanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum aku menjawab, Yuffie berkata; “Tidak. Kami sudah memberikan tenda paling besar untuk kedua temanmu itu; Nona Heartilly, dan aku tidak yakin Cloud akan senang untuk menerima tamu yang tidak dikenalnya di tendanya---”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seifer; si pirang yang tadi kupindahkan ke sudut; mencibir dan berkata; “Aku seorang.. SeeD…. Ksatria putih sang penyihir…..”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dengar !” Kataku tak sabar. Mahluk ini lebih rewel daripada Cloud. Aku menatapnya; “Aku tidak mengerti apa itu SeeD atau penyihir --- dan dalam nama Gaia bisakah kau jangan mempersulit kami; atau sebaiknya kau kami tinggalkan saja ?!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seifer hendak membalasku tetapi malah terbatuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rinoa sudah berkata lagi; “Tifa… Kalau begitu, bisakah kau memindahkan temanmu yang berbaju merah ke tempat temanmu yang pirang supaya Seifer dan Squall bisa pisah tenda..?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jelas tidak !” Kata Yuffie cepat; “Vincent membutuhkan ruang gerak---”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku tidak tahan untuk tidak tersenyum. Ruang gerak ?! Kadang-kadang si Mawar Putih dari Wutai (begitulah Yuffie menyebut dirinya) itu lucu juga. Jelas-jelas Vincent sedang sakit demam dan tidak bisa bergerak. Well, aku tahu bahwa Vincent dan Cloud tidak akan keberatan jika tidur dalam satu tenda, tapi masalahnya baik aku maupun Yuffie sudah cukup capek dengan Rinoa yang baru saja kami kenal di jalanan. Gadis itu sangat rewel; mungkin karena agaknya dia adalah puteri bangsawan atau semacamnya; dan usianya juga paling muda di antara kami. Aku paling tua di antara kami ketiga gadis yang ada disini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku tahu Yuffie juga sebenarnya tidak keberatan meletakkan Vincent dan Cloud bersama; malah mungkin Vincent akan gembira mempunyai teman ngobrol, tapi Yuffie agaknya sudah terlalu sebal dengan Rinoa yang selama perjalanan tidak pernah mau mengalah sedikit pun pada kami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan benar saja, ekspresi wajah Rinoa berubah mendengar perkataan Yuffie. Dia tampak sangat tak senang lalu menjawab dengan merajuk; “Baik ! Kalau begitu aku akan pindahkan sendiri ---”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Coba sentuh Vincent-ku kalau kau be---” Yuffie membentak tapi aku memberi isyarat agar dia diam, lalu aku menjawab Rinoa; “Silakan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yuffie menatapku dengan ekspresi memprotes.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku melipat tangan dan sekali lagi memberi isyarat pada Yuffie agar diam saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rinoa bangun dan dengan mengangkat dagunya dia melewati kami untuk menghampiri Seifer di sudut terpisah. Dia berusaha mengangkat Seifer yang kebetulan sudah pingsan lagi. Sayangnya; sesuai dugaanku; dia tidak mungkin bisa mengangkat tubuh Seifer yang berat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama beberapa menit baik aku dan Yuffie hanya berdiri mengawasi Rinoa berkutat dengan tubuh Seifer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya dia menyerah dan terduduk pasrah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nah, kalau kau sudah merasa lebih tenang;” Ucapku; “Kau bisa bergabung dengan aku dan Yuffie di depan lalu kita akan rundingkan giliran jaga untuk malam ini.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku berjalan keluar dari tenda ini. Yuffie mengikutiku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gadis yang manja dan menyebalkan !” Yuffie menggerutu pelan begitu kembali duduk di depan api unggun. Aku tidak menjawab. Aku duduk di sebelahnya dan mendekap diriku sendiri. Udara sangat dingin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku hanya beda setahun dari dia.” Yuffie melanjutkan; “Dan aku tidak semanja dia, tidak secengeng dia, tidak semerepotkan dia.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lagi-lagi aku tidak menjawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tifa ?” Dia akhirnya menyadari bahwa dia sudah mengeluh pada diri sendiri; “Bagaimana menurutmu ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Um…..” Kudengar gumaman tak jelas dari mulutku sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sudah dua hari dua malam kita disini.” Lanjut Yuffie pula; “Dan kau ingat kan; selama dua hari dua malam kita berdua terus yang giliran jaga malam dan mencari makan di siang harinya, lalu kita berdua juga yang memasak karena dia tidak bisa masak.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Malam ini sebaiknya dia yang jaga.” Kataku akhirnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tepat. Aku sangat mengantuk dan capek.” Ucap Yuffie setuju.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah beberapa saat, Rinoa keluar juga dari tenda. Kurasa tadinya gadis itu berniat untuk mengurung diri di tendanya bersama cowok yang dicintainya itu; Squall; entah karena tidak kepingin melihat aku dan Yuffie atau karena kepingin tidur; tapi yang jelas toh akhirnya dia menyerah juga dan keluar ke tempat kami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tifa ?” Rinoa menghampiri kami dengan langkah gontai. Agaknya dia sadar kalau Yuffie lebih sering membentaknya daripada aku membentaknya karena itu setiap kali dia harus bicara dengan kami dia menyebut namaku saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya ?” Aku terpaksa menjawab meskipun rasanya enggan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau masih punya makanan ?” Tanya Rinoa lagi, dan aku menyadari Yuffie langsung melotot siap meledak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tidak.” Aku menjawab dengan cepat sebelum Yuffie membuka mulut; “Kau harus menunggu sampai besok.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rinoa mengeluh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lagi-lagi dengan cepat aku berkata; “Omong-omong, sekarang giliranmu jaga malam, Ms. Heartilly, karena aku dan Yuffie sudah mendapat giliran kemarin malam dan malam sebelumnya.” Aku bangun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“T-tapi a-aku…..” Rinoa memprotes.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yuffie ikut bangun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tifa ! Tunggu !” Rinoa berusaha mencegah kami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan lelah aku menghentikan langkahku dan menengok padanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dengar,” Aku berusaha untuk tidak membentaknya. Kami sama-sama wanita, sebaiknya kami jangan saling membentak; “Aku tidak tahu apakah di rumahmu kau mempunyai banyak pelayan dan dayang-dayang yang melayanimu sepanjang waktu; atau bahkan babysitter yang membacakan dongeng untukmu dan menungguimu saat malam; tapi disini hanya ada kau, aku, dan Yuffie. Titik. Aku dan Yuffie sudah tidak tidur selama dua malam dan kami berdua sangat capek ! Kau boleh pilih; kau mau jaga malam atau kau yang akan pergi berburu besok !” Aku gagal untuk tidak membentaknya. Terima kasih, Gaia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu tanpa menunggu jawabannya aku menggandeng Yuffie dan masuk ke tenda keempat yang kosong; tenda kami para gadis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tifa, kenapa kita tidak tidur bersama cowok kita saja ?” Tanya Yuffie ketika dia mulai berbaring di atas tumpukan kain yang kami gunakan sebagai alas tidur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku membaringkan tubuhku dan menengok padanya yang berbaring di sebelahku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Karena…..” Sahutku lambat-lambat sementara otakku berpikir mencari jawaban yang bagus; “Karena kita tidak mau tertular.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yuffie tertawa; “Aku bukan anak kemarin sore.” Dia menjawab; “Aku tahu alasanmu. Kau tidak mau aku dan Vincent atau Rinoa dan Squall kebablasan melakukan sesuatu, kan..?! Karena itu jugalah kau membiarkan Seifer tidur bersama Squall sebab kau kuatir Rinoa yang masih kecil tidak bisa menahan diri dan melakukan sesuatu dengan Squall dalam kesempatan seperti ini.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mau tidak mau aku tersenyum; “Kau sudah tahu sendiri jawabannya, kenapa masih bertanya ?!” Ucapku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku hanya ingin mendengarnya langsung dari mulutmu.” Dia mengerucutkan bibirnya, lalu diam sejenak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama beberapa saat kami berdua hanya berbaring.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dia menengok padaku lagi dan berkata; “Cloud dan kau….. Kalian berdua---” Dia tidak meneruskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Berdua apa ?” Tanyaku, meskipun aku tahu maksud pertanyaannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pacaran ?” Yuffie berdehem tak jelas, tapi aku menangkap suaranya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku terdiam sesaat. Sebenarnya aku tidak mau menjawab tapi aku tahu kalau aku diam saja maka gadis satu ini akan terus mendesakku dengan pertanyaan yang sama sampai aku menjawab, maka aku pun menyahut; “Entahlah.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oh, Tifa !” Yuffie menggerakkan tubuhnya setengah duduk; “Kau dan Cloud sangat cocok ! Tak ada lagi yang---”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menghentikan ucapannya karena melihat ekspresiku. Aku tidak tahu bagaimana ekspresiku sekarang; sejujurnya; tapi kurasa ada sesuatu yang tercermin di wajahku sebab si gadis Wutai mendadak diam dan kembali merebahkan kepalanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oke.” Desahnya; “Mari kita tidur.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku mengangguk dan tersenyum padanya. Dia membalas senyumanku, kemudian aku memejamkan mataku…..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah sudah berapa lama mendadak aku terbangun karena suara berisik. Aku membuka mataku. Untuk sesaat aku hampir lupa aku ada dimana, tetapi kemudian otakku kembali bekerja dan aku mulai menyadari suara berisik datang dari luar tenda. Aku bangun, melirik ke tempat tidur Yuffie yang kosong, lalu keluar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yuffie dan Rinoa sedang bertengkar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Api unggun sudah padam. Matahari sudah mulai muncul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ada apa ?” Tanyaku serak. Aku menghampiri kedua gadis itu. Demi Gaia, rasanya aku ingin sekali memukul seseorang --- atau sesuatu --- apa saja; aku sudah tidak tahan. Aku capek sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tifa, semalam dia tertidur !” Yuffie menunjuk Rinoa sambil menatapku; “Aku bangun dan menemukan dia tertidur pulas !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku lelah dan mengantuk !” Balas Rinoa setengah menangis; “Dan kalian berdua jahat sekali, menyuruhku jaga malam, padahal aku sangat letih ! Aku tidak tahan lagi dan tertidur di luar sini; kedinginan ! Aku ingin masuk ke tenda tapi aku takut kalian akan marah ---”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tentu saja aku akan marah !” Yuffie bertolak pinggang; “Kalau semalam kulihat kau masuk ke tenda, aku akan menamparmu ---”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum aku mengatakan sesuatu untuk melerai kedua gadis itu, mendadak terdengar suara berdehem, disusul oleh suara lain bertanya serak; “Ada apa ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku, Yuffie, dan Rinoa menengok. Vincent dan Cloud sedang mengamati kami sambil masing-masing menyibak tenda mereka masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tidak ada apa-apa.” Aku menghampiri Cloud, sementara Yuffie menghampiri Vincent sambil merajuk; “Vincent, gadis itu…..” Suara Yuffie menghilang sementara dia memapah Vincent masuk kembali ke tendanya. Aku pun memapah Cloud kembali ke dalam tenda. Di luar terdengar isak tangis Rinoa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mata biru Cloud menatapku dengan setengah iba setengah geli. Mungkin dia kasihan, tapi dia juga merasa bahwa keadaan ini agak lucu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gadis-gadis itu sangat merepotkanmu ?” Cloud berbisik padaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku tersenyum; “Tidak.” Kataku; “Ini urusan para wanita. Bukan urusanmu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tahu.” Jawabnya; “Tapi jangan pikir aku tidak mendengar suara-suara pertengkaran kalian. Aku hanya pura-pura tidak dengar, sebab rasanya tidak enak kalau aku ikut campur.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bagus kalau kau tahu diri !” Aku pura-pura menggerutu. Aku merebahkan kepalanya di atas bantalan dan memegang dahinya lagi. Masih panas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kedua pemuda yang bersama gadis kecil di luar itu.” Lanjut Cloud sambil berbaring dan membiarkanku mengambil air di baskom yang sudah kusediakan di sudut lalu mencuci wajahnya dengan saputangan; “Katamu mereka dari mana ? Aku lupa.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“SeeD ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yeah. Apa itu ? Aku belum pernah mendengarnya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku juga tidak.” Sahutku. Aku menyelesaikan pekerjaanku membasuh wajahnya dan kemudian aku berbisik padanya; “Cepatlah sembuh.” Lalu aku membawa saputangan dan baskom itu keluar. Aku harus kembali ke mata air untuk mengganti air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entahlah apakah Yuffie dan Rinoa ingat untuk membasuh Vincent, Squall, atau Seifer. Kuharap setidaknya Yuffie ingat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rinoa sudah tidak ada di depan. Kurasa dia kembali ke tempat Squall, maka aku meletakkan baskomku sebentar untuk mengintip ke tenda Yuffie dan berkata; “Aku mau ke mata air sebentar.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yuffie mengangguk. Dia sedang bergenggaman tangan dengan Vincent.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yuffie,” Kata Vincent sambil melirikku; “Bantulah Tifa !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku mau disampingmu !” Rengek Yuffie.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku buru-buru menutup tenda mereka dan meninggalkan mereka. Kuambil kembali baskomku, lalu aku juga mengambil dua kendi kosong yang kami gunakan untuk tempat minum, dan aku pun pergi ke mata air.&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;Continue to Chapter 2&lt;/p&gt;


&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Chapter 2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hebat. Fantastis. Demi Gaia; kau benar-benar jenius; Tifa Lockhart ! Aku memaki diriku sendiri dalam hati. Pantas saja Cloud tidak mau berpacaran denganku. Aku benar-benar bodoh ! Aku sudah mengisi baskom dan kedua kendi besar dengan air, tetapi sekarang bagaimana aku bisa membawa dua kendi raksasa dan satu baskom besar kembali ke tenda kami setelah benda-benda ini sekarang penuh air ?! Kecuali aku punya tenaga seperti Barrett dan punya empat tangan; aku tidak akan bisa membawanya sekaligus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesaat aku mengamati kedua kendi besar itu. Oke. Tidak ada Wonder Woman disini. Yang ada hanya aku; Tifa Lockhart; dan aku harus membawa benda ini. Mmmhh.. mungkin sebaiknya aku membawanya satu-satu saja. Pertama aku akan membawa baskom dan satu kendi, kemudian aku akan kembali lagi untuk menangkap ikan disini dan mengambil kendi satunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku merangkul salah satu kendi dengan lengan kananku sementara tangan kiriku memegang baskom sedemikian rupa supaya airnya jangan tumpah. Oke. Begini cukup baik. Aku mulai berjalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang tidak ada rintangan. Tapi sepanjang jalan mau tak mau aku terus bertanya dalam hati sedang apa sih Yuffie dan Rinoa sekarang ?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku kembali ke tenda, meletakkan kendi dengan lega. Lengan kananku rasanya kesemutan dan memerah selama beberapa waktu. Aku meletakkan baskom juga, lalu kusadari bahwa tidak ada yang menyalakan api unggun. Aku tidak bisa menahan rasa penasaranku, maka aku berjalan ke tenda Vincent dan menyibaknya untuk mengintip…..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Coba tebak ?! Gadis Wutai kita jatuh tertidur di sebelah Vincent !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya aku ingin sekali membangunkan Yuffie, tetapi aku tidak enak pada Vincent yang juga tertidur. Jadi aku keluar lagi dari tenda mereka dan berjalan ke tenda Squall.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang ada disana hanya Squall dan Seifer. Bagusnya; Seifer masih di sudut dan tidur. Sedangkan Squall berbaring tapi matanya terbuka, lalu menatapku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ms. Lockhart ?” Squall berbisik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yeah ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa kau lihat Rinoa ?” Tanyanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa ?! Apa aku lihat Rinoa ?! Otakku bekerja; Bukankah seharusnya aku yang bertanya begitu pada Squall --- apa Squall lihat Rinoa ?! Oh, jangan bilang padaku di saat seperti ini; dalam keadaan begini; Tuan Puteri Heartilly menghilang !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Squall menatapku; “Ms. Lockhart ?” Dia menegur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tidak, aku tidak lihat Rinoa !” Aku tidak bisa menahan diri untuk membentak, lalu aku menutup tendanya dan berjalan menjauh. Aku menghela nafas. Apa sih yang ada di pikiran gadis bernama Rinoa itu ?! Kemana dia kira-kira, selagi semua orang kesusahan begini ?! Dan --- mau tak mau suara dalam kepalaku menyalahkan siapa pun yang bisa kusalahkan, termasuk --- Kenapa sih Cloud bisa jatuh sakit segala ?! Sebagai orang yang kuat, hebat…Sebagai laki-laki dia…… Oh, &lt;em&gt;forget it&lt;/em&gt; !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syukurlah saat aku sedang putus asa begini, Gaia membangunkan Yuffie. Gadis itu keluar dari tenda dan berkata; “Tifa, maaf. Aku tertidur. Aku capek sekali.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yuffie,” Aku menatapnya. Kusadari bahwa aku cukup marah; “Aku tahu kau capek, tapi aku pun sama capeknya denganmu ! Aku memang lebih tua beberapa tahun darimu tapi aku juga wanita sepertimu, dan aku tidak bisa sendirian menghadapi situasi ini sementara kalian beristirahat !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yuffie agak terkejut menyadari nada suaraku. “Ma-maaf.” Dia berkata lagi; tampak sangat menyesal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sudahlah !” Aku menghela nafas. Aku tahu dia menyesal. Aku sudah berlatih menjadi orang sabar dengan memelihara seorang anak angkat di rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa yang bisa kulakukan, Tifa ?” Tanya Yuffie pula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku diam sejenak, lalu menjawab; “Cari Rinoa. Anak itu entah dimana, yang pasti tidak bersama Squall dan tidak ada di sekitar sini. Tolong cari Rinoa dan jaga dia, sementara aku akan mengambil kendi air yang satu lagi dan sekalian aku akan menangkap ikan untuk makan siang kita.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Baiklah.” Ucap Yuffie.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka aku merasa lebih lega dan kusadari aku sudah bisa tersenyum lagi. Aku kembali ke tempat mata air. Syukurlah kendi yang kutinggalkan masih utuh di tempatnya. Aku menatap ke mata air dan melihat beberapa ekor ikan. Oke, sekarang aku harus menangkap ikan. Pertama-tama… um…. Tombak ! Aku butuh tombak !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku memungut ranting tipis yang ada di tanah. Anggap saja ini tombak. Aku pun masuk ke dalam air, membiarkan betisku tenggelam, dan menatap salah satu ikan. Aku menusukkan tombakku, tetapi gagal.. ikan itu berenang dengan gesit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baiklah, aku toh bukan Wonder Woman. Tapi jangan harap ikan-ikan ini bisa mempermainkan Tifa Lockhart.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku berusaha lebih keras lagi dan berkonsentrasi penuh. Syukurlah akhirnya aku bisa menusuk beberapa ekor ikan. Setelah beberapa saat aku sudah berhasil membuat tumpukan ikan di pinggir mata air. Aku menusuk satu lagi, mencabutnya dari tombakku dan melemparkannya lagi ke atas tumpukan, lalu aku kembali ke darat. Kakiku basah semua. Aku membuang tombakku dan duduk, melepaskan sepatuku dan mengeluarkan air dari sepatuku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku duduk selama beberapa saat, memandangi tumpukan ikanku. Sekarang bagaimana aku bisa membawa mereka kembali ke tenda ? Tidak mungkin kan aku memeluk ikan-ikan itu lalu membawanya seperti anak kecil yang meraup permen ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selagi aku bingung mendadak terdengar suara; “Tifa !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku menengok dan melihat Yuffie datang. Oh, mendadak aku merasa sangat sayang padanya ! Gadis Wutai-ku ! Aku tersenyum padanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebetulan sekali dia membawa baskom miliknya yang rupanya baru digunakannya untuk mencuci muka Vincent.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Rinoa sudah kembali, aku menemukannya tak jauh dari kita; sedang berusaha mencari buah-buahan yang jatuh di tanah.” Kata Yuffie; “Sayangnya dia tidak berhasil mendapatkan satu buah pun…. Oh.” Mata gadis Wutai itu menatap tumpukan ikanku; “Kau hebat, Tifa !!” Dia memelukku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Hey !” Aku tertawa dan membalas pelukannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seolah bisa membaca pikiranku, Yuffie berkata lagi; “Baskom ini kita gunakan untuk membawa ikan-ikan ini dulu, lalu setelah itu aku akan kembali lagi ke mata air ini dengan baskom ini untuk mencuci dan membersihkannya serta mengisinya dengan air baru untuk Vincent.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih.” Kataku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka itulah yang kami lakukan. Kami berhasil membawa ikan-ikan itu sekali jalan; termasuk si kendi yang tadi tertinggal. Lalu selagi Yuffie pergi kembali ke mata air, aku membuat api unggun dan menggunakan ranting tipis lain yang ada di tanah untuk menusuk ikan-ikan seperti sate dan memanggangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena lapar, Rinoa keluar dari tenda dan menghampiriku. Matanya merah dan sembab, mungkin tadi dimarahi Yuffie habis-habisan. Aku mengulurkan satu tusuk sate yang berisi empat ikan kepadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pegangi ini di api.” Kataku sambil membuat tusukan sate yang baru; “Bukan pekerjaan sulit, kan ?!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menerimanya tanpa banyak bicara dan memeganginya di atas api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami berdua memanggang masing-masing satu tusuk berisi empat ikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita masih harus memanggangkan ikan untuk Cloud, Vincent, dan kedua temanmu.” Kataku pula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia diam sejenak, lalu menjawab dengan takut-takut; “B-bagaimana kalau kita tinggalkan S-seifer ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku menatapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia meneruskan; “D-dia bukan orang baik.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku memutar bola mataku. Apakah anak itu tidak mengerti juga ?! Aku menjawabnya; “Dengar. Baik aku, Yuffie, Cloud, maupun Vincent; kami semua tidak mengenal orang yang bernama Seifer itu ! Kau yang mengenalnya. Sebenarnya kami tidak perduli apakah kau mau meninggalkannya atau tidak. Tapi yang kami tahu; rasanya keterlaluan bila kita membiarkan seorang manusia yang sedang sakit demam seorang diri tertinggal di pulau asing begini !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“D-dia bukan manusia.” Rengek Rinoa; “Kau dengar kan, dia ingin menjadi ksatria putih sang penyihir !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku menghela nafas dan nyaris menjatuhkan sate ikan di tanganku ke dalam kobaran api. “Disini bukan cerita Cinderella.” Ucapku; “Oh, sudahlah ! Kalau kau tidak mau merawatnya biar Yuffie dan aku yang merawatnya sekalian kami merawat Cloud dan Vincent, jadi tidak merepotkanmu ! Puas ?!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rinoa tidak menjawab tapi agaknya dia puas. Satu-satunya alasan sebenarnya kenapa dia hendak meninggalkan Seifer adalah karena dia tidak mau merawat dua orang. Dia tidak mau repot.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gadis yang menyenangkan; Pikirku sinis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya Yuffie kembali. Kami memanggang ikan-ikan itu dan setelahnya aku dan Yuffie masing-masing menyuapi Cloud dan Vincent dulu, baru kemudian kami makan. Sebaliknya dengan Rinoa. Dia makan dulu, baru menyuapi Squall.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu aku memaksa Yuffie menyuapi Seifer. Awalnya gadis Wutai itu sangat menolak, tapi karena kasihan padaku (aku pasti kelihatan sangat capek) dia menurut juga. Dari luar tenda aku bisa mendengar teriakan-teriakan kemarahan antara Yuffie dengan Seifer yang sedang bertengkar. Seifer agaknya menolak disuapi oleh cewek yang tidak dikenalnya, sedangkan Yuffie yang emosional pastilah langsung mengomel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teriakan-teriakan itu membangunkan Cloud. Dia merangkak menyibakkan tendanya; “Ada apa ?” Mata birunya yang jernih menatapku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tidak ada apa-apa, Cloud, tidurlah lagi---”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kemarilah sebentar, Tifa.” Dia memutusku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka aku masuk ke dalam tendanya. Dia kembali ke tempat tidurnya dan berbaring lagi, tetapi tidak tidur. Dia menatapku dan bertanya; “Sebenarnya ada apa sih..?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku angkat bahu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tifa ? Ayolah.” Desaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Gadis itu menyebalkan.” Kataku dengan suara pelan; “Rinoa.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tidak keberatan kalau kita tinggalkan dia.” Jawab Cloud; “Dia bukan teman Yuffie atau teman Vincent, kan ?! Dan kau tidak kenal dia sebelumnya, kan ?!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Cloud, kita tidak boleh begitu.” Jawabku ragu-ragu sebab sebetulnya ide Cloud sangat bagus; “Siapa tahu dia akan bisa berguna bagi kita. Kita berada di pulau asing, dan kita harus menjalin kerjasama kalau ingin tetap hidup.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cloud memejamkan matanya sejenak mendengar perkataanku, lalu setelah beberapa detik dia membukanya lagi dan kembali memandangku; “Well, kalau begitu.. biar kubantu kau mengurus salah satu dari kedua pemuda asing itu !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tidak usah ! Aku dan Yuffie---”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ayolah, Tifa. Aku tidak selemah dugaanmu. Aku sudah mulai sehat. Pindahkan saja salah satu dari kedua pemuda itu ke tendaku dan kujamin aku akan membantumu menjaganya. Daripada dia membuat onar terus ?!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Awalnya aku tidak menyetujui ide Cloud, tetapi malam itu ada suatu kejadian menyebalkan; yaitu Seifer mencoba melarikan diri. Maka akhirnya aku dan Yuffie memindahkan Seifer ke tenda Cloud. Dan Rinoa sangat senang dengan keputusan ini, walaupun itu berarti baik aku dan Yuffie harus sering-sering mengintip ke dalam tenda Squall untuk mencegah Squall dan Rinoa yang masih begitu muda berbuat sesuatu (sex) dalam kesempatan begini.&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;Continue to Chapter 3&lt;/p&gt;

&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Chapter 3&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;(Cloud POV)
&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemuda yang menyebalkan; begitu kata Yuffie dan Tifa. Dan sekarang pemuda yang menyebalkan itu berbaring di sebelah kananku. Aku tidak perlu menengok untuk menyadari bahwa dia belum tidur. Dia bergerak-gerak gelisah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dia menatapku. Aku tidak perlu membuka mata untuk tahu diriku sedang diperhatikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah apa maunya dia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu aku menyadari bahwa dia bergerak-gerak lagi, mencoba bangun; meskipun agaknya dia sangat pusing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oke.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mau bergurau denganku ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanpa membuka mata aku mengambil Buster Sword yang berada di sisi kiriku. Aku mengambilnya dengan tangan kananku lalu kujulurkan tangan kananku ke samping kanan. Buster Sword menghalangi tubuh pemuda di sampingku yang baru hendak bangun; tepat di atas dadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia terkejut --- Pastilah dia terkejut. Aku tidak perlu membuka mata. Orang bodoh pun tahu; meskipun aku sedang demam; pedang sebesar Buster Sword tetap saja berbahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama beberapa saat dia menggumamkan kata-kata tak jelas dengan tergagap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“S-s-singkirkan golok sialanmu !” Akhirnya dia berhasil memantapkan suaranya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa kau memutuskan untuk tetap berbaring ?” Tanyaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya !” Dia menggerutu. Dia tidak berani bergerak sedikitpun sebab aku meletakkan posisi Buster Sword tepat di atas dadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Baiklah kalau begitu.” Aku menarik kembali Buster Sword-ku dan membaringkannya lagi di sebelah kiriku. Mataku masih terpejam. Aku tidak perlu menatapnya, bukan ?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk sesaat dia kembali tenang, berbaring dalam diam. Tapi kemudian; entah setelah beberapa waktu; aku pun nyaris terlelap; dia memanggilku; “Hey, rambut jabrik!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku punya nama.” Jawabku; “Dan &lt;em&gt;Rambut Jabrik&lt;/em&gt; bukanlah namaku !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tidak ingat namamu !” Katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku diam selama beberapa saat. Awalnya aku enggan menjawabnya. Ucapannya sepertinya tidak memerlukan jawaban, tetapi akhirnya aku menyahut juga; “Cloud Strife.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Oke, Strife.” Dia berkata lagi. Heran juga dia tidak kehabisan tenaga untuk berbicara padahal dia sedang sakit; “Cewek berambut hitam itu pacarmu ?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku membuka mataku. Aku langsung tidak menyukai pemuda ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bukan urusanmu.” Jawabku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku hanya mencoba mengajakmu mengobrol.” Lanjutnya; “Untuk membuatmu merasa lebih sehat---”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku sudah lebih sehat tanpa harus mengobrol; apalagi denganmu.” Balasku; “Dan aku sakit ataupun tidak; Buster Sword disampingku beratnya tidak berkurang dan tajamnya juga tidak berkurang. Dalam keadaan sehat aku bisa membunuh apa pun tanpa berkedip, dan dalam keadaan sakit aku juga bisa mengayunkannya sembarangan lalu mencelakai seseorang—yang kebetulan berbaring di sebelahku—dengan sengaja maupun tidak.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemuda itu tampak marah sekali mendengar kata-kataku. Untuk beberapa saat dia hanya bisa mengatupkan mulutnya dengan geram, tetapi kemudian dia menggumam; “Kau akan menyesali kata-katamu, Strife !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku tidak memperdulikannya dan kembali memejamkan mataku. Syukurlah dia juga tenang, dan setelah beberapa saat ketika kubuka mataku untuk meliriknya kulihat dia sudah tidur lelap. Maka aku pun membiarkan diriku terlelap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku tidak tahu sudah berapa lama, aku terbangun oleh seseorang yang masuk ke dalam tenda ini. Aku tidak pernah benar-benar bisa terlelap. Sedikit suara kecil saja bisa membangunkanku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata Tifa yang datang. Dia membawakan mangkuk berisi jagung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Cloud.” Dia duduk di sampingku, tersenyum, dan menyendokkan jagung ke mulutku. Aku menyadari bahwa pemuda di sampingku sudah bangun juga, maka aku berkata pada Tifa; “Aku bisa makan sendiri.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gadis itu mengerti. Dia memberikan mangkuk isi jagung dan sendoknya padaku. Aku memaksa diri setengah duduk, menerimanya, lalu memakannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tifa menengok pada pemuda di sebelahku dan berkata; “Seifer, kau harus tunggu Yuffie.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Cewek kecil itu ?!” Tanya pemuda di sebelahku yang namanya ternyata adalah Seifer; “Aku tidak membutuhkan anak kecil !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Cewek &lt;em&gt;kecil&lt;/em&gt; itu kebetulan adalah temanku.” Aku menjawab duluan sebelum Tifa; “Dan kalau kau tidak mau diajak berteman dengannya mungkin kau akan lebih suka berteman dengan golok raksasaku ?!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seifer tampak mendongkol. Tifa tersenyum padaku dengan pandangan berterima kasih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tifa menungguku selesai makan untuk memberikan minum dan membawa keluar mangkuk bekas makan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu Yuffie datang dan memberikan makanan untuk Seifer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tidak suka jagung !” Bentak Seifer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau tidak suka ya tidak usah makan !” Yuffie balas membentak; “Biar mati kelaparan sekalian !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kurasa Yuffie tidak memerlukan bantuanku ?! Aku pura-pura memejamkan mata. Tidak enak rasanya mencampuri urusan cewek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bawa keluar makanan menjijikkan itu !” Seifer membentak Yuffie lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bawa sendiri keluar !” Balas Yuffie; “Memangnya aku pelayanmu ?!” Lalu gadis itu meletakkan mangkuk jagung di sebelah Seifer dengan membanting, lalu berjalan keluar dan meninggalkan kami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku mendengar Seifer menyumpah-nyumpah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku membuka mataku lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dengar, sobat.” Kataku akhirnya; mencoba lebih lunak; “Aku tidak tahu apa yang biasa kau makan di rumahmu dan aku tidak mau tahu, tapi yang pasti disini kita berada di pulau terpencil dan sudah cukup bagus gadis-gadis itu mau mengurus kita ! Apakah kau sama sekali tidak merasa malu pada mereka dan malah suka menambah beban mereka ?!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku tidak suka dilayani oleh perempuan !” Jawabnya keras kepala; “Dan aku tidak suka perempuan-perempuan itu !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku mengangkat Buster Sword-ku lagi dan kembali melintangkannya di depan dadanya; “Aku tidak suka caramu membicarakan Tifa dan Yuffie !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seifer mendelik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku membiarkan dia ketakutan selama beberapa saat dengan tetap melintangkan Buster Sword-ku, tapi akhirnya karena dia kembali memejamkan mata dan pura-pura tidur aku pun menarik kembali tanganku dan menidurkan kembali Buster Sword-ku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata dia belum tidur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku adalah ksatria putih sang Penyihir.” Gerutunya; “Kau akan menyesali perbuatanmu ini, Strife !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Satu-satunya &lt;em&gt;penyihir&lt;/em&gt; yang pernah kukenal adalah Sephiroth.” Jawabku; “Dan aku tidak merasa dia akan membutuhkan ksatria sepertimu !”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi, agaknya dia pasti sangat tersinggung padaku. Sebab setelah beberapa saat; aku sudah hampir terlelap – dan dia menemukan itu sebagai kelengahanku – mendadak aku tersentak oleh adanya gerakan di depanku, dan sebelum aku sempat mengangkat Buster Sword-ku sebuah pedang lain sudah melintang di depan leherku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seifer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau belum berkenalan dengan Gunblade-ku.” Dia menyeringai; “Nah, sekarang; katakan halo pada Gunblade-ku, Strife !”&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;Continue to Chapter 4&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;To Be Continued (Still in progress)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-1455189199825136588?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/1455189199825136588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/lovely-girls.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/1455189199825136588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/1455189199825136588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/lovely-girls.html' title='Lovely Girls'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-5808849877173408395</id><published>2009-05-01T09:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T16:54:09.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genesis-Angeal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reno'/><title type='text'>The Turks and The Soldiers</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SHINRA ACADEMY : &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;SOLDIERS AND TURKS&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rating : K+&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Charas : Reno, Rude, Rufus(maybe), Sephiroth, Genesis, Angeal, Tseng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setting : Somewhere in the past; ShinRa. Genesis &amp;amp; Angeal berada pada 3nd Class SOLDIER, dan Reno-Rude ceritanya juga belum menduduki jabatan tinggi dalam Dept. Turk. Disini kuanggap aja yang tertinggi dalam Turks adalah Tseng. Dan disini ceritanya Lazard adalah manajer tertinggi untuk SOLDIER dan Turks sekaligus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genre : General/Humor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Summary : Somehow Turks and SOLDIERs didn&amp;rsquo;t get along well.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;My first Genesis-Reno pairing &amp;ndash; Non Yaoi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Note : Somebody told me Reno&amp;rsquo;s full name is Reno Sinclair.&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Sialan&lt;/em&gt;, sialan, sialan !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rude menatap sahabatnya yang masih menggerutu sepanjang jalan menuju ke kantin. Rude bisa mengerti kenapa Reno marah-marah begini. Pasalnya adalah kelas yang baru saja mereka jalani memang menyebalkan. Mentor mereka di Turks memang menyebalkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kantin ShinRa selalu penuh pada jam makan siang, bukan karena menunya menyenangkan (banyak staff mengatakan bahwa menu disini adalah hasil sisa labolatorium yang dicekoki kepada mereka) tetapi karena pendeknya jam istirahat disini maka tidak ada seorang pun yang berani membeli makan di luar dengan resiko terlambat masuk ke kelas berikutnya. Well, kadang Reno dan Rude berani mengambil resiko itu, daripada menelan masakan sampah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa lagi kali ini ?!&amp;rdquo; Gerutu Reno saat mengantri makanan; &amp;ldquo;Daging Tonberry goreng dipakaikan saus duri Cactuar ?!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno tidak memelankan suaranya dan mendengar itu seseorang yang kebetulan berbaris di depan mereka menengok sekilas dan mendengus geli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno memelototi orang itu; sementara di sebelahnya Rude berkata; &amp;ldquo;Nggak separah itu, Ren.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang di depan mereka itu sudah kembali menatap ke depan. Orang itu tidak sendirian. Di sebelahnya dia bersama seorang pemuda berambut merah yang sedang berdiri mengantri sambil membaca buku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno tahu siapa kedua orang itu. Dia pernah melihat keduanya. Angeal dan Genesis; 3nd Class SOLDIER.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis tidak mendengar gerutuan Reno, dia masih terfokus pada bukunya. Dia berkata pada Angeal; &amp;ldquo;Three friends go off to war. One is captured, one flies away, and the last one is a hero. Menurutmu siapa yang akan menjadi Hero, Angeal ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahabatnya angkat bahu; &amp;ldquo;Entahlah.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis menggeleng tanpa menengok dan meneruskan sambil tetap memusatkan perhatian pada bukunya; &amp;ldquo;When the war of the beasts brings about the world&amp;rsquo;s end---&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno memutar bola mata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;--The goddess descends from the sky--&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno berdehem keras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal menengok; &amp;ldquo;Ya ?&amp;rdquo; Sementara Genesis masih meneruskan membacakan Loveless-nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno menatap Angeal sambil menunjuk pada Genesis; &amp;ldquo;Bisakah kau suruh dia tutup mulut ? Sehari ini saja. Aku sudah muak mendengar kutipan Loveless setiap kali SOLDIER dan Turks berkesempatan makan siang di jam yang sama di kantin.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis berhenti membaca dengan seketika. Dia menurunkan bukunya dan menatap Reno. &amp;ldquo;Apa katamu ?&amp;rdquo; Genesis menegas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno yang memang sudah &lt;em&gt;bad mood&lt;/em&gt; menjawab tanpa segan-segan; &amp;ldquo;Kubilang, tutup mulutmu.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa hak-mu menyuruhku ?!&amp;rdquo; Balas Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku bisa menyuruh siapa saja yang aku mau !&amp;rdquo; Sahut Reno; &amp;ldquo;Memangnya apa hak-mu mengganggu ketentraman di kantin ShinRa selama ini ?!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis maju selangkah. Angeal mengulurkan tangannya mencegah sahabatnya maju lebih jauh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rude juga menarik-narik lengan baju Reno sambil berbisik; &amp;ldquo;Ren, sudahlah !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau bukan pemilik ShinRa Building.&amp;rdquo; Angeal menjawab Reno; &amp;ldquo;Dan Genesis tidak mengganggu &lt;em&gt;ketentraman&lt;/em&gt; kantin. Dia hanya membaca.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh ya, tentu kau bilang begitu !&amp;rdquo; Ejek Reno; &amp;ldquo;Dia kan sahabatmu ! Siapa pun pasti membela sahabatnya !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Maksudmu ?&amp;rdquo; Bentak Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno malah balas membentak; &amp;ldquo;Kau tuli, ya ?! Kau tidak mengerti apa yang aku katakan ?! Aku bilang sahabatmu sudah pasti membelamu !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau dari Dept. Turk bukan ?!&amp;rdquo; Genesis membalas lagi; &amp;ldquo;Aku tidak heran. Gaia tahu memang sudah menjadi rahasia umum bahwa anggota Turks adalah sisa-sisa buangan dari para pelamar SOLDIER yang tidak lulus tes.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar itu seluruh anggota Turks (dan SOLDIER) yang ada di kantin ini menengok pada mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Lidahmu terlalu tajam, SOLDIER !&amp;rdquo; Seru Reno semakin naik darah; &amp;ldquo;Mungkin menjadi kelinci percobaan labolatorium dan terlalu banyak suntikan Mako pada tubuh kalian membuat kalian merasa berani mengucapkan hal-hal yang dalam nama Gaia tidak pada tempatnya ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cukup sudah. Baik Angeal, Genesis, Reno, maupun Rude sudah tidak bisa menahan diri lagi. Tak terhindari; perkelahian pun terjadi. Beberapa anggota SOLDIER dan Turks lain disini yang mencoba melerai malah jadi saling berkelahi juga. Alarm berdering. Di seluruh ShinRa Building dipasangi alarm yang akan mendeteksi perkelahian (kecuali tentunya di ruang-ruang latihan) dan juga kamera pengawas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itulah, tak lama kemudian; ketika baik Reno maupun Rude sudah tersudut berdekatan; sebuah pedang panjang yang kuat menahan pedang Rapier milik Genesis dan pedang milik Angeal (Angeal tidak pernah menggunakan Buster Sword-nya).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal menarik kembali pedang miliknya sedangkan Genesis menyentak; berusaha kembali menebas Reno dan Rude yang sudah terpojok berdekatan, tetapi lagi-lagi pedang panjang menghalanginya dan kali ini tenaga benturan pedang panjang itu dengan Rapier-nya mendorong tubuh Genesis mundur beberapa langkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;K-kau ?&amp;rdquo; Genesis terkejut ketika mendapati bahwa pedang panjang yang telah menangkisnya adalah pedang Masamune, dan si pemilik Masamune; Sephiroth sendiri-lah yang telah berada disini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana kantin hening. Genesis menengok ke sekelilingnya dan menyadari bahwa semua orang yang tadi saling berkelahi sekarang sudah menepi dan terdiam. Lazard dan Tseng juga berada disini; juga seluruh anggota 1th Class SOLDIER dan Turks level teratas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Kalian&lt;/em&gt; berdua.&amp;rdquo; Pertama-tama Lazard menunjuk pada Genesis dan Angeal; &amp;ldquo;Ikut aku, dan juga &lt;em&gt;kalian&lt;/em&gt;.&amp;rdquo; Lalu dia menunjuk pada Reno dan Rude, kemudian Lazard bergegas meninggalkan kantin diikuti oleh Sephiroth dan Tseng lebih dulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku tidak mengerti.&amp;rdquo; Lazard berjalan hilir-mudik di kantornya. Tidak biasanya dia begitu; &amp;ldquo;Apa yang terjadi ?&amp;rdquo; Ditatapnya Reno dan Rude yang berdiri berdekatan, lalu Genesis dan Angeal yang berdiri berdekatan juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Mr. Lazard---&amp;rdquo; Reno dan Genesis bicara bersamaan, lalu keduanya sama-sama terdiam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth dan Tseng yang duduk di ruangan ini saling pandang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Well,&amp;rdquo; Lazard memandang Reno dan Genesis bergantian, kemudian menatap Angeal; &amp;ldquo;Kau yang jelaskan apa yang terjadi, Angeal Hewley.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal diam sejenak, kemudian menjawab; &amp;ldquo;Kurasa ini hanya kesalahpahaman, Mr. Lazard.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis tampak tak senang dan memprotes; &amp;ldquo;Mr. Lazard, anggota Turk itu yang mulai duluan !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno segera membantah; &amp;ldquo;Kau; SOLDIER; yang menghina kami; mengatakan bahwa anggota Turks adalah bekas pelamar SOLDIER yang tidak lulus tes !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh ?! Lalu siapa yang mengatakan bahwa SOLDIER adalah kelinci percobaan dan terlalu banyak disuntikkan Mako ?!&amp;rdquo; Balas Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lazard memijat dahi sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Diam !&amp;rdquo; Sephiroth membentak Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;General !&amp;rdquo; Bawahannya itu memprotes lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum Sephiroth berkata, kali ini giliran Tseng yang buka mulut; &amp;ldquo;Reno, tidak tahukah kau bahwa tidak sepantasnya kau menghina SOLDIER---&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno merajuk; &amp;ldquo;Lalu apakah pantas SOLDIER menghina Turks ?!&amp;rdquo; Dia memutus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Hey !&amp;rdquo; Kali ini Angeal agaknya juga tidak bisa menahan diri; &amp;ldquo;Kami tidak akan mengatakan apa-apa kalau kalian juga tidak menghina SOLDIER. Aku bisa menoleransi segala macam ucapanmu yang lain, tapi aku tidak bisa menoleransi siapa pun yang menghina SOLDIER !&amp;rdquo; Angeal memang selalu memiliki harga diri dan kebanggaan menjadi seorang SOLDIER.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar ucapannya, Rude bicara; &amp;ldquo;Seperti yang dikatakan Reno; kau kan sahabat si rambut merah itu---&amp;rdquo; Dia menunjuk Genesis; &amp;ldquo;Sudah pasti kau membelanya dan tidak mau mengakui bahwa sahabatmu itu duluan yang menghina Turks !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baik Genesis maupun Angeal menggerakkan pedang mereka. Tidak mau kalah, Reno juga mengangkat senjatanya sementara kedua tangan Rude mulai terkepal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Cukup !&amp;rdquo; Sephiroth memperingatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Reno, Rude !&amp;rdquo; Tseng menambahkan; &amp;ldquo;Apa kalian tahu; kalian bisa di-skors untuk kesalahan ini ?! Menghina SOLDIER. Sangat keterlaluan !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bukankah sudah kubilang,&amp;rdquo; Jawab Reno ngotot; &amp;ldquo;SOLDIER duluan yang memulai semua ini.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tak usah menyalahkan pihak lain !&amp;rdquo; Sahut Tseng; &amp;ldquo;Koreksi diri kalian sendiri !&amp;rdquo; Kemarahan Tseng agaknya cukup menjinakkan Reno dan Rude kali ini. Kedua Turks itu menunduk tetapi tampak tak puas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kalian berempat akan dikenakan detensi.&amp;rdquo; Ucap Lazard akhirnya; &amp;ldquo;Rhapsodos dan Hewley; kalian berdua terpaksa kuhukum dengan membersihkan seluruh lantai di gedung kantor kita ini, sedangkan Reno dan Rude &amp;ndash; kalian berdua terpaksa kuhukum dengan membantu rakyat membersihkan saluran air di Midgar !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ekspresi wajah keempatnya berubah masam. Genesis nyaris mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi setelah menyadari Sephiroth terus mengawasinya dengan tajam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Rhapsodos ? Hewley ?&amp;rdquo; Sephiroth menegur; &amp;ldquo;Kalian tidak dengar ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ya, Sir.&amp;rdquo; Keduanya menjawab dengan ogah-ogahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lazard tersenyum dan meneruskan; &amp;ldquo;Tugas kalian bisa kalian berempat kerjakan besok seharian, mulai dari pagi hingga selesai.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak ada yang menjawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Rhapsodos ?&amp;rdquo; Sephiroth menegur lagi, tetapi Lazard melerai; &amp;ldquo;Sudahlah. Nah, sebaiknya sekarang kalian berempat kembali ke kelas kalian masing-masing, dan ingat.. aku tidak menyukai pertengkaran bodoh ini. Aku sama sekali tidak terkesan dengan prilaku kalian dan aku berharap ini tidak akan terjadi lagi.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekali lagi, tidak ada yang menjawab. Tetapi keempatnya bergerak ke pintu dan meninggalkan kantor Lazard.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang manager menghela nafas, menengok pada Sephiroth dan Tseng lalu bergurau; &amp;ldquo;Ramalan bintangku minggu ini pasti mengatakan : Rambut merah berarti bencana.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tseng tertawa sedangkan Sephiroth tidak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lazard meneruskan dengan lebih serius; &amp;ldquo;Kalian berdua masing-masing awasi bawahan kalian yang berambut merah.&amp;rdquo; Dalam hati Lazard membatin; &amp;ldquo;&lt;em&gt;Bisa kebetulan sekali Genesis Rhapsodos dan Reno Sinclair sama-sama memiliki rambut berwarna merah. Benar juga; merah berarti bencana&lt;/em&gt;.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku tidak percaya Lazard menjatuhi kita hukuman begitu !!&amp;rdquo; Sepanjang jalan Genesis terus memprotes. Mereka berdua berjalan di koridor setelah selesai dalam satu sesi latihan. Tadi begitu keluar dari kantor Lazard, baik dari pihak SOLDIER kita maupun pihak Turks kita tidak ada yang bisa berbicara dan masing-masing langsung menuju ke bagian departemennya sendiri untuk meneruskan sesi latihan mereka yang tertunda. Setelah latihan bubar, barulah agaknya Genesis bisa berbicara kembali. Dan bukan hanya sekedar berbicara; dia mengeluh sepanjang saat sambil berjalan ke ruang Perpustakaan bersama Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku tidak mau membersihkan lantai di ruang lobi !&amp;rdquo; Lanjut Genesis; &amp;ldquo;Kau dengar aku, Angeal ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal tidak menjawab. Ekspresinya masam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Angeal&lt;/em&gt; ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Genesis, dia menyuruh KITA membersihkannya !&amp;rdquo; Sahut Angeal akhirnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Supaya apa ? Supaya kita ditertawakan semua staff di ShinRa ?! Sebab semua orang pasti melewati lobi dan pasti akan melihat kita !&amp;rdquo; Genesis tampak agak histeris; &amp;ldquo;Aku tidak mau !!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Hey, aku punya akal.&amp;rdquo; Angeal menghela nafas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kita bersihkan ruang lobi di siang hari saja setelah kita memastikan bahwa semua orang sudah datang dan sedang berada di kelas. Sekitar jam sepuluh, jadi tidak banyak orang mondar-mandir dan tidak ada yang akan melihat kita. Besok pagi kita akan mulai dengan lantai yang paling sepi. Kita akan menghindari orang-orang.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau mau tahu ideku ?! Sebaiknya kita suruh office boy yang melakukan tugasnya seperti biasa dan kita bayar dia agar tidak mengadu ! Lazard akan mengira bahwa kita yang membersihkannya. Lazard tidak akan tahu bedanya siapa yang membersihkan; sepanjang dia tetap menginjak lantai yang bersih mengkilat.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bagaimana dengan Sephiroth, huh ?! Aku tidak mau ambil resiko.&amp;rdquo; Jawab Angeal; &amp;ldquo;Bisa saja Sephiroth akan diam-diam mengawasi kita besok untuk melihat apa kita benar-benar melakukan tugas kita. Kau lihat saja tadi; dia terus mengawasi kita !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah, dia bisa saja melakukan itu !&amp;rdquo; Genesis tampak geram; &amp;ldquo;Suatu saat nanti aku akan&amp;hellip;..&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh, sudahlah !&amp;rdquo; Hardik Angeal jengkel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa maksudmu ? Kau mulai mau menjilat General itu seperti orang-orang lain, Angeal..?!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Gaia tahu aku tidak menjilat.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bagus kalau begitu ! Dulu sekali; sewaktu Sephiroth masih kecil; dia juga bukan siapa-siapa ! Tidak ada yang kenal namanya, tidak ada yang menghormatinya seperti sekarang ini ! Dia hanyalah anak yang dibesarkan oleh ShinRa. Hanya keberuntunganlah yang membuatnya terkenal seperti sekarang ini ! Sebenarnya semua orang terlalu melebih-lebihkan dirinya !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal memutar bola mata; &amp;ldquo;Diamlah, Genesis.&amp;rdquo; Ucapnya kesal; &amp;ldquo;Sebelum kau membuat kita berdua terjebak dalam kesulitan lain !&amp;rdquo; Meski begitu, Angeal tahu bahwa Genesis tidak seratus persen serius dengan perkataannya tentang Sephiroth barusan. Sebagai sahabat masa kecil Genesis; Angeal tahu bahwa di dunia ini yang secara diam-diam paling dikagumi oleh Genesis adalah Sephiroth sendiri&amp;hellip;&amp;hellip;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi ternyata yang tidak puas dengan keputusan Lazard bukan hanya SOLDIER. Tampak Reno dan Rude bercakap-cakap sambil duduk-duduk di taman di gedung ini. Reno duduk di pinggir kolam ikan yang ada di tengah taman sementara Rude duduk bersila di rumput di depannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Lazard sungguh tidak adil !&amp;rdquo; Keluh Reno; &amp;ldquo;Dia jelas lebih memihak SOLDIER daripada Turks !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rude tidak menjawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Dia menyuruh kita yang bekerja di Midgar agar semua orang di Midgar melihat dan menertawakan kita !&amp;rdquo; Lanjut Reno tak puas; &amp;ldquo;Banyak orang di Midgar yang sudah kenal kita, kan ?! Lazard sengaja tidak membiarkan rakyat menertawakan SOLDIER ! Karena itulah dia sengaja mengirim kita berdua keluar dan menahan kedua SOLDIER sialan itu di dalam gedung !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah, SOLDIER memang kesayangan ShinRa.&amp;rdquo; Sahut Rude terpancing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa bagusnya SOLDIER ?!&amp;rdquo; Reno meneruskan; &amp;ldquo;Aku sih tidak mau tubuhku disuntik dengan Mako hanya untuk memaksakan diriku menjadi kuat ! Dan harus bolak-balik ke labolatorium Prof. Hojo atau Hollander !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau benar. Turks lebih alami.&amp;rdquo; Sahut Rude lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno mencabut jerami di dekatnya dan memasukkannya ke mulut. Sesaat hening, kemudian mendadak dengan bersemangat Reno mencabut kembali jeraminya dan berseru; &amp;ldquo;Aha ! Aku punya ide !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Huh ?&amp;rdquo; Rude tersentak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Besok kita biarkan saja petugas kebersihan sosial yang melakukan tugas mereka seperti biasa di Midgar !&amp;rdquo; Ucap Reno; &amp;ldquo;Kita tetap keluar ke Midgar tapi kita pergi ke bar di Slum yang terpencil. Toh Lazard tidak akan tahu bedanya apa benar-benar kita yang membersihkannya atau tidak !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;T-tapi bagaimana dengan Tseng ?&amp;rdquo; Tanya Rude mengingatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semangat Reno langsung menguap mendengar nama itu; &amp;ldquo;Yah.. kau benar.&amp;rdquo; Dia menghela nafas; &amp;ldquo;Tseng bisa saja takkan mempercayai kita dan diam-diam menguntit kita besok.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah, kurasa begitu.&amp;rdquo; Rude mengangguk muram.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Semua orang terlalu mendewa-dewakan SOLDIER.&amp;rdquo; Tambah Reno; &amp;ldquo;Padahal seharusnya dulu level SOLDIER dan Turks sejajar. Semua ini karena si Anak Emas itu. Sephiroth. Dia menjadi Pahlawan dan sejak saat itu orang-orang berpikir SOLDIER seperti emas.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tapi Tseng tidak pernah mengkomplain tentang itu.&amp;rdquo; Ucap Rude lugu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bodoh, tentu saja dia tidak pernah mengatakannya.&amp;rdquo; Gerutu sahabatnya; &amp;ldquo;Tseng terlalu baik ! Lagipula dia mana berani menentang Sephiroth ?!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tapi Tseng kan bukan pengecut.&amp;rdquo; Kilah Rude.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku tidak bilang dia pengecut, dodol !&amp;rdquo; Gerutu Reno melihat kepolosan sahabatnya ini; &amp;ldquo;Aku bilang dia terlalu baik !&amp;rdquo; Siapa yang sangka meskipun sosok Rude terlihat seperti orang yang keras hati dan disiplin ternyata hatinya polos. Reno menggelengkan kepala dan meneruskan; &amp;ldquo;Kau ini seperti berwajah singa berhati rusa, Rude.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Huh ?&amp;rdquo; Rude tampak bingung; &amp;ldquo;Singa ? Rusa ? Kau baik-baik saja, Ren ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sudahlah !&amp;rdquo; Gerutu Reno; &amp;ldquo;Aku kan hanya mengumpamakan ! Kita para Turks mungkin memang berwajah singa berhati rusa, tetapi musuh kita di SOLDIER itu berwajah rusa berhati singa !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hening sejenak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jadi bagaimana dengan besok ?&amp;rdquo; Rude mengalihkan pembicaraan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Well, yah&amp;hellip;..&amp;rdquo; Reno angkat bahu; &amp;ldquo;Kita lihat saja apa Tseng akan menguntit kita besok !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya malam pun tiba. Keempat orang itu masing-masing sudah pulang dengan rasa tidak puas terhadap keputusan Lazard tadi siang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis masih terus mengeluh, mengomel, menggerutu, dan apa sajalah. Bahkan saat mereka berdua menikmati makan malam di apartemen yang mereka tinggali bersama pun Genesis masih mengeluh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibatnya Angeal sudah lebih dulu menyelesaikan makannya sedangkan Genesis yang makan sambil berbicara masih belum selesai setengah piring. Kadang Angeal heran bagaimana sahabatnya itu bisa tahan berbicara berjam-jam padanya tanpa henti (seperti juga sahabatnya itu tahan melafalkan Loveless berjam-jam tanpa henti) padahal bagi orang yang belum jelas mengenal Genesis akan mengatakan bahwa Genesis adalah anak pendiam yang lebih menyendiri dan lebih senang menghabiskan waktu dengan membaca dan menulis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal bersandar dan menyibukkan diri dengan Handphone-nya supaya tidak usah mendengarkan ocehan sahabatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengecek e-mail.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&amp;hellip;Lazard seharusnya tahu bahwa kedua bocah Turks itu tidak bisa dipercaya.&amp;rdquo; Genesis tengah menggerutu; &amp;ldquo;Dan bisa-bisanya Lazard menugaskan mereka berdua keluar besok ! Demi Gaia, aku yakin kedua bocah Turks itu akan pergi minum-minum di bar dan tidak akan mengerjakan tugasnya !&amp;rdquo; Dia menusuk sepotong daging dengan garpu-nya dan memasukkannya ke mulut. Untuk sementara lidahnya berhenti berbicara dan sibuk mengunyah. Diliriknya Angeal yang sedang berkonsentrasi pada Handphone. Alis Angeal berkerut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Angeal ?&amp;rdquo; Genesis mulai menyadari ada yang tidak beres ketika melihat ekspresi sahabatnya; &amp;ldquo;Ada apa ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Demi Gaia.&amp;rdquo; Jawab Angeal sambil masih membaca sesuatu di Handphone-nya; &amp;ldquo;Lihat ini, Genesis. Seseorang mengirimiku e-mail mengatakan bahwa dia tahu kita berdua tidak akan mengerjakan tugas kita besok !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Siapa yang mengirim ?&amp;rdquo; Genesis langsung melompat bangun dan mendekati sahabatnya, membaca pesan di e-mail yang tampil di layar Handphone Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tanpa nama.&amp;rdquo; Sahut Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh, tidak usah menebak dua kali ! Pasti bocah Turk itu !&amp;rdquo; Gerutu Genesis, lalu merebut Handphone Angeal; &amp;ldquo;Biar kubalas !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Genesis !&amp;rdquo; Angeal mencoba meraih kembali Handphone-nya tapi Genesis sudah membawanya menjauh sambil mengetik balasan disitu dengan serius. Angeal bangun dan menarik Handphone-nya dari tangan sahabatnya. Tetapi terlambat, Genesis sudah keburu memencet tombol &lt;em&gt;Send&lt;/em&gt;. Balasan sudah terkirim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa yang kau katakan ?&amp;rdquo; Angeal mengerutkan kening sambil membuka Outbox-nya untuk mencari hasil ketikan Genesis tadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Percuma, Angeal. Sudah terkirim.&amp;rdquo; Jawab Genesis sambil bangun dan menyalakan Laptop-nya sendiri; &amp;ldquo;Dan aku akan menanyakan alamat e-mail asli kedua bocah Turks itu sekarang. Tidak akan sulit mencarinya. Aku yakin beberapa SOLDIER cukup akrab dengan Turks dan punya alamat e-mail kedua bocah itu yang sebenarnya. Aku bisa melabrak mereka sepuasnya sekarang !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal memutar bola mata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ayolah.&amp;rdquo; Genesis menatap layar Laptop-nya; &amp;ldquo;Kita bisa memaki Turks sepuasnya lewat internet ! Lazard tidak akan tahu, kan ?! Juga Sephiroth sialan itu !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tapi&amp;hellip;&amp;hellip;..&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Well, kau lupa; mereka mengatakan bahwa SOLDIER adalah kelinci percobaan yang terlalu banyak disuntik Mako ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oke, kau menang, Genesis. Aku akan mendukungmu memaki mereka.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Rude !!&amp;rdquo; Seru Reno; &amp;ldquo;Kesini deh !! Lihat !!&amp;rdquo; Dia menunjuk ke layar Laptop-nya; &amp;ldquo;Aku tidak percaya ! &lt;em&gt;That bitch again&lt;/em&gt; !!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;S-siapa, Ren ?&amp;rdquo; Tergopoh-gopoh Rude menghampiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Si jalang dari SOLDIER !&amp;rdquo; Geram Reno; &amp;ldquo;Darimana dia bisa tahu alamat e-mail milikku..?!&amp;rdquo; Dia mengetikkan pertanyaan itu; &amp;ldquo;&lt;em&gt;Darimana kau bisa tahu alamat e-mail-ku?&lt;/em&gt;&amp;rdquo; Lalu dia menekan tombol Send. Tak puas, dia membuka messenger-nya dan langsung meng-add alamat e-mail Genesis supaya dia bisa men-dial-nya.&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;*&lt;em&gt;Untuk selanjutnya agar memudahkan percakapan, Authoress akan menggambarkannya dalam bentuk percakapan. Dan aku akan menggunakan bahasa Inggris, soalnya aneh kalo menulis percakapan di msn dgn bhs Indo.*&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Re=Reno&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Ru=Rude&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;A=Angeal&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;G=Genesis&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Re men-dial G di messenger)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : How did you get my e-mail address, bitch ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : Did you just call me bitch ?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : Right. Bitch.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : How immature.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : I like being immature. I&amp;rsquo;m still younger than you after all. And nothing&amp;rsquo;s wrong of being a kid in the heart, bitch.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : Type it once again and I swear for the shake of Gaia you&amp;rsquo;re gonna sorry tomorrow !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : I don&amp;rsquo;t think so, bitch, because tomorrow you&amp;rsquo;re gonna be busy cleaning our office, you won&amp;rsquo;t have time even to play around with your fucking sword.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : Look who&amp;rsquo;s talking. Aren&amp;rsquo;t you suppose to clean the drains under Midgar tomorrow ? Don&amp;rsquo;t think that I don&amp;rsquo;t know your plan. You&amp;rsquo;re planning to run tomorrow.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : Turks never run from their job, SOLDIER.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(&lt;em&gt;Mendadak A masuk ke percakapan ini&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A : Huh ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : Wow, very mature, Genesis, inviting your friend to help you.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A : Is that the Turk ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : How do you know my name, Turk ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : Your messenger tells, idiot.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(&lt;em&gt;Lalu Reno mengundang Rude masuk ke percakapan ini&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ru : Who&amp;rsquo;s this ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : Our beloved SOLDIERs.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(&lt;em&gt;Rude membaca ID messenger kedua tamunya&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ru : Genesis ? Angeal ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : Yeah, those two bitches.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A : What did you just call us ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : I said bitches.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A : Watch your mouth, kid. And I have no time for this.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G (&lt;em&gt;kuatir Angeal akan Sign off&lt;/em&gt;) : Angeal, wait !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A : Genesis, we don&amp;rsquo;t have time for these little kids. We&amp;rsquo;re busy, remember ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : Angeal, please. They call us bitches. They really need some serious lesson !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A : Oh, well. Look, kiddies. Reno.. that&amp;rsquo;s your name, right ?! Don&amp;rsquo;t play with Genesis and I, and we will forget about this.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : I guess being cocky is the effect of Mako ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A : Shut up !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : How dare you !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : C&amp;rsquo;mon, men. Why everyone always say SOLDIER is the best ? Better than Turk ? That&amp;rsquo;s totally unfair !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : Did you just say Turks are jealous with SOLDIERs ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ru : Jealous my ass ! We don&amp;rsquo;t have to be jealous at cocky poor men like you two.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : Know what ? I know your apartment address and I&amp;rsquo;m going to be there in the few mins. We shall finish this tonight.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(&lt;em&gt;Rude agak gentar tapi Reno masih cuek&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Re : Be my guests, SOLDIERs.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;G : You see that, Angeal ?! Let&amp;rsquo;s go now !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A : Verywell.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(&lt;em&gt;Genesis signs off&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(&lt;em&gt;Angeal signs off&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;Handphone Sephiroth berdering.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah ?&amp;rdquo; Dia menjawabnya dengan enggan. Nyaris tidak pernah sedetik pun para petinggi ShinRa membiarkannya tenang. Dia memang dibutuhkan. Selalu dibutuhkan, dan sangat dibutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sephiroth !&amp;rdquo; Suara Lazard; &amp;ldquo;Dengar, pergilah ke apartemen Reno dan Rude !&amp;rdquo; Dia menyebutkan alamatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa yang terjadi ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku juga baru dapat laporan dari salah seorang petugas yang patroli di stasiun Sektor Lima Midgar bahwa empat orang sedang berkelahi disana dan merusakkan setengah gedung. Reno Sinclair, Rude, Genesis Rhapsodos, dan Angeal Hewley.&amp;rdquo; Jawab Lazard cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menyumpah tak jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku akan menyuruh Tseng kesana, juga beberapa 1th Class SOLDIERs untuk membantumu dan beberapa petinggi di Turks---&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tidak usah !&amp;rdquo; Putus Sephiroth dengan geram; &amp;ldquo;Aku bisa menangani Rhapsodos dan Hewley sendiri ! Tapi aku akan butuh Tseng untuk mendiamkan Sinclair dan Rude !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Baiklah kalau begitu. Kupercayakan padamu, Sephiroth. Aku akan menelepon Tseng sekarang !&amp;rdquo; Lazard memutuskan hubungan telepon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth segera bergegas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya pertarungan berhasil dihentikan. Sephiroth maju ke tengah pertarungan itu dan menghentikan keempatnya sekaligus. Tseng sudah tiba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Coba kalian jelaskan pada aku dan General !&amp;rdquo; Seru Tseng marah sambil menatap Reno dan Rude; &amp;ldquo;Apa yang kalian kerjakan malam-malam begini ?!?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Reno dan Rude saling pandang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;SOLDIER duluan yang cari gara-gara !&amp;rdquo; Kata Rude akhirnya; &amp;ldquo;Genesis Rhapsodos mengirim e-mail kepada Reno berisi makian.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menatap Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Turks duluan yang mengirimi e-mail kepada Angeal !&amp;rdquo; Bantah Genesis; &amp;ldquo;Reno Sinclair berusaha memancing kemarahan kami dengan mengatakan bahwa dia tahu kami tidak akan mengerjakan tugas kami besok, dan celakanya dia selalu berhasil memancing kemarahan kami !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku tidak mengerti ocehanmu, songbird !&amp;rdquo; Gerutu Reno; &amp;ldquo;Memangnya aku mengirim e-mail pada Angeal ?!? Kau duluan yang mengirimiku e-mail. Aku mendapatkan alamat e-mail-mu dari kirimanmu sendiri, sedangkan aku bahkan tidak tahu darimana kau mendapatkan alamat e-mail-ku !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jangan pura-pura !&amp;rdquo; Balas Genesis; &amp;ldquo;Dasar bocah kekanakkan !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;SOLDIER jalang ! Silakan panggil aku bocah ! Aku memang lebih muda darimu.&amp;rdquo; Reno tak mau kalah; &amp;ldquo;Dan aku memang tidak ingin jadi dewasa setelah melihat contoh arti &amp;lsquo;&lt;em&gt;dewasa&lt;/em&gt;&amp;rsquo; dari dirimu, jalang !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sebut kata itu lagi !&amp;rdquo; Teriak Genesis; &amp;ldquo;Kau yang memulai ini semua ! Gaia tahu bahwa kau mengirimi Angeal e-mail secara tersamar dengan menggunakan account baru atau apa; pokoknya tidak ada alamat dan nama pengirim !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth mengerjapkan mata. &amp;ldquo;T-tunggu !&amp;rdquo; Putusnya sebelum Reno bicara lagi; &amp;ldquo;Apa katamu tadi, Genesis ? Apa isi e-mail yang kau maksudkan itu ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Katanya,&amp;rdquo; Angeal yang menjawab; &amp;ldquo;Dia tahu kami pasti tidak akan mengerjakan tugas kami besok !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendadak ekspresi muka Sephiroth berubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;General ?&amp;rdquo; Angeal menyadari itu dan terlintas di benaknya sesuatu; &amp;ldquo;Kau---Hey, e-mail itu bukan darimu, kan&amp;hellip; General&amp;hellip;?!?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth diam sejenak. Semua mata tertuju padanya. Akhirnya dengan pelan; meskipun mukanya merah padam; tanpa ekspresi dia menjawab; &amp;ldquo;Yeah, itu aku.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh !!&amp;rdquo; Seru Genesis; &amp;ldquo;Seharusnya aku tahu ! Dan apa maksudmu, General ? Kau tahu kami tidak akan mengerjakan tugas kami ?! Kau pikir kami anak kecil ?! Kau terlalu rendah menilai kami, Sephiroth !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum Sephiroth menyahut, Reno menyeletuk; &amp;ldquo;Makanya, jangan nuduh orang sembarangan dulu, SOLDIER !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Diam kau, Sinclair !&amp;rdquo; Tseng menenangkan. Dia melirik Sephiroth dan menghela nafas; &amp;ldquo;Ternyata ini hanya kesalahpahaman belaka. Jadi sekarang bagaimana kalau kita semua saling berjabat tangan dan berbaikan lagi ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Well&amp;hellip;.&amp;rdquo; Sephiroth angkat bahu; &amp;ldquo;Terserah kau saja.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oke.&amp;rdquo; Kata Tseng; &amp;ldquo;Reno, Rude. Kalian jabatlah tangan Angeal dan Genesis !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun mendongkol, dengan ogah-ogahan akhirnya keempat orang itu mau juga berjabat tangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Hukuman besok tetap berlaku.&amp;rdquo; Lanjut Tseng; &amp;ldquo;Tapi kurasa kita harus memberi kepercayaan kepada mereka berempat untuk menjalankannya sendiri, General ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah.&amp;rdquo; Sahut Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bagus. Kuanggap semua selesai sampai disini, ya.&amp;rdquo; Kata Tseng pula sambil tersenyum; &amp;ldquo;Aku mau kembali pulang dan tidur. Reno, Rude, kalian berdua juga harus kembali tidur !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Mana bisa ?!&amp;rdquo; Seru Reno; &amp;ldquo;Separuh bangunan apartemen kami sudah hancur dan dilalap api !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tseng dan Sephiroth saling pandang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Begini saja.&amp;rdquo; Ucap Tseng; &amp;ldquo;Terpaksa malam ini Reno dan Rude tidur di apartemenku. Dan untuk menghindari pertengkaran, bagaimana kalau Anda mengajak Angeal dan Genesis tidur di apartemen Anda malam ini, General ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Well&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo; Sephiroth tampak ragu. Dia tidak menyadari ekspresi wajah Genesis seketika berubah. Akhirnya Sephiroth menghela nafas dan menjawab; &amp;ldquo;Baiklah. Anggap saja untuk mengantisipasi pertengkaran.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sepakat.&amp;rdquo; Tseng tersenyum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan hanya dia yang tersenyum. Meskipun Reno dan Rude tampak tak senang dengan keputusan Tseng yang berarti bahwa kebebasan Reno dan Rude malam ini terkekang, Genesis tampak tersenyum puas&amp;hellip; sebuah senyum senang dan bergairah. Hanya Angeal yang menyadari Genesis tampak bersemangat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ha, tidur seatap dengan Sephiroth semalam. &lt;em&gt;Hadiah&lt;/em&gt; yang menyenangkan dari perkelahiannya dengan Turks.&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;The End.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-5808849877173408395?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/5808849877173408395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/turks-and-soldiers.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/5808849877173408395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/5808849877173408395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/turks-and-soldiers.html' title='The Turks and The Soldiers'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-6354295058752248044</id><published>2009-05-01T09:48:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T16:53:05.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yaoi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hollander'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sephiroth-Genesis'/><title type='text'>Hollander's Dirty Wish</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SHINRA ACADEMY : &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;HOLLANDER&amp;rsquo;S DIRTY WISH&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rating : M&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Charas : Hollander, Genesis, Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setting : Somewhere in the past; ShinRa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genre : (Apa aja deh, agak2 &lt;em&gt;horor &lt;/em&gt;bagi saia &amp;ndash; wkwkwkwk&amp;hellip; xD)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warning : Sedikit Yaoi yang bikin merinding, tapi nggak ada Lime/Lemon. Kalau nggak suka, silakan lewatkan chapter ini karena chapter berikutnya tidak berhubungan dengan yang ini.&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;Hollander menatap wajah seorang pemuda yang sedang tidur di atas dipan di ruangan labolatorium-nya. Wajah itu begitu memukaunya. Penuh dengan daya tarik duniawi. Bibir yang sedikit terbuka seolah menantang siapa pun untuk melumatnya. Hollander mendekat, mengawasi wajah si pemuda lebih dekat lagi. Sekarang dia bisa tenang-tenang mengawasinya. Jika sepasang mata pemuda itu membuka; menampakkan bola mata biru-kelabu yang indah itu; maka Hollander takkan berani lagi memandangi wajah itu lama-lama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya sayang sekali Hollander tidak bisa menatap sepasang mata biru-kelabu yang cantik milik si pemuda yang sedang tertidur ini. Mata itu; Hollander mengingatnya; begitu hidup. Begitu penuh daya pikat duniawi. Begitu menantang. Penuh aroganisme dan kecongkakan, tetapi begitu indah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlahan sang profesor tua mengulurkan tangannya. Jemarinya menyentuh pipi si pemuda yang sedang tidur ini. Pemuda itu tidak merasakannya. Oh tentu saja tidak. Obat tidur racikan Hollander memang keras. Sang profesor tersenyum sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Burung merak merah; Pikir Hollander sambil mengagumi kecantikan si pemuda yang sedang tidur di dipannya. Pemuda itu adalah SOLDIER Kelas Pertama; Genesis Rhapsodos; mahluk yang bermain dengan api laksana burung phoenix. Tetapi saat ini Genesis sama sekali tidak berbahaya, sebab pengaruh obat tidur jelas membiusnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander menikmati menyentuh kulit wajah Genesis yang putih bersih, kemudian ke bibirnya yang sedikit terbuka. Perlahan Hollander memasukkan jari telunjuknya ke mulut Genesis; mendorong bibir itu membuka. Telunjuk sang profesor terus masuk ke dalam mulut sang SOLDIER. Hollander menutup mata; membayangkan SOLDIER Kelas Pertama itu menghisap jarinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian sang profesor membuka mata lagi, menatap kembali wajah cantik yang sedang tertidur itu; seakan tidak ada di dunia ini yang bisa membangunkannya. Bahkan ciuman sekali pun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang profesor menarik kembali jarinya dari mulut Genesis. Kemudian profesor itu membungkuk; mendekatkan wajahnya ke wajah Genesis; sampai dia bisa merasakan nafas pelan sang SOLDIER yang tertidur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis terlalu menarik; Pikir Hollander; Sangat&amp;mdash;&lt;em&gt;sangat&lt;/em&gt;&amp;mdash;menantang. Membuat siapa pun merasa tertantang untuk memilikinya; menyentuhnya; menundukkannya&amp;hellip;. Tetapi tentu saja tidak akan ada yang bisa berhasil, sebab Genesis adalah SOLDIER Kelas Pertama yang terhebat setelah Sephiroth&amp;hellip;..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setara dengan Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander mengamati wajah Genesis dari dekat; membayangkan apakah Angeal pernah menikmati bibir si rambut merah itu. Angeal; putranya tersayang. Putra tunggalnya yang baik, yang tidak (belum) tahu bahwa Hollander adalah ayahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah putra tunggalnya; Angeal; pernah menciumi bibir si rambut merah ini&amp;hellip; atau malah mungkin lebih dari itu ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander sudah sering memperhatikan keduanya dari jauh sejak keduanya tiba di ShinRa Building ini. Bisa dikatakan Genesis-lah yang lebih dominan. Jadi.. apakah bibir si rambut merah ini pernah memaksa mencium bibir Angeal..?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander paham sifat keduanya. Kalau ada sesuatu pernah terjadi di antara Angeal dan Genesis; itu semua adalah upaya Genesis. Mahluk berambut merah ini begitu liar, penuh nafsu duniawi, sekaligus penuh daya pikat yang menggairahkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jari-jari Hollander bergerak ke leher Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahluk ini adalah ciptaanku; Pikirnya; Ciptaanku yang gagal. Tentunya saat ini mahluk malang ini tidak pernah mengira bahwa dirinya hanyalah sebuah ciptaan yang gagal. Hollander tersenyum. Jari-jarinya kini melepaskan pelindung bahu kiri Genesis, lalu pelindung bahu kanan, kemudian perlahan menanggalkan jubah merah Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander meletakkan jubah merah itu di lantai, lalu tangan sang profesor bergerak ke ban pinggang sang SOLDIER yang tertidur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahluk pongah yang malang; Batin sang profesor lagi; Burung merak. Mahluk ini belum sadar apa yang akan menimpanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang profesor menggeleng prihatin. Bukan karena kasihan pada monster yang sedang tertidur ini, tetapi karena menyesali kegagalannya. Angeal; putranya; adalah sesuatu yang lebih sempurna ketimbang monster berambut merah ini. Tapi sama saja. Baik Genesis maupun Angeal; keturunan Project-G yang diciptakan Hollander ini; tidak pernah bisa menyamai hasil dari Project-S ciptaan Hojo sialan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis mengeluarkan bunyi rintihan pelan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander tersentak dan buru-buru menarik tangannya dari kulit sang SOLDIER. Tentunya si profesor tua ini tidak mau ambil resiko sang SOLDIER menyadari apa yang sedang terjadi. Tetapi untunglah rupanya SOLDIER itu belum bisa terbangun dari tidurnya juga. SOLDIER itu hanya merintih pelan sedetik lalu kembali terlelap; memberi kesempatan pada Hollander untuk kembali menyentuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander tahu persis siapa yang diinginkan oleh monster ciptaannya ini. Memang sudah takdirnya. Memang sudah ditanamkan dalam darahnya. Bahkan jika monster itu berusaha untuk mengelak pun akan sia-sia. Sebagai ciptaan sulung dari Project-G; dalam diri Genesis secara otomatis menyukai Sephiroth; mengharapkan Sephiroth yang merupakan ciptaan tunggal dari Project-S saat ini. Hampir seperti Adam dan Hawa. Hampir bisa diistilahkan bahwa Genesis diciptakan dari tulang rusuk Sephiroth; tepatnya sel Jenova yang berada dalam tubuh Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberhasilan Hojo, dan kegagalan Hollander.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth bahkan tidak mau membalas perasaan Genesis; tidak perduli bagaimana indahnya fisik Genesis. Menurut pengamatan Hollander selama ini, Sephiroth agaknya cukup baik pada Angeal; mahluk kedua hasil keturunan Project-G. Tetapi jelas bukan berarti Sephiroth jatuh cinta kepada salah satu pun di antara Genesis maupun Angeal. Hanya saja sebagai seorang sahabat atau kakak; Sephiroth agaknya lebih menyukai Angeal daripada Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu saja; Pikir Hollander. Angeal memiliki budi pekerti yang baik. Dan Angeal adalah ciptaan yang lebih sempurna ketimbang Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun begitu; Hollander tahu bahwa &lt;em&gt;keindahan&lt;/em&gt; yang dimiliki kedua monster ciptaannya bukan hasil kreasi tangannya. Itu adalah pemberian Gaia. Keindahan fisik yang didapat secara biologis. Begitulah darimana Angeal bisa mendapatkan rambut hitamnya yang tebal bergelombang. Rambut yang mirip dengan ibu biologis Angeal; yaitu Gillian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Istri Hollander. Istrinya yang sah hingga saat ini; yang ditinggalkannya di desa Banora. Hollander meninggalkan istri dan anaknya demi mengabdi kepada ShinRa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bicara soal Gillian, sebenarnya ada bagian-bagian dalam diri Genesis yang juga mirip dengan Gillian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sel Jenova; disuntikkan lebih dahulu kepada Gillian. Kemudian dari situlah sel Gillian disuntikkan kepada si bayi tabung yang sekarang sudah menjadi manusia dewasa di depannya ini. Ciptaan yang tidak sempurna. Monster. Meskipun begitu; bayi tabung juga dihasilkan dari persilangan sel sperma dengan sel telur manusia, hanya saja bukan secara normal. Orang tua biologis Genesis adalah Kepala Desa Banora dan istrinya. Sang Kepala Desa memang sudah merupakan abdi setia ShinRa dan menerima bayi yang diberikan padanya, meskipun awalnya istrinya agaknya jijik dengan si bayi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian dari Gillian sendiri secara langsung melahirkan bayi; yang tentunya menjadi ciptaan yang lebih sempurna dibanding yang pertama tadi. Bayi yang lebih normal ini adalah Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entah darimana Genesis mendapatkan rambut merahnya; sebab baik Gillian maupun orang tua biologis Genesis sendiri berambut hitam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan kedua adik biologis Genesis; Weiss dan Nero; memiliki proses kelahiran yang jauh lebih normal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu saja jika bicara soal fisik, memang Hollander mengakui bahwa monster berambut merah ini sangat sempurna; setidaknya saat ini; sebab kesempurnaannya ada batasnya dan dengan cepat akan menguap. Sayangnya itu juga akan terjadi kepada Angeal; tetapi dengan kondisi berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sepasang mahluk Project-G; Genesis dan Angeal; masih belum bisa menandingi satu-satunya mahluk dari Project-S milik Hojo; Sephiroth; putra biologis Hojo sendiri dengan si cantik Lucrecia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander menghela nafas menyadari kenyataan itu. Kegagalannya. Dan lagi-lagi keberhasilan Hojo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diam-diam timbul harapan aneh di batin Hollander. Meskipun sepasang monster hasil kreasinya tidak bisa menandingi Sephiroth; dia berharap setidaknya salah satu bisa menjadi pasangan Sephiroth. Bukankah Genesis sangat serasi dengan Sephiroth ? Di seluruh ShinRa ini, siapakah yang bisa menandingi keindahan fisik Genesis ? Mahluk paling cantik di SOLDIER. Sayangnya itu tidak akan berlangsung lama. Dan ketika rambut mahluk ini memutih serta tubuhnya melemah; meskipun kulitnya tidak berubah; apa Sephiroth masih mau meliriknya ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yah, sekarang saja tidak. Apalagi nanti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander kembali membelai pipi si monster berambut merah yang sedang tertidur. &amp;ldquo;Kenapa kau tidak mau berusaha lebih keras ?&amp;rdquo; Bisik sang profesor; &amp;ldquo;Bukankah kau sangat menginginkan Sephiroth ? Kenapa kau tidak mau memaksa lebih keras ? Kau sangat menginginkannya; semua orang tahu itu. Kau membencinya sekaligus mengharapkannya. Kau iri padanya sekaligus mengaguminya setengah mati. Semua orang bisa melihatnya. Terpancar dari matamu, ekspresi wajahmu, gairahmu, kata-katamu, sikapmu, bahkan aku bisa melihat getaran kulitmu yang mendambakan untuk bersentuhan dengan kulitnya.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Authoress : *Coughs* Itu menjijikkan. I need a break. Phew. Air. *gasp*&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oke, lanjut&amp;hellip;..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jari-jari Hollander menyentuh tubuh Genesis perlahan, dari ujung kepalanya; lalu rambutnya; lalu beralih ke wajah&amp;mdash;kelopak mata yang tertutup, pipi, hidung, bibir yang sempurna, lalu dagunya. Kemudian leher dan terus turun&amp;hellip;..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander tidak pernah bisa mengerti kenapa putra Hojo menolak mahluk seindah ini. Memang sih; keindahan ini akan pudar begitu proses degradasinya dimulai, tetapi saat ini.. siapa di dalam nama Gaia yang bisa menandingi keindahan burung merak merah ini&amp;hellip;?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan frustasi Hollander teringat kembali kepada Hojo dan Lucrecia. Ya, pastilah Sephiroth mewarisi keangkuhan Hojo dan Lucrecia. Hati yang dingin milik Hojo dan Lucrecia, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa sel-sel dalam tubuh Sephiroth adalah pemberian Jenova. Yang paling menimbulkan frustasi adalah fisik Sephiroth yang sungguh mengingatkan akan ibu biologisnya yang cantik rupawan. Wanita dambaan Hollander; yang telah menolak Hollander untuk Hojo. Si cantik Lucrecia; wanita paling sempurna&amp;hellip;&amp;hellip;..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kalau bukan Genesis,&amp;rdquo; Bisik Hollander pada dirinya sendiri; &amp;ldquo;Pilihlah Angeal, Sephiroth..!!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sialnya, tepat saat dia mengatakan kata terakhir, pintu ruangan labolatoriumnya terbuka. Hollander menengok dan nyaris terlompat menyadari siapa yang berjalan masuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;S-S-S-Sephiroth&amp;hellip;?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth tentu saja tidak mendengar jelas ucapan Hollander mengenai &amp;ldquo;pilihlah Angeal&amp;rdquo; tetapi dia jelas tidak menyukai pemandangan yang dilihatnya. &amp;ldquo;Singkirkan tangan kotormu darinya !!!&amp;rdquo; Sephiroth langsung membentak. Pemandangan yang dilihatnya memang layak untuk membuat si pemilik pedang Masamune ini naik darah. Bagaimana tidak ?! Dia melihat sahabatnya tersayang (oke, mungkin bukan &amp;lsquo;&lt;em&gt;tersayang&lt;/em&gt;&amp;rsquo; tapi toh tetap &lt;em&gt;sahabat&lt;/em&gt;nya) berbaring tak sadarkan diri di atas dipan labolatorium; tanpa mengenakan busana apa pun lagi; dan si tua Hollander berdiri di sisi dipan; membungkuk dan menyentuh tubuh sahabatnya itu. Walaupun Hollander tidak tampak bernafsu dengan tubuh yang dilihatnya, tetapi toh Sephiroth tetap tidak bisa menerima perlakuan seperti itu kepada sahabatnya !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pedang Masamune nyaris menebas putus kepala Hollander jika Hollander tidak buru-buru membanting diri untuk tiarap sampai menabrak meja dan terguling ke sudut ruangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan cepat Sephiroth menyambar kain selimut yang berada di kaki Genesis lalu menutupi tubuh sahabatnya itu, kemudian dia menghampiri Hollander yang tersudut. Pedang Masamune-nya terarah mengancam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa yang kau lakukan ??!&amp;rdquo; Bentak Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;S-S-S-Sephiroth-T-t-idak-a-ada-y-yang-k-kulakik-&lt;em&gt;maksudku&lt;/em&gt;-kulakukan---&amp;rdquo; Hollander tergagap memandang sosok marah di hadapannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau apakan dia ??!&amp;rdquo; Sephiroth membentak lagi; &amp;ldquo;Jawab yang benar !!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;A-aaa-aku..me-me-memeriksanya&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo; Otak Hollander bekerja sementara dia memberanikan dirinya mengucapkan dalih; &amp;ldquo;D-dia demam ! A-aku mengecek s-s-suhu b-badannya&amp;hellip;..&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Benarkah begitu ?!&amp;rdquo; Tanya Sephiroth tanpa menurunkan pedangnya. Ekspresinya masih terlihat sangat murka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Y-yaaa&amp;hellip;.&amp;rdquo; Hollander mengangguk-angguk meyakinkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku tidak merasa kau mengatakan yang sebenarnya !&amp;rdquo; Lanjut Sephiroth pula; &amp;ldquo;Sebab menurutku Genesis tidak akan membiarkanmu melepaskan seluruh pakaiannya begitu !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;D-dia.. t-tertidur&amp;hellip;..&amp;rdquo; Hollander membela diri; &amp;ldquo;A-aku m-melakukannya d-di-luar kesadarannya&amp;hellip; se-sebab a-aku ha-harus m-mengecek suhu b-badannya&amp;hellip;..&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tidak bisakah kau mengecek suhu badannya dengan menempelkan termometer pada lehernya atau semacam itu ?!&amp;rdquo; Balas Sephiroth; &amp;ldquo;Yang kulihat tadi sangat menjijikkan !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;M-maafkan a-aku, S-Sephiroth&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo; Hollander buru-buru bertekuk lutut; &amp;ldquo;Tadi a-aku sa-sangat bingung.. m-maka aku berbuat b-bodoh&amp;hellip;.. Kau tahu kan, a-aku tidak bermaksud melakukan hal-hal yang diluar kesusilaan kepadanya&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yang benar ?!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sephiroth ! Kau tahu aku, kan&amp;hellip; A-aku sudah tua, dan a-aku sudah mengabdi lama di ShinRa. Apa m-mungkin aku berbohong pada se-seorang SOLDIER Kelas Pertama sepertimu ?! Kau tahu sendiri; a-aku laki-laki. Aku t-tidak tertarik kepada sesama laki-laki !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku jelas tahu kau laki-laki, tetapi aku tidak yakin kau tertarik atau tidak kepada sesama jenis.&amp;rdquo; Gerutu Sephiroth; &amp;ldquo;Sebab di ShinRa ini semuanya bertingkah aneh belakang ini !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sephiroth, ayolah&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Baiklah. Kita andaikan kau jujur. Tapi kenapa kau membius Genesis ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;M-memb-bius&amp;hellip;?&amp;rdquo; Ulang Hollander kaget. Dia heran bagaimana Sephiroth bisa tahu dia telah memberi Genesis obat tidur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jangan membodohiku, Profesor.&amp;rdquo; Sahut Sephiroth; &amp;ldquo;Aku kenal Genesis. Aku pernah beberapa kali bertanding dengannya. Level kekuatannya sangat tinggi; nyaris menyamaiku; dan orang macam kau takkan bisa menyentuhnya tanpa membuatnya terbangun. Sekarang ini kita berdua berbicara dengan suara keras dan berisik, aku heran kenapa dia tidak terbangun jika memang dia tidak dibius, sedangkan orang biasa yang bukan SOLDIER saja pasti terbangun kalau ada yang berisik di dekat tempat tidurnya.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;A-a-aaaa&amp;hellip;..&amp;rdquo; Sesaat Hollander hanya bisa tergagap lagi. Tetapi Masamune semakin mendekat ke lehernya, maka dengan cepat dia memberi alasan; &amp;ldquo;A-aku tidak me-membius G-Genesis&amp;hellip;.. Pasti a-asistenku tidak sengaja memasukkan o-obat tidur ke gelas yang ditujukan untuk Genesis&amp;hellip;..&amp;rdquo; Sang profesor bersimpuh; &amp;ldquo;Tolonglah, General. Percayalah, aku tidak mungkin punya maksud tertentu terhadap Genesis; apalagi dia adalah SOLDIER Kelas Pertama ! K-kau tahu aku sudah lama berada di ShinRa dan a-aku cukup dipercayai oleh P-president ShinRa&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth diam sejenak. Mudah baginya untuk memotong kepala si tua di depannya ini. Tetapi dia tahu bahwa President ShinRa mempercayai si tua ini, dan jika dia membunuh si tua ini maka dia akan menimbulkan banyak tanda tanya dan rentetan penyelidikan mengenai motifnya membunuh dan itu malah akan semakin memalukan Genesis sendiri. Maka dia menurunkan pedangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kalau sampai terjadi lagi, Profesor, aku tidak akan memberi ampun.&amp;rdquo; Ucapnya mengancam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;B-baik&amp;hellip;.!&amp;rdquo; Jawab Hollander.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Dan mulai sekarang setiap kali Genesis harus mengunjungimu untuk keperluan apa pun, aku akan memastikan aku menemaninya.&amp;rdquo; Lanjut Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;S-silakan.&amp;rdquo; Sang profesor mengiyakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Berapa lama sampai pengaruh obat bius sialanmu lenyap ?&amp;rdquo; Tanya Sephiroth pula; &amp;ldquo;Berapa lama Genesis akan tidur ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;S-sekitar.. d-dua hari.&amp;rdquo; Sahut Hollander; &amp;ldquo;D-dia akan b-baik-baik saja begitu sadar. Ha-hanya obat tidur biasa, tidak akan ada efek samping.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bagus. Kalau sampai dua hari dia belum bangun juga; atau jika dia bangun dalam keadaan tidak sehat; aku akan mencarimu lagi !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Y-yaa&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth yang sudah menyimpan kembali pedangnya; berjalan ke dipan lagi. Dia menyambar semua pakaian Genesis dan memakaikannya kepada sahabatnya itu tanpa berhasil membuat Genesis terbangun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander mengawasinya. Ekspresi Sephiroth tetap dingin, tidak ada perubahan; meskipun gerakannya memakaikan pakaian di tubuh sahabatnya tergolong lembut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander memberanikan diri bertanya; &amp;ldquo;K-kau.. menyukainya ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth tidak menjawab. Dia menyelesaikan memakaikan pakaian kepada sahabatnya yang tertidur seperti boneka saja. Lalu dia mengangkat tubuh sahabatnya itu dan menggendongnya keluar tanpa menengok lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hollander menghela nafas. &amp;ldquo;Kelihatannya&amp;hellip;.&amp;rdquo; Pikirnya; &amp;ldquo;Harapanku sebenarnya akan tercapai. Hanya tinggal soal waktu. Sebetulnya anak Lucrecia menyukai monster ciptaanku itu, hanya saja dia berusaha lari dari perasaannya sendiri&amp;hellip;. Menarik. Hojo juga pasti menyadari itu.&amp;rdquo; Perlahan dia bangkit; &amp;ldquo;Tapi anak Lucrecia itu.. wajahnya benar-benar mirip dengan ibunya !&amp;rdquo; Dia menghela nafas penuh kerinduan membayangkan Lucrecia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia teringat alasan pertama Hojo dan dirinya mulai menciptakan project-project ini waktu mereka berdua masih muda; sebenarnya semua hanya demi cinta mereka kepada Lucrecia. Mereka berdua menghabiskan bertahun-tahun untuk memberi &amp;ldquo;hadiah&amp;rdquo; kepada Lucrecia; yaitu mahluk hidup campuran antara biologis dengan ilmu pengetahuan. Tetapi kemudian terjadi hal yang tidak menyenangkan dan Lucrecia dikurung dalam salah satu tabung eksperimen karena cinta Hojo dan Hollander kepada wanita itu surut dan bergantikan dengan cinta kepada ilmu pengetahuan. Mereka menjadi lebih mencintai project mereka daripada mencintai Lucrecia. Mahluk yang diciptakan oleh Hojo memiliki unsur &amp;ldquo;Yang&amp;rdquo; (Positif), sedangkan mahluk yang pertama kali diciptakan oleh Hollander memiliki unsur &amp;ldquo;Yin&amp;rdquo; (Negatif) meskipun yang kedua tidak.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;The End&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Authoress : Gua ngga tau Hollander naksir Lucrecia apa engga. Tapi di fanfic ini gua anggap aja begitu.. Hehe. Dan tentang Project-G adalah &amp;ldquo;pasangan&amp;rdquo; Project-S itu adalah bisa-bisanya gua.. xD&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-6354295058752248044?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/6354295058752248044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/hollanders-dirty-wish.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/6354295058752248044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/6354295058752248044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/hollanders-dirty-wish.html' title='Hollander&apos;s Dirty Wish'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-3833663974316145699</id><published>2009-05-01T09:47:00.001-07:00</published><updated>2009-05-01T09:47:43.156-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sephiroth-Genesis'/><title type='text'>Crazy</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SHINRA ACADEMY : &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;CRAZY&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rating = K+, Charas = Sephiroth &amp;amp; Genesis R.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setting = Seph, Gen, Ang; were in First Class SOLDIER together&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genre = Humor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Summary = Just crazy&amp;hellip;..&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Please&lt;/em&gt;, please, please, please !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth memutar bola mata. Dia menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya; menatap mahluk berambut merah yang sedari tadi membuntutinya kesana-sini seperti seekor anak anjing sambil mendendangkan; &amp;ldquo;&lt;em&gt;Please&lt;/em&gt;&amp;hellip; &lt;em&gt;please&lt;/em&gt;&amp;hellip;.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ekspresi Sephiroth pasti ekspresi kesal, sebab Genesis langsung mundur selangkah sambil menyeringai dan mengatupkan kedua tangannya di depan dada seperti orang memohon sambil berkata lagi; &amp;ldquo;Seph ? Ayolah ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demi Gaia ! Sephiroth menahan diri untuk tidak segera mendaratkan bogem mentah di muka mahluk berambut merah satu itu. Entahlah kenapa Gaia menciptakan mahluk berambut merah itu memiliki pita suara yang cukup kuat. Selain untuk membacakan Loveless yang menimbulkan depresi aneh, pita suara itu ternyata juga berguna untuk &lt;em&gt;berkicau&lt;/em&gt; tanpa henti----&lt;em&gt;Berbicara&lt;/em&gt;; maksudnya. Tapi di telinga Sephiroth sudah hampir tak ada bedanya dengan burung yang sedang ribut mencicit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Genesis.&amp;rdquo; Kata Sephiroth; &amp;ldquo;Sudah kubilang kira-kira seratus kali; pergilah bersama Angeal saja !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Dan sudah kujelaskan juga kira-kira seratus kali,&amp;rdquo; Balas Genesis; &amp;ldquo;Angeal sudah punya janji lain besok. Kira-kira sepuluh orang anak didiknya sudah mengiriminya kartu Valentine untuk mengajaknya kencan.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Dan kau juga tentunya pasti sudah mendapatkan kira-kira dua puluh kartu ajakan kencan.&amp;rdquo; Jawab Sephiroth sejujurnya. Dia sadar bahwa Genesis memang *&lt;em&gt;Coughs&lt;/em&gt;*-Hot-&lt;em&gt;Coughs&lt;/em&gt;*. Tentu saja tidak berarti bahwa Sephiroth menyukai Genesis seperti seorang pria menyukai wanita. Harga diri Sephiroth terlalu tinggi untuk bisa jatuh cinta pada sesama laki-laki; termasuk si rambut merah di hadapannya ini yang memiliki sosok feminim dengan sepasang mata biru keabu-abuan yang memancarkan segala pancaran daya tarik duniawi dan tampak menantang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menantang orang untuk mendekatinya, memilikinya, mencintainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth buru-buru menepiskan pikiran gilanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku memang sudah mendapatkan banyak ajakan.&amp;rdquo; Sahut Genesis; &amp;ldquo;Tapi hanya kau yang kuinginkan, Sephiroth !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bisakah kau pelankan suaramu ?! Nanti orang-orang yang mendengar bisa mengira kau ini homosex !&amp;rdquo; Gerutu Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi, demi Gaia, Genesis malah menjawab dengan kalem; &amp;ldquo;Oh, aku tidak keberatan dianggap begitu.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Huh ?!?&amp;rdquo; Sephiroth menegas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ah, tidak.&amp;rdquo; Si rambut merah menyeringai lagi; &amp;ldquo;Aku tidak bilang apa-apa. Nah, Sephiroth, maukah kau menerima ajakan kencanku untuk besok ? Kita bisa pergi ke Midgar, nonton bioskop, makan di restoran, lalu jalan-jalan ke taman hiburan atau apa saja, dan----&lt;em&gt;dan&lt;/em&gt;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Caramu mengatakannya membuatku merinding.&amp;rdquo; Gerutu Sephiroth lagi; &amp;ldquo;&lt;em&gt;Songbird&lt;/em&gt;, pergilah bersama orang lain ! Aku tidak punya waktu untuk jalan-jalan besok.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tapi a-aku kan hanya akrab denganmu dan Angeal !&amp;rdquo; Rengek Genesis; &amp;ldquo;Angeal sudah pasti tidak bisa menemaniku besok ! Hanya tinggal kau satu-satunya yang dekat denganku di dunia ini..!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Pergilah bersama kedua adikmu, oke ?!&amp;rdquo; Sephiroth menatap sahabatnya itu; &amp;ldquo;Kau punya dua adik, kan ?! Weiss dan Nero. Kau anak sulung. Sekarang kau berada duduk dalam posisi SOLDIER Kelas Pertama, dan kau berusia dua puluh lima, tolong berhentilah merengek begitu !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi kemudian Sephiroth langsung menyesali perkataannya setelah dilihatnya Genesis tampak sangat sakit hati. Ekspresi kecewa tercermin di wajah si rambut merah itu; entah dibuat-buat atau tidak; yang jelas menjengkelkan Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oke ! Baiklah !&amp;rdquo; Akhirnya Sephiroth menyerah; &amp;ldquo;Aku akan pergi bersamamu besok, tapi aku tidak ingin kau menyebut itu sebagai &lt;em&gt;Kencan&lt;/em&gt;, mengerti ?! Kata itu menakutkanku ! Anggap saja kita berjalan-jalan di hari santai sebagai seorang sahabat !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Baiklah. Setuju.&amp;rdquo; Genesis kembali tersenyum cerah; &amp;ldquo;Kau sebut saja apa pun namanya itu sesuai kemauanmu, dan aku akan menyebutnya sesuai kemauanku; oke ?! Besok aku akan menjemputmu ke apartemenmu jam sepuluh. Nah, sampai besok.&amp;rdquo; Dia bersiul-siul, membalikkan tubuh, lalu meninggalkan Sephiroth sambil kembali mengutip Loveless-nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Apa saja deh&lt;/em&gt; ! Pikir Sephiroth capek sambil mengawasi punggung Genesis yang menjauh; &lt;em&gt;Yang penting akhirnya sekarang burung sialan itu pergi dari hadapanku&lt;/em&gt; ! &lt;em&gt;Walaupun cuma untuk sementara&lt;/em&gt;&amp;hellip;&amp;hellip;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alhasil; keesokannya; kira-kira pukul sembilan pagi; Sephiroth sedang berada di kamar mandi; bel pintu apartemennya sudah berdering dengan tak sabar. Dia terpaksa menghentikan mandi, membungkus dirinya dengan handuk, lalu keluar membukakan pintu. Genesis berdiri di depan pintu; jelas nyaris menekan bel sekali lagi dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya mendekap sesuatu yang nyaris tidak dipercayai Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keduanya sama kagetnya ketika Sephiroth menarik pintu membuka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis kaget karena pintu dibuka dengan mendadak, lalu kaget melihat Sephiroth yang hanya berada dalam balutan handuk di pinggul. Sedangkan Sephiroth sendiri kaget melihat benda yang dibawa Genesis dalam pelukan tangan kiri si rambut merah itu. Satu boneka beruang besar dan satu kotak coklat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama beberapa detik keduanya sama-sama saling pandang dengan kaget dan bingung. Lalu semu merah menghiasi muka Genesis dan dia menyapa; &amp;ldquo;Oh, hai&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth tersadar dari kagetnya. Dia meninggalkan pintu dalam keadaan membuka tanpa menyilakan tamunya masuk---toh sang tamu langsung melenggang masuk dengan santainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Genesis.&amp;rdquo; Gerutu Sephiroth setelah Genesis masuk dan menutup pintu apartemen di belakangnya; &amp;ldquo;Kau bilang kau mau datang jam sepuluh. Ini baru jam sembilan.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Eh, baru jam sembilan ?!&amp;rdquo; Balas Genesis; berusaha terdengar polos dengan sia-sia; &amp;ldquo;Ohh&amp;hellip; ternyata jam di apartemenku mati.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menyumpah tak jelas. Dia berjalan kembali ke kamar mandi tapi sebelum dia masuk, Genesis sudah meletakkan boneka beruang dan coklat di atas kursi sofa lalu mengejar Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau mau kemana ?&amp;rdquo; Tanya si rambut merah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kamar mandi.&amp;rdquo; Jawab Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ngapain ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tidur.&amp;rdquo; Sephiroth memutar bola mata; &amp;ldquo;YA&amp;rsquo; JELAS BUAT MANDI dong !!! Hanya Gaia yang tahu apa kau biasanya tidur di kamar mandi tapi yang jelas aku menggunakan kamar mandi untuk mandi dan keperluan normal lainnya, ngerti ?!?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh. Aku juga menggunakan kamar mandi untuk mandi dan keperluan normal lain, kok, misalnya untuk p----&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tidak usah disebutkan, Genesis !&amp;rdquo; Putus Sephiroth. Dia meneruskan langkahnya ke kamar mandi tetapi ketika dia sudah di dalam dan hendak menutup pintu, Genesis terang-terangan menahan pintu itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth memelototi sahabatnya. &lt;em&gt;Gaia yang agung&lt;/em&gt; ! Kerusakan macam apa sih yang ada di dalam otak si rambut merah itu !?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis menampilkan senyum yang menurut dirinya sendiri menawan tapi menurut Sephiroth membuat merinding.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau mau apa ?&amp;rdquo; Tanya Sephiroth dengan nada sedingin mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Um&amp;hellip; A-aku&amp;hellip;..&amp;rdquo; Sephiroth melihat muka Genesis memerah lagi; &amp;ldquo;Eh, begini, menurutku kau sangat bagus dalam balutan handuk itu. B-bagaimana kalau kita t-tidak usah keluar dan k-kita duduk-duduk saja disini sambil m-makan coklat dariku dan k-kau tidak usah mengganti p-pakaian lagi&amp;hellip;.?&amp;rdquo; Si rambut merah mengusulkan. Sepasang mata birunya menelusuri tubuh Sephiroth dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama beberapa detik Sephiroth tidak bisa mempercayai telinganya. Otaknya bekerja lambat-lambat mencerna kalimat-kalimat Genesis barusan. Dan ketika akhirnya dia sudah sadar dengan jelas bahwa apa yang didengarnya ini adalah kenyataan; Dalam nama Gaia yang Agung; dia tidak tahan untuk tidak menyentakkan pintu dari tangan Genesis sampai si rambut merah itu melepaskan pegangannya, lalu Sephiroth segera membanting pintu kamar mandi menutup tepat di depan muka Genesis dan menguncinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sephy !!&amp;rdquo; Didengarnya teriakan Genesis di luar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jangan memanggilku begitu !&amp;rdquo; Bentak Sephiroth dari dalam; &amp;ldquo;Kau ini kenapa sih.. menakutkan banget !!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau tidak bisa menyalahkan aku !&amp;rdquo; Balas Genesis; &amp;ldquo;Aku pria berusia dua puluh lima tahun. Aku punya kebutuhan hormon yang tidak bisa kukendali-----&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Kebutuhan&lt;/em&gt; APA ?!?&amp;rdquo; Sephiroth nyaris tidak bisa mempercayai pendengarannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tidak, bukan apa-apa !&amp;rdquo; Genesis menyerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth segera meneruskan mandinya untuk menenangkan diri; membiarkan air dingin mengguyur kepalanya. Demi Gaia ! Apakah dia benar-benar mendengar kata &amp;ldquo;hormon&amp;rdquo; ??! Benar-benar mengerikan ! &lt;em&gt;Dasar burung merak gila berwarna merah&lt;/em&gt; !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baik Sephiroth maupun Genesis jelas memiliki ribuan fans; cewek maupun cowok; di dalam ShinRa maupun di luar ShinRa; di semua pelosok di Midgar, bahkan di semua kota di dunia ini. Sephiroth tidak bisa percaya bahwa Genesis bisa-bisanya mengucapkan kata mengerikan di atas di depannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah selesai mandi, dia bertekad tidak akan membiarkan mahluk menakutkan berambut merah di luar melihatnya dengan hanya memakai handuk lagi. Dia mengenakan seluruh pakaiannya di kamar mandi, lalu membuka pintu setelah memastikan bahwa tubuhnya sudah terbungkus rapat oleh pakaian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dilihatnya Genesis duduk di sofa, di sebelah boneka dan coklat yang dibawanya. Wajahnya tampak kecewa dan sakit hati; menunduk dan tampak melamun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menatapnya dengan nyaris tidak percaya. Seorang pria dewasa; SOLDIER Kelas Pertama; sedang merajuk di hadapannya ?! Mereka berdua kan seusia, tapi; demi Gaia; kenapa Sephiroth merasa dirinya tidak akan merajuk seperti anak kecil begitu sementara sahabatnya ini yang seumur dengannya terang-terangan sedang merajuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lebih mengerikan lagi, Sephiroth menyadari dirinya mulai merasa bahwa Genesis sangat----&lt;em&gt;manis&lt;/em&gt;..! Sephiroth belum pernah; dalam seumur hidupnya; tertarik kepada siapa pun; baik laki-laki maupun perempuan. Hatinya terlalu dingin untuk cinta, dan harga dirinya yang berlebihan membuatnya sulit melihat bahwa ada seseorang yang bisa layak menjadi pasangannya. Tetapi sekarang ini hatinya terasa sedikit bergetar melihat sosok sahabatnya yang padahal telah dilihatnya bertahun-tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan telah bertahun-tahun juga Genesis selalu berusaha menarik perhatian Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth memandangi wajah Genesis. Cantik; Pikirnya; Mata biru keabu-abuan itu seolah menawarkan tantangan; menawarkan petualangan penuh gairah. Bibir itu selalu seakan tersenyum mengejek; menggoda orang untuk melumatnya. Dan semakin diperhatikan Sephiroth merasa semakin tertantang. Sephiroth buru-buru memalingkan mukanya sendiri dan membalikkan tubuh tepat ketika Genesis mengangkat mukanya untuk menatap sang General.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth berpura-pura sibuk membenahi sesuatu di lemari. Dirasakannya tatapan Genesis pada punggungnya. Kemudian dengan ngeri disadarinya bahwa mahluk berambut merah itu menghampirinya; berada dekat sekali di belakangnya sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Seph ?&amp;rdquo; Tegur Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ngg.. kurasa sebaiknya kita tidak usah jalan-jalan di luar ya ? Kita disini saja&amp;hellip; duduk-duduk makan coklat dan menyewa film&amp;hellip;..&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau tahu kan kalau aku tidak suka coklat ?!&amp;rdquo; Sephiroth membalikkan tubuh, menatap sahabatnya itu; &amp;ldquo;Dan kurasa aku juga tidak suka nonton film. Nah, sebaiknya kita jalan-jalan di luar saja; menikmati sinar matahari.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jam dua siang, akhirnya Sephiroth mulai menyesali keputusannya. Mereka berdua berada di taman hiburan sejak jam sepuluh pagi tadi. Tentunya mereka sempat mampir ke restoran dulu untuk makan pagi. Di restoran, Genesis memaksa Sephiroth minum minuman beralkohol yang memusingkan (syukurlah Sephiroth memiliki tenaga yang cukup besar untuk menahan khasiat anggur yang diminumnya) dan kemudian setelah mereka berdua berada di taman bermain, Sephiroth nyaris tidak bisa mempercayai dirinya bisa berteman akrab dengan mahluk berambut merah di depannya ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahluk itu sekarang sedang memimpin jalan dengan riang sambil tetap berceloteh tanpa henti; membuat kepala Sephiroth terasa makin pusing. Sesekali mahluk berambut merah itu menengok untuk bertanya; &amp;ldquo;Kau mendengarkan kan, Seph ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah.&amp;rdquo; Geram Sephiroth sekali lagi tanpa benar-benar mendengarkan kicauan si &lt;em&gt;burung berbulu&lt;/em&gt; &lt;em&gt;merah&lt;/em&gt; tentang Loveless, tentang Banora&amp;rsquo;s White; apel di Banora (desa asal Genesis), dan tentang Zack Fair; seorang murid Angeal; yang jelas-jelas tidak disukai Genesis sebab Geensis terus menjelekkan Zack dalam semua ceritanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian sesekali Genesis akan memaksanya mampir ke stand ini atau itu tanpa benar-benar menginginkannya; seolah dia hanya berusaha membuat Sephiroth &lt;em&gt;menikmati&lt;/em&gt; acara kencan terkutuknya ini. Mereka sudah mampir ke stand permainan tembak-tembakkan dan demi Gaia tentu saja SOLDIER Kelas Pertama bisa menembak dengan tepat; maka sebagai hadiahnya mereka memenangkan sebuah boneka babi besar berwarna merah jambu mengerikan yang sekarang dibawa dalam dekapan tangan kiri Genesis. Sebetulnya Genesis ingin Sephiroth yang membawakannya sepanjang jalan, tetapi Sephiroth sudah terus-terang menyampaikan keberatannya dalam nama Gaia yang agung dan bersumpah akan memenggal kepala Genesis detk ini juga kalau Genesis memaksanya berjalan kemana-mana dengan boneka babi di tangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah dari stand permainan menembak Sephiroth sempat diseret ke stand gulali. Sephiroth sudah menegaskan belasan kali bahwa dia TIDAK suka makanan yang MANIS tetapi Genesis memaksa membeli dua gulali; satu untuknya satu untuk Sephiroth; dan mengatakan bahwa &amp;ldquo;Aku juga tidak suka makan gulali, tapi di taman hiburan ini semua orang berjalan dengan gulali di tangan maka untuk menghormati &lt;em&gt;tradisi setempat&lt;/em&gt; maka kita berdua juga harus berjalan kemana-mana dengan gulali di tangan.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya Gaia yang tahu kejadian apa yang telah menimpa si brengsek berambut merah itu di masa kecilnya sampai mengalami kerusakan otak separah ini&amp;hellip;&amp;hellip; Mungkinkah dulu ibunya Genesis pernah tanpa sengaja membenturkan kepala Genesis ke tembok waktu Genesis masih bayi ?! Yeah, pasti begitu. Meskipun secara fisik tidak nampak ada memar, benjol, atau kerusakan lain; di dalam otaknya pasti ada kerusakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka begitulah. Sephiroth terpaksa berjalan sambil memegang gulali di tangan. Gulali jelek berwarna merah jambu. Sephiroth tidak bisa memutuskan mana yang lebih jelek; si boneka babi atau gula-gula sialan yang lengket ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia berjalan sambil menggerutu tak jelas, mengikuti Genesis. Dia sengaja tidak mau berjalan tepat di samping Genesis saking sebalnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Seph !&amp;rdquo; Genesis menunjuk ke salah satu stand; &amp;ldquo;Lihat !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menatap ke arah yang ditunjuk Genesis dan menghentikan langkahnya. &amp;ldquo;Genesis, kau berusia dua puluh lim----&amp;rdquo; Dia menggerutu, tetapi Genesis sudah memutusnya dengan menarik tangan Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ayolah !&amp;rdquo; Seru si rambut merah, setengah menyeret Sephiroth ke stand yang dimaksudnya: Stand penjual balon-balon berbentuk hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Seph !&amp;rdquo; Genesis menatap sahabatnya setelah keduanya tiba di depan stand itu dan Sephiroth sekarang jelas-jelas merajuk. &amp;ldquo;Ayolah, Seph !&amp;rdquo; Bujuk Genesis; &amp;ldquo;Aku tahu kita sudah dewasa, dan aku sumpah kau takkan melihatku masuk ke dalam gedung ShinRa dengan balon di tangan ! Tapi ini adalah hari untuk bersenang-senang dan memikirkan segala sesuatu yang romantis bersama pasangan kita !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Disitulah letak kesalahannya.&amp;rdquo; Gumam Sephiroth tak jelas; &amp;ldquo;Aku BUKAN pasanganmu, &lt;em&gt;songbird&lt;/em&gt;, dan kata &amp;lsquo;romantis&amp;rsquo; membuatku merinding !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis tidak memperdulikannya dan sudah berkata kepada si Penjaga Stand; &amp;ldquo;Dua balon berbentuk hati&amp;hellip; Jangan warna pink lagi, warna merah saja----aku lebih suka merah. Nah, ya. Dua. Satu untuk &lt;em&gt;kekasih&lt;/em&gt;ku ini-------&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;APA&lt;/em&gt;-mu ??!&amp;rdquo; Bentak Sephiroth yang mendengarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis memberinya tatapan polos yang kentara sekali dibuat-buat; &amp;ldquo;Apa, Seph ? Aku tidak bilang apa-apa.&amp;rdquo; Disodorkannya benang milik sebuah balon merah berbentuk hati jelek ke tangan Sephiroth yang mau tak mau menerimanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, begitulah. Sephiroth terjebak di taman hiburan bersama si &lt;em&gt;Burung Bernyanyi berwarna merah&lt;/em&gt;, membawa balon dan gulali; serta dikelilingi oleh orang-orang di sekitar mereka yang semuanya adalah pasangan mesra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth berharap tidak ada seorang pun di antara fans-nya atau anggota ShinRa yang melihatnya saat ini. Tetapi ternyata Gaia sedang bersikap kejam terhadapnya, sebab ketika dia dan Genesis berhenti lagi di Stand limun untuk membeli minuman, terdengar suara yang sangat dikenal menyapa dari belakang mereka; &amp;ldquo;Hai, Sephiroth&amp;hellip;? Genesis..?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan ngeri Sephiroth memutar tubuh dan melihat Lazard sungguhan berada di belakangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama beberapa detik Sephiroth hanya mematung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Mr. Lazard !&amp;rdquo; Genesis menyapa; &amp;ldquo;Senang bertemu dengan Anda disini !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Eh, ya&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo; Pandangan mata Lazard jatuh pada boneka babi yang dipeluk Genesis dengan tangan kiri sambil memegang balon sekaligus. Gulali milik Genesis sudah habis dimakan, tetapi Sephiroth yang malang terpaksa membawa gulali miliknya kemana-mana sebab dia tidak suka makan manis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lazard seorang diri, tidak tampak bersama siapa-siapa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lazard memberi Sephiroth tatapan yang seolah mengatakan; &amp;ldquo;&lt;em&gt;Aku tidak percaya aku melihat Sephiroth memegang balon dan gulali di taman hiburan&lt;/em&gt;!!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muka Sephiroth sudah memerah. Kemudian menjadi ungu campuran malu dan geram.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat gelagat buruk Lazard buru-buru berkata; &amp;ldquo;A-aku&amp;hellip; Eh, sebaiknya aku pergi dulu.&amp;rdquo; Lazard menyeringai; berusaha tidak menatap pada si Pemilik Pedang Masamune yang berambut perak yang agaknya sudah seperti mercon siap meledak kapan saja. Sementara si Pemilik Pedang Rapier yang berambut merah masih tenang-tenang saja; bahkan tampak menikmati ini semua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oke, Mr. Lazard.&amp;rdquo; Genesis tersenyum kalem.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lazard melambai pada Genesis lalu buru-buru meninggalkan kedua SOLDIER Kelas Pertama itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesudah Lazard menjauh, Sephiroth memutar tubuhnya menghadapi Genesis lalu berkata dengan nada sangat ditekan; &amp;ldquo;Aku. Mau. Pulang. Sekarang !!!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Nanti dulu, Sephy.&amp;rdquo; Genesis membalas tatapan Sephiroth, tetapi pandangan mata hijau Sephiroth benar-benar tidak berkompromi. Genesis mengalihkan pandangan; tidak berani membalas tatapan Sephiroth, tetapi &lt;em&gt;dasar Genesis&lt;/em&gt;----walaupun matanya tidak berani melawan pandangan mata Sephiroth lidahnya masih bisa berkata lagi; &amp;ldquo;Oke, oke. Kita akan pulang&amp;hellip; tapi setelah yang satu ini ! Satu ini saja, Sephiroth, &lt;em&gt;please&lt;/em&gt; ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku tidak mau minum limun apa pun !&amp;rdquo; Sephiroth membalas, mengira yang dimaksud Genesis adalah limun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tidak, aku juga tidak mau limun. Rasa hausku mendadak lenyap.&amp;rdquo; Sahut Genesis dengan nada suara sepolos mungkin, tetapi tentu saja selalu dia gagal memberikan kesan polos entah pada nada suaranya maupun ekspresi mukanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kalau begitu apa maumu, &lt;em&gt;songbird&lt;/em&gt; ? Cepat katakan ! Aku sudah capek !!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis menunjuk ke suatu arah. Sephiroth menatap ke arah yang ditunjuk. Tampak semacam anak sungai sempit yang arusnya tenang dan airnya jernih; jalurnya berliku-liku dan masuk ke dalam sesuatu bangunan gelap seperti terowongan. Di pangkal anak sungai sebelum terowongan tampak belasan perahu kecil berbentuk angsa ditambatkan oleh penjaga perahu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa itu ?&amp;rdquo; Sephiroth bertanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis menjawab dengan takut-takut; &amp;ldquo;Terowongan Cinta-----&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Terowongan APA ?!?!&amp;rdquo; Putus sang General.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;B-bukan apa-apa, Sephy !! A-aku janji, ini yang terakhir ! Setelah itu kita pulang..!! Aku janji !! Ayolah !! Kau tidak perlu berbuat apa-apa, hanya duduk di perahu itu lalu kita melewati terowongan dan keluar lagi di ujung sana ! Tidak sakit, kok !&amp;rdquo; Sahut Genesis cepat-cepat; &amp;ldquo;Kumohon&amp;hellip;.. General ? Sir ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Baiklah !&amp;rdquo; Bentak Sephiroth lelah; &amp;ldquo;Ini yang terakhir ! Dan apakah kita bisa minta perahu lain selain perahu berbentuk unggas jelek itu ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tidak !&amp;rdquo; Genesis menyeringai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perahu itu sempit. Hanya cukup untuk dua orang dan meskipun Genesis bertubuh sangat kurus serta Sephiroth sendiri bertubuh ramping; mereka berdua terpaksa berdekatan. Genesis masih membawa balon dan bonekanya dan Sephiroth juga masih memegangi gulali dan balon. Yang menimbulkan rasa frustasi adalah tawa kikik dari si penjaga perahu saat Genesis menyampaikan maksudnya untuk menyewa satu perahu. Kikik itu mengeras ketika melihat Genesis duduk dengan Sephiroth, dan yang terkikik bukan hanya si penjaga perahu tetapi juga semua orang yang kebetulan melihat mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Pegangi ini sebentar.&amp;rdquo; Genesis menyodorkan balon miliknya ke tangan Sephiroth; &amp;ldquo;Sebentar saja. Tolong.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth terpaksa memeganginya, menyatukannya di tangan kirinya bersama balonnya sendiri dan gulali yang entah kenapa dengan bodohnya masih dia pegangi. Si boneka babi berada dalam pangkuan Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth merasa risih. Perahu ini sempit, dia duduk di sebelah kiri dan bahu kanannya berimpitan dengan bahu kiri Genesis. Dia heran kenapa si mahluk berambut merah di sebelahnya tampak tenang-tenang saja, sementara perahu pun mulai dilepaskan dari tambatan dan mengalir mengikuti arus sungai yang pelan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlahan tapi pasti mereka menuju ke arah terowongan&amp;hellip;&amp;hellip;. Akhirnya mereka memasuki terowongan. Gelap. Sangat gelap. Awalnya Sephiroth tidak bisa melihat apa-apa karena gelapnya. Kemudian dirasakannya perahu mereka berdua berhenti. Masih gelap. Lalu mata Sephiroth mulai terbiasa&amp;hellip;. Namun sebelum dia benar-benar bisa melihat jelas ke sekelilingnya, mendadak tanpa sempat dicegah mahluk disebelahnya melingkari punggungnya dengan tangan kiri; merangkulnya; sementara tangan kanan mahluk itu secara bersamaan bergerak ke dagu Sephiroth----memaksa wajah Sephiroth untuk menengok----dan mencium bibirnya&amp;hellip;.!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi itulah alasannya kenapa mahluk itu menitipkan balonnya ke tangan Sephiroth. Supaya tangannya sendiri bebas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Awalnya sang General terlalu &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt; untuk bisa bereaksi. Genesis mengambil kesempatan untuk memaksa bibir sang General membuka dengan bibirnya sendiri lalu memaksa memasukkan lidahnya ke dalam mulut sang General-------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Detik berikutnya, yang didengar penjaga perahu penyewaan Terowongan Cinta serta semua orang lain di taman hiburan ini adalah sebuah ledakan keras. Terowongan Cinta meledak. Bersamaan itu dua sosok melompat ke udara dan terlihat cahaya-cahaya kilatan pedang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;KUBUNUH KAU, Genesis Rhapsodos !!!!&amp;rdquo; Teriak Sephiroth; mengejar Genesis yang dengan gesit menghindar kesana-sini dari sabetan pedang Masamune. Rupanya kesabaran Sephiroth sudah habis total dan dia langsung men-summon Masamune di tangannya. Genesis segera men-summon pedang Rapier-nya supaya bisa menangkis Masamune yang berbahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;T-Tenang dulu, S-Sephy----Maksudku; &lt;em&gt;Sephiroth&lt;/em&gt; !&amp;rdquo; Seru Genesis; &amp;ldquo;A-aku kan sudah bilang.. aku pria berusia dua puluh lima tahun dan me-memiliki k-kebutuhan u-untuk m-menyalurkan h---&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;JANGAN COBA-COBA MENYEBUTKAN KATA &amp;lsquo;H&amp;rsquo; ITU LAGI DI DEPANKU, Rhapsodos !!!!&amp;rdquo; Putus Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;----M-masalahnya k-kau c-cantik dan s-sexy sekali---Hey, hati-hati dengan pedangmu, Miss Masamune---&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;KAU PANGGIL AKU APA&lt;/em&gt; ????!!!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka begitulah. Sephiroth ngamuk berat. Genesis akhirnya terpaksa terbang kabur dengan masih dikejar-kejar oleh Sephiroth. Entah bagaimana Genesis berhasil lolos dan selamat dari amukan sang General yang agaknya sudah tidak tahan untuk memotong tubuh si rambut merah itu menjadi dua belas potong (atau lebih). Keesokannya di ShinRa Building pun sama saja. Selama seminggu penuh Genesis yang malang terpaksa berusaha menghindari Sephiroth (sebab kalau kebetulan bertemu Sephiroth segera langsung menyabetkan Masamune-nya tanpa banyak omong lagi). Angeal dengan sia-sia berusaha mendamaikan mereka, dan secara aneh Angeal sudah langsung tahu apa yang telah terjadi; seolah dia sendiri pernah mengalami hal yang sama dengan Sephiroth sewaktu pergi dengan Genesis ke taman hiburan di hari Valentine tahun lalu. Pelajaran satu-satunya yang didapat oleh Sephiroth adalah: Jangan pernah mau pergi &lt;em&gt;berkencan&lt;/em&gt; lagi seumur hidupnya !&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;The End.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Authoress: Maafkanlah leluconku yang tak lucu di atas xD&amp;hellip;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Btw biarpun aku selalu mengatakan bahwa Sephiroth itu &amp;ldquo;cantik/sexy/menarik&amp;rdquo; dalam semua tulisanku, secara pribadi aku sama sekali tidak menganggap dia &amp;ldquo;cantik/indah/dan sebagainya&amp;rdquo;. Aku hanya bersikap sportif dalam tulisanku karena dalam dunia Final Fantasy VII Sephiroth memang dianggap paling sempurna. Lagipula dalam tulisanku di atas mengekspresikan pandangan Genesis; dan kita tahu Genesis mengagumi Sephiroth.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Secara pribadi, aku pun tidak menganggap Genesis itu &amp;ldquo;cantik&amp;rdquo;. Dia memang menarik, tapi tidak bisa dikatakan &amp;ldquo;cantik&amp;rdquo;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-3833663974316145699?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/3833663974316145699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/crazy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/3833663974316145699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/3833663974316145699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/crazy.html' title='Crazy'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-3069676604376751887</id><published>2009-05-01T09:46:00.001-07:00</published><updated>2009-05-01T09:46:23.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Angeal-Zack'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><title type='text'>Valentine's Day</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SHINRA ACADEMY : &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;VALENTINE&amp;rsquo;S DAY&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setting : Somewhere in the past; ShinRa Academy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rating : K.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Charas : Zack, Genesis, Angeal, Kunsel&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genre : General/Humor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Summary : Zack ingin mengajak Angeal &lt;em&gt;kencan&lt;/em&gt;, tetapi.......&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Authoress : Sori.... Lagi2 yang tentang Cloud x Tifa, Zack x Aerith, dan Tifa - Aerith.. terpaksa kumundurkan lagi chapternya.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Booo&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; !!!!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kunsel merangkulkan lengannya di leher Zack dari belakang. Mereka sedang berada di kantin ShinRa yang ramai pada pagi hari dan Zack sedang makan sambil menulis sesuatu sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Hey !!!&amp;rdquo; Temannya itu langsung protes dan membebaskan diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Nulis apa sih ?&amp;rdquo; Kunsel menatap ke kertas yang tadi sedang ditulisi Zack di atas meja, tetapi dengan gesit Zack segera menyambar kertas itu dan meremasnya di telapak tangannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Rahasia !&amp;rdquo; Seru anak itu sambil kemudian menyobek-nyobek kertas yang tadi ditulisinya menjadi serpihan-serpihan kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aha. Surat cinta, ya ?!&amp;rdquo; Tebak Kunsel; &amp;ldquo;Beberapa hari ini memang kau kelihatannya selalu menulis sesuatu dengan sembunyi-sembunyi.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bukan urusanmu !!!&amp;rdquo; Seru Zack meskipun mukanya memerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ayo bilang, surat itu ditujukan pada siapa !!&amp;rdquo; Kunsel menubruk Zack untuk merebut serpihan-serpihan kecil dari tangan Zack, tetapi sia-sia. Zack melepaskan genggamannya dan angin meniup serpihan-serpihan kertasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sialnya angin berhembus kearah yang salah. Dengan ngeri Zack melihat serpihan-serpihan kertasnya melayang ke arah meja seorang SOLDIER Kelas Pertama yang sedang duduk sendirian menghadapi mangkuk buburnya sambil membaca sebuah buku; dan serpihan-serpihan kertas mendarat di dalam mangkuk buburnya yang masih penuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlahan SOLDIER Kelas Pertama itu menurunkan bukunya dan sepasang matanya menatap serpihan kertas kecil-kecil yang sudah sekarang memenuhi mangkuknya bagaikan taburan kacang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baik wajah Kunsel maupun wajah Zack segera berubah memucat, dan keduanya buru-buru berpura-pura sedang duduk dengan manis dan menundukkan kepala. Zack berpura-pura sedang menikmati isi mangkuknya yang terlihat seperti bayam dipakaikan saus oli. Kunsel yang lupa mengambil makanan pura-pura sedang berdoa dengan khidmat sambil mengatupkan tangan di atas meja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sepasang mata biru SOLDIER Kelas Pertama yang mangkuknya sekarang berhiaskan serpihan kertas langsung menatap pada Zack, lalu Kunsel, lalu Zack lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Celakanya, SOLDIER Kelas Pertama ini adalah Genesis Rhapsodos.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack tidak berani mengangkat muka. Dia tahu Genesis menatapnya dengan penuh kebencian. Genesis memang sudah tidak menyukai Zack sejak pertama kali bertemu; entah untuk alasan apa &amp;ndash; hanya Gaia yang tahu. Tapi Zack juga tidak keberatan, soalnya Zack tidak menyukai Genesis juga walaupun Zack adalah murid dari Angeal Hewley dan Genesis adalah sahabat Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;SOLDIER Kelas Ketiga; Zack Fair !&amp;rdquo; Terdengar bentakan Genesis. Seisi kantin langsung menengok pada si rambut merah itu tetapi Genesis tidak perduli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Y-y-ya, S-sir ?&amp;rdquo; Zack menegakkan kepalanya. Bersamaan itu perutnya terasa mulas karena memaksa diri menelan &amp;lsquo;bayam campur oli&amp;rsquo; atau apa pun namanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Coba jelaskan kenapa banyak serpihan kertas kecil-kecil di mangkukku !&amp;rdquo; Lanjut Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wajah Zack semakin pucat. Selama beberapa detik dia mendapat bayangan buruk. Dia membayangkan Genesis akan mengambil salah satu serpihan kertas yang paling besar dan membacakannya keras-keras. Tetapi syukurlah itu tidak terjadi, lagipula serpihan itu sudah dipenuhi saus aneh begitu menyentuh mangkuk, sehingga tidak mungkin Genesis bisa membacanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack tahu bahwa berbohong kepada Genesis sama saja dengan bunuh diri. Tapi jujur pun juga percuma. Genesis akan sangat senang menjatuhkan detensi kepada Zack lalu mengadukan Zack kepada Angeal; tentu saja kisah yang diadukannya selalu ditambahi bumbu sehingga memberatkan Zack di mata Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum Zack menjawab, Kunsel yang polos sudah berkata duluan; &amp;ldquo;S-sir&amp;hellip; B-bukankah A-anda j-juga biasanya t-tidak su-ka makanan d-di kantin ini ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa katamu !!?&amp;rdquo; Genesis langsung menggebrak meja dan berdiri; &amp;ldquo;Kalian berdua berani mempermainkan SOLDIER Kelas Pertama ?! Baik, sebagai permulaan; kalian kudetensi selama sebulan penuh. Setiap pagi kalian harus datang jam enam dan membersihkan semua toilet di ShinRa Building, lalu siangnya pada jam istirahat kalian harus membersihkan lantai di ShinRa Building ini----&lt;em&gt;jangan putus ucapanku, Fair&lt;/em&gt;!!----dari lantai dasar sampai lantai tertinggi, dan malamnya kalian harus mencuci semua piring dan gelas di kantin !! Aku akan memberitahu Office boys dan petugas lain untuk cuti sebulan---&lt;em&gt;Oh, kubilang jangan putus ucapanku&lt;/em&gt;!---sehingga kalau ShinRa Building ini tidak semengkilat biasanya maka aku akan tahu siapa yang harus disalahkan !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;T-tapi S-sir !&amp;rdquo; Zack tidak tahan untuk langsung memutus lagi begitu Genesis berhenti untuk menarik nafas; &amp;ldquo;Pekerjaan di pagi dan s-siang hari itu akan makan waktu lama, kami tidak akan bisa mengikuti pelajaran----&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Memangnya aku perduli ?!&amp;rdquo; Balas Genesis; &amp;ldquo;Aku akan bicara dengan Mr. Lazard dan mentor kalian sekarang juga !! Kalian berdua silakan mulai menjalani hukuman kalian hari ini..!!&amp;rdquo; Lalu dia membawa buku yang tadi dibacanya dan berjalan meninggalkan kantin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack merasa lututnya lemas. Selama sebulan penuh dia dan Kunsel akan bekerja sebagai kacung disini dan tidak mengikuti pelajaran SOLDIER yang sangat berharga. Dia akan jauh ketinggalan dibanding yang lain. Lebih buruk lagi; pastilah Genesis akan mengadu yang bukan-bukan pada Angeal dan sang mentor akan menilai buruk pada Zack. Yang paling tidak diharapkan Zack di dunia ini adalah dinilai buruk di mata Angeal tercinta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gara-gara setan Loveless itu. Setan berbaju merah. Berambut merah. Buah apel berjalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku benci dia.&amp;rdquo; Bisik Kunsel ketika akhirnya jam istirahat pagi selesai; &amp;ldquo;Dia sengaja menjatuhi kita hukuman, padahal selama ini bukankah kita suka dengar dia mengeluhkan makanan di kantin ini dan kita lihat sendiri dia sering tidak menyentuh makanannya sama sekali. Tadi pun dia sebenarnya sedang asyik membaca Loveless terkutuknya itu dan kurasa dia memang tidak bermaksud makan ! Seharusnya dia berterima kasih pada kita karena memberinya alasan untuk tidak-makan. Dasar buah apel beracun ! Pantas aja tidak ada yang suka padanya, lihat kan &amp;ndash; dia selalu sendirian; kecuali bersama Sephiroth dan Angeal.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack hendak menjawab tetapi dia merasa terlalu terpukul untuk bisa menjawab. Dia hanya tertawa hambar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SOLDIER lain di ruangan ini hanya angkat bahu dan mengucapkan beberapa patah kata menghibur ketika mereka melewati Kunsel dan Zack untuk meninggalkan kantin. Genesis adalah SOLDIER Kelas Pertama yang terhebat setelah Sephiroth sendiri. Yang bisa melawan Genesis hanyalah Sephiroth dan/atau Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sebaiknya kau bicara pada Angeal.&amp;rdquo; Ucap salah seorang SOLDIER lain sambil berlalu; &amp;ldquo;Minta Angeal meringankan hukumanmu. Angeal kan baik hati, dia pasti mengerti.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak kalau itu berhubungan dengan Genesis; Pikir Zack sedih. Angeal selalu membela Genesis. Tentu saja. Mereka berdua kan bersahabat sejak kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sobat.&amp;rdquo; Kunsel menyikutnya; &amp;ldquo;Mereka benar. Sebaiknya kau coba bicara dengan Angeal. Kau kan anak kesayangan Angeal.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Angeal takkan mau mendengarkan ceritaku.&amp;rdquo; Jawab Zack.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ayolah ! Cobalah dulu !&amp;rdquo; Bujuk Kunsel; &amp;ldquo;Kumohon ?!&amp;rdquo; Lalu Kunsel bersujud di depan Zack; &amp;ldquo;Kumohoooon ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Gila ya ?!&amp;rdquo; Zack tertawa melihat tingkah sobatnya; &amp;ldquo;Oke. Akan kucoba.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya ada alasan lain kenapa Zack akhirnya mau menuruti saran Kunsel. Dia ingin menyampaikan sesuatu pada Angeal. Dia tahu; Angeal mungkin akan kaget dan tertawa terbahak-bahak mendengarnya, tapi dia tidak perduli. Besok sudah hari Valentine dan kebetulan hari Minggu; maka dalam nama Gaia si Genesis keparat itu takkan bisa menyuruhnya bekerja di hari Valentine.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama sebulan ini diam-diam Zack selalu berusaha menulis surat untuk Angeal. Bukan berarti dia mencintai Angeal. Tapi terhadap Angeal ada suatu perasaan yang sukar dilukiskan. Dia merasa senang dengan Angeal. Dia ingin mengajak mentornya itu keluar di hari Valentine untuk berjalan-jalan bersamanya di taman. Membayangkannya saja sudah membuatnya merasa gembira sekaligus berdebar-debar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang adalah kesempatan yang tepat; Pikirnya. Tidak usah pakai surat. Sebaiknya langsung bicara saja. Awalnya dia akan bercerita tentang kejadian di kantin tadi dari hati ke hati dengan Angeal, kemudian&amp;hellip; kemudian&amp;hellip; dia akan menyampaikan maksudnya mengajaknya kencan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia bisa membayangkan Angeal tertawa geli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi dia tidak perduli ditertawakan oleh Angeal. Dia senang kok melihat mentornya itu tertawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia bisa melihat kantor Angeal di ujung. Sejenak dia ragu, tapi dia memantapkan langkahnya. Dia mencapai pintu yang tertutup; tapi tidak penuh tertutup rapat. Ada celah. Dari dalam terdengar suara bisik-bisik. Di luar kemauan, Zack mengintip lewat celah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia melihat Genesis dan Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis duduk di atas meja Angeal, posisinya menghadap ke arah pintu; tetapi syukurlah dalam nama Gaia dia tidak menyadari ada yang sedang mengintip disitu. Angeal berdiri di depan Genesis. Sangat rapat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Angeal&amp;hellip;.&amp;rdquo; Bisik Genesis; &amp;ldquo;Ti..dak.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ayolah.&amp;rdquo; Zack bisa mendengar mentornya balas membisik; &amp;ldquo;Tidak apa-apa, kok, Genesis&amp;hellip;.. Tidak sakit.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Angeal, jangan.&amp;rdquo; Suara Genesis cukup pelan tapi Zack bisa mendengarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jantung Zack seakan berhenti berdegup selama sedetik, kemudian detik berikutnya debarannya malah kian mengeras. Dia bahkan bisa merasakan debaran jantungnya di pelipisnya. &lt;em&gt;Apa yang sedang dibicarakan oleh sang mentor dengan orang yang katanya adalah&lt;/em&gt; &amp;lsquo;&lt;em&gt;sahabat masa kecilnya&lt;/em&gt;&amp;rsquo; ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;An----Ang-eal&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo; Suara Genesis seperti agak terengah; &amp;ldquo;J-jangan&amp;hellip;&amp;hellip; A-aku t-tidak-----&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack memberanikan diri untuk mengintip semakin dekat. Dia melihatnya. Dengan ngeri dia melihat pemandangan yang paling tidak diinginkannya dalam seumur hidupnya..!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mentornya tersayang ! &lt;em&gt;Angeal Hewley&lt;/em&gt; !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal melepaskan pelindung bahu kiri Genesis dan menarik (nyaris merobek) bagian kerah baju dan jubah Genesis ke pundak kiri sehingga bahkan Zack bisa melihat tulang belikat kiri Genesis yang berkulit putih bersih. Dan yang lebih mengerikan lagi, Zack lalu melihat dengan mata kepalanya sendiri Angeal mencium bagian leher dan bahu kiri Genesis yang sudah tidak terbungkus pakaian..!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack harus menutup mulutnya sendiri dengan tangan untuk menahannya agar tidak berteriak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;A-Aangeal !!&amp;rdquo; Genesis merintih. Tangan kanan si rambut merah itu bergerak ke kepala Angeal dan meremas rambut Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak ! Cukup sudah !; Pikir Zack. Tak tertahankan, dia berlari meninggalkan tempat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal mencintai Genesis ! Batin Zack terasa disayat pisau; Angeal menyukai Genesis ! Mereka bukan sahabat, mereka adalah pasangan !!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tolol sekali selama ini dia; Zack Fair; mengira bahwa Angeal akan menyukainya dan mau kencan bersamanya ! Tentu saja besok Angeal akan pergi bersama Genesis, bukan..?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oh&lt;/em&gt; ! Suara lain dalam kepalanya berkata; &lt;em&gt;Memangnya kau kira kau siapa, Zack Fair.&lt;/em&gt;.?! &lt;em&gt;Dibandingkan dengan Genesis yang cantik, lebih dewasa jauh darimu, lebih keren, dan dia sudah menjadi SOLDIER Kelas Pertama&lt;/em&gt; !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya. Genesis memang cantik. Kenapa Zack buta selama ini ?!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang semuanya jelas. Tentu saja Angeal takkan mau mendengarkan cerita Zack tentang kejadian di kantin itu, dan tentu saja Angeal takkan mau diajak kencan olehnya besok !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau dia menyampaikannya&amp;hellip; Angeal akan&amp;hellip; Angeal akan langsung memasang ekspresi sedih dan berkata; &amp;ldquo;&lt;em&gt;Oh, maafkan aku, Zack, tapi aku.. aku sudah punya janji dengan Genny&lt;/em&gt;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack bisa mendengar suara Angeal mengatakan itu dalam kepalanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau baik-baik saja ?&amp;rdquo; Tanya Kunsel; mengamatinya; &amp;ldquo;Darimana kau ? Kau sudah pergi selama dua jam. Apa kau berhasil meyakinkan Angeal untuk meringankan hukuman kita..? Aku sudah selesai dengan lantai satu, dua, tiga. Dan---&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanpa banyak bicara Zack langsung merebut tongkat pel dari tangan Kunsel dan mulai mengepel lantai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Zack ?&amp;rdquo; Desak Kunsel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack menggeleng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh, &lt;em&gt;man&lt;/em&gt; !&amp;rdquo; Kunsel tahu itu pertanda buruk. Dia mengira Zack sudah mencoba bicara dengan Angeal untuk meringankan hukuman mereka dan sia-sia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack mengerjakan tugas-tugasnya tanpa banyak bicara. Kunsel mencoba mengajaknya bergurau, namun sia-sia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jam tujuh malam mereka baru selesai membersihkan semua piring dan gelas kotor di kantin. Baru saja keduanya menanggalkan celemek mereka, pintu terbuka dan seseorang masuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang itu Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pakaiannya sudah kembali rapi; Zack menatapnya; Pastilah Angeal sudah kembali merapikan pakaian Genesis dan memasangkan kembali pelindung bahu itu dengan lembut. Apa yang telah dilakukan Angeal dan Genesis di kantor tadi tidak bisa dibayangkan oleh Zack. Selain menciumi bahunya, apa Angeal juga berusaha menyentuh bagian lain dalam diri Genesis ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sudah selesai, SOLDIER Kelas Ketiga ?&amp;rdquo; Tanya Genesis. Sepertinya dia mampir hanya untuk memeriksa bahwa kedua juniornya itu benar-benar bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah.&amp;rdquo; Jawab Kunsel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis menunggu jawaban Zack.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ya.&amp;rdquo; Jawab Zack enggan. Dia tidak bisa membalas tatapan mata biru seniornya ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bagus !&amp;rdquo; Sahut Genesis; &amp;ldquo;Dan jangan lupa lanjutkan tugas kalian selama sebulan. Aku sudah bicara dengan mentor-mentor kalian !&amp;rdquo; Kemudian dia melanjutkan seolah pada diri sendiri; &amp;ldquo;Karena itulah aku menolak menjadi mentor waktu ditawari. Anak kecil selalu menyusahkan.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar itu nyaris Kunsel menyeletuk; &lt;em&gt;Memangnya siapa yang mau dididik olehmu&lt;/em&gt; ?! Tapi Kunsel menahan diri dan melirik Zack.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ekspresi Zack penuh dengan kesedihan, putus asa, dan seperti orang sakit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kunsel menyikut Zack saat Genesis membalikkan tubuh hendak berjalan keluar meninggalkan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh yeah.&amp;rdquo; Ucap Zack diluar kesadaran saat Genesis sudah beberapa langkah; &amp;ldquo;Selamat bersenang-senang besok, Genesis !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah Genesis terhenti, dan dia menengok. &amp;ldquo;Apa ?&amp;rdquo; Dia menegas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack angkat bahu; &amp;ldquo;Valentine.&amp;rdquo; Ucapnya. Ketika mengatakan itu Zack merasa hatinya sakit sekali. Valentine yang sudah ditunggu-tunggunya, dan semua hancur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Maksudmu ?&amp;rdquo; Genesis bertanya lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack menatapnya. Dia melihat ekspresi Genesis tampak bingung. Zack nyaris tidak percaya. Jadi Angeal tidak mengajak Genesis kencan besok ? Kenapa ? Sudah jelas Angeal menciumi bahu Genesis seperti seorang pria mencium gadisnya !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian sekelebat pikiran menyelimuti otak Zack.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal terlalu pemalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya, pasti begitu !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal setengah mati menyukai Genesis tetapi dia malu mengajak Genesis kencan, dan yang bisa dilakukan keduanya adalah bercinta dengan sembunyi-sembunyi di kantor. *(Dalam cerita ini Angeal dan Genesis tidak tinggal serumah/seapartemen).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Fair ?&amp;rdquo; Genesis menegur, membuyarkan lamunan Zack.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;T-tidak, tidak apa-apa.&amp;rdquo; Balas Zack cepat, kembali menunduk; &amp;ldquo;Maaf, Sir.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis agaknya sudah terlalu capek untuk memberikan hukuman tambahan. &amp;ldquo;Baiklah, sampai ketemu hari Senin.&amp;rdquo; Ucapnya, lalu meneruskan langkahnya keluar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack mengaawasi punggung Genesis menjauh. Angeal terlalu pemalu. Atau mungkin terlalu malas untuk keluar kencan besok. Padahal hari Valentine. Dan Zack harus membantu Angeal !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau aku tidak bisa mendapatkan Angeal; Pikirnya; Aku akan berusaha membuat Angeal bahagia bersama orang yang dicintai Angeal !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka malam itu Zack bertindak cepat. Setelah pulang kembali ke asramanya, dia tidak segera mandi atau makan. Dia mengambil sekotak coklat berbentuk hati yang memang sudah dibelinya tiga hari lalu. Warna bungkusan coklat itu adalah merah muda, dan ada pegangannya sehingga bisa dibawa seperti tas berbentuk hati merah muda berisi coklat. Tadinya dia ingin memberikan coklat itu kepada Angeal. Dia tidak tahu Genesis akan suka coklat atau tidak, tapi dia tak punya waktu berpikir lagi. Dia segera pergi bersama coklat itu, membeli seikat mawar segar, lalu membeli kartu Valentine. Dia menulisinya dengan terburu-buru, kemudian dia bergegas ke apartemen Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jantungnya berdegup keras ketika melangkah dengan sembunyi-sembunyi di depan pintu Genesis. Dia meletakkan benda-benda itu disana. Sekotak coklat, seikat mawar, dan kartu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hatinya terasa sakit. Lalu dia meninggalkan apartemen itu. Gaia; Doanya dalam hati; Semoga Angeal dan Genesis bahagia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia merasa sepi, sendirian. Dia kembali ke asramanya, berpura-pura sakit di depan Kunsel supaya dia bisa tidur lebih dulu dan menangis dengan diam-diam&amp;hellip;&amp;hellip;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keesokannya Zack tidak bergairah melakukan apa-apa. Sudah jam sebelas siang tapi dia masih berbaring-baring di tempat tidur. Teman-teman seasramanya pergi berjalan-jalan di Midgar, kecuali Kunsel yang sedang sibuk main Playstation keluaran terbaru versi ShinRa di kamar mereka. Kebetulan di asrama ini satu kamar berisi dua orang, jadi Zack tidak kuatir terganggu oleh orang-orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mata Zack sembab dan bengkak karena tangis. Dia memejamkan matanya lagi; membayangkan sedang apa Angeal dan Genesis sekarang. Dia tidak ingin bangun, dia ingin tidur terus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pintu kamar mereka diketuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack mendengar Kunsel bangun dan membukakan. Kemudian ada sedikit suara percakapan yang tidak terlalu jelas di telinga Zack sebab dia menutupi kepalanya dengan bantal. Beberapa saat kemudian, bantalnya itu direnggut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Hey !&amp;rdquo; Protes Zack, menarik kembali bantalnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sudah siang, Zack.&amp;rdquo; Kata orang yang menarik bantal itu. Tapi bukan suara Kunsel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack membuka mata dan melihat Angeal Hewley.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack mengerjap-ngerjap, takut salah lihat. Tapi ternyata memang benar mentornya itu. Berdiri menatapnya. Disini. Kunsel sendiri entah dimana, sepertinya sudah tidak ada di ruangan ini lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack segera duduk; &amp;ldquo;Sir-----&amp;rdquo; Lalu matanya menangkap sesuatu di tangan Angeal. Dengan ngeri Zack melihat Angeal membawa benda-benda pemberian Zack kepada Genesis semalam. Coklat yang sama, mawar yang sama, kartu yang sama. Amplop yang membungkus si kartu sudah tak ada, mungkin sudah dirobek Genesis. Berarti pesan itu sampai. Tapi kenapa Angeal ada disini ? Kenapa Angeal tidak sedang bersama Genesis berjalan-jalan di Midgar yang cerah, nonton bioskop, makan, lalu malamnya sepulang jalan-jalan bukankah mereka bisa meneruskan acara berciuman&amp;hellip;?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ekspresi Angeal sulit dilukiskan. Dia menatap Zack dengan aneh, kemudian dia meletakkan bunga dan coklat di atas ranjang supaya tangannya bebas mengangkat kartu ke depan mukanya sendiri dan membacakannya keras-keras; &amp;ldquo;Untuk &lt;em&gt;Genny &lt;/em&gt;Tercinta. Genny, selama ini kita berdua sudah cukup lama menjalin cinta. Pada hari Valentine yang indah ini, maukah kau pergi bersamaku menikmati keindahan kota Midgar di bawah langit biru dan kicauan burung ? Dari; kekasihmu; Angeal Hewley.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal diam sejenak. Zack tidak sempat bereaksi lebih lanjut. Angeal menyingkirkan kartu itu dari depan wajahnya, melambai-lambaikannya di depan muka Zack sambil meneruskan; &amp;ldquo;&lt;em&gt;Angeal Hewley&lt;/em&gt;. ANGEAL HEWLEY. Rasanya itu namaku, tapi rasanya aku tidak pernah menulis seperti ini kepada Genesis !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muka Zack memerah. Sekarang Angeal akan mengira Zack tukang memanipulasi. &amp;ldquo;A-aa-angeal.&amp;rdquo; Dia tergagap; &amp;ldquo;Bi-biar kujelaskan----&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yeah, kau memang harus menjelaskannya, &lt;em&gt;Puppy&lt;/em&gt; !&amp;rdquo; Putus Angeal tak sabar; &amp;ldquo;Kau harus menjelaskan padaku apa alasanmu melakukan sesuatu yang telah membuat Genesis meneleponku jam delapan pagi di hari Minggu (padahal biasanya aku bangun jam sebelas siang) dan berteriak-teriak di telingaku memaki-makiku tanpa sebab untuk sesuatu yang sebetulnya tidak pernah kulakukan ?!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlu waktu bagi otak Zack untuk mencerna kalimat-kalimat Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Genesis&amp;hellip; memakimu&amp;hellip;.?&amp;rdquo; Zack bingung; &amp;ldquo;K-kukira d-dia akan senang&amp;hellip;. Setidaknya aku b-berusaha membantumu !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Membantuku ?!&amp;rdquo; Tukas Angeal sambil bertolak pinggang. Ekspresinya sama sekali tidak marah, tetapi campuran antara rasa geli dengan penasaran; &amp;ldquo;Membantuku apa..? Kau ingin aku dijadikan sate panggang oleh Genesis ? Jujur saja, aku belum pernah melihat Genesis sampai sekalap itu dan teriakannya betul-betul nyaris membuat pita suaranya sendiri jadi putus----Dia langsung ke rumahku setelah meneleponku lebih dulu; dan dia masih berteriak-teriak. Demi Gaia ! Apa kau tidak tahu bahwa Genesis benci sekali dipanggil &lt;em&gt;Genny&lt;/em&gt; ?!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;A-aa-ku tidak t-tahu, Sir. Ma-maaf.&amp;rdquo; Zack masih tergagap, bingung, malu, segala macam jadi satu; &amp;ldquo;A-aku tidak tahu kau memanggil Genesis dengan nama apa&amp;hellip;..&amp;rdquo; Dia membayangkan berbagai macam panggilan sayang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alis Angeal terangkat. Dengan keheranan sang mentor menjawab; &amp;ldquo;Aku memanggil Genesis dengan &amp;lsquo;&lt;em&gt;Genesis&lt;/em&gt;&amp;rsquo;. Sama seperti orang lain memanggil dia. Memangnya apa yang kau harapkan ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;A---;&amp;rdquo; Muka Zack semakin merah; &amp;ldquo;K-kukira.. k-kau&amp;hellip; memanggilnya.. S-&lt;em&gt;Sayang&lt;/em&gt;&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal diam sejenak. Selama sedetik agaknya dia mengira dia salah dengar. Kemudian selama detik berikutnya sepertinya dia hendak marah; sepertinya dia nyaris marah. Dia menatap Zack baik-baik, lalu menatap kartu di tangannya sendiri, lalu kembali menatap Zack, dan kemudian mendadak dia malah tertawa terbahak-bahak !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Demi Gaia !!&amp;rdquo; Serunya di sela tawanya; &amp;ldquo;&lt;em&gt;Zack Fair&lt;/em&gt; !! Benarkah apa yang kupikirkan..?!? Kau mengira aku dan Genesis&amp;hellip;&lt;em&gt;--&lt;/em&gt;-???&amp;rdquo; Dia bahkan tidak sanggup menyebutkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack menatap mentornya itu. Angeal masih tergelak-gelak tak tertahankan. Zack memberanikan diri bertanya; &amp;ldquo;B-bukankah kalian memang.. berpacaran ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;ASTAGA ! Dalam nama Gaia, siapa yang mengatakan itu padamu ??&amp;rdquo; Tanya Angeal, menggelengkan kepalanya kuat-kuat seolah berusaha menghentikan tawanya. Tapi gagal. Dia masih saja tertawa. Dia mengusap air matanya dan setelah akhirnya tawanya mereda dia meneruskan; &amp;ldquo;Ayo cepat bilang, siapa yang mengatakan itu padamu..?!? Akan kuhukum orang itu karena menyebar gosip yang aneh-aneh !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;A-aku&amp;hellip;&amp;hellip;.&amp;rdquo; Zack menelan ludah; &amp;ldquo;Aku melihat kalian.&amp;rdquo; Dia terpaksa mengaku; &amp;ldquo;K-kau dan Genesis.. di kantormu kemarin&amp;hellip;. K-kau mencium bahunya dengan bernafsu&amp;hellip;..&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Dengan ber--&lt;em&gt;APA&lt;/em&gt; ?!?&amp;rdquo; Ulang Angeal; &amp;ldquo;Beraninya kau berpikir begitu !&amp;rdquo; Dia tertawa lagi selama sesaat sebelum meneruskan; &amp;ldquo;Gaia yang agung, berkatilah anak lugu ini ! Zack Fair, pertama-tama aku harus memberitahumu kejadian yang sebenarnya. Kau melihatku menghisap racun di bahu Genesis !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;A&amp;mdash;apa ?&amp;rdquo; Zack tersentak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Genesis memang bodoh. Kemarin setelah dari kantin dia masuk ke ruangan labolatorium Prof. Hollander yang sedang kosong dan dia menemukan ada toples berisi kumbang kecil disana.&amp;rdquo; Angeal menerangkan; &amp;ldquo;Tanpa sengaja karena penasaran dia malah memecahkan toples itu dan kumbang itu masuk ke dalam pakaiannya lewat celah leher. Dia berhasil menangkap keluar kumbang itu; tentu saja; dan membunuh kumbang itu, lalu dia meninggalkan labolatorium. Tapi dia mengaku padaku bahwa kumbang itu telah menggigitnya di sekitar bagian depan bahu kirinya. Kami berdua tahu bahwa kumbang itu kumbang beracun. Apa pun yang dipelihara Hollander pasti beracun. Maka aku memaksa untuk menghisap racun itu keluar; sama seperti pertolongan pertama untuk orang yang terkena bisa ular. Aku menghisap darah kotornya lewat luka gigitan itu dan membuang darah itu dari mulutku sebelum tertelan sendiri olehku. Dia sudah cukup lemah saat itu maka aku bisa memaksanya. Aku memang melihat bekas gigitan kumbang di bahu kirinya bagian depan. Kau tentunya tidak bisa melihat bekas gigitan itu, Zack Fair, sebab kau mengintip dari pintu; kan, dan pandanganmu terhalang oleh posisi tubuhku ?!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack terhenyak. Tidak tahu harus bagaimana. Otaknya perlahan-lahan mengejek kekonyolannya sendiri. Muka Zack sudah bukannya merah lagi. Ungu malah. Saking malunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal tertawa lagi; &amp;ldquo;Kau mengira aku dan Genesis----&lt;em&gt;Ya ampun&lt;/em&gt; !! Aku bahkan tidak sanggup mengatakannya ! Kau benar-benar mengira begitu..?!?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack mengangguk pelan. Dalam hatinya dia berharap agar bumi di bawahnya membuka dan menelannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yah, yang pasti kau sukses membuat Genesis berteriak-teriak padaku. Aku belum pernah melihat mukanya semerah tadi, nyaris semerah mukamu sekarang. Ha ha ha. Well, tapi&amp;hellip;&amp;hellip;,&amp;rdquo; Angeal berhenti tertawa dan sikapnya berubah serius; &amp;ldquo;Harus kukatakan padamu bahwa Genesis tidak senang dengan semua ini. Dia langsung meneleponku begitu dia membuka pintu dan menemukan bingkisan cintamu padanya ! Aku bahkan belum sempat bicara dia sudah memaki-makiku, kemudian dia langsung ke rumahku membawa semua benda pemberianmu dan berteriak-teriak lagi di depanku dengan kalap seperti gila. Lain kali pilihlah orang lain untuk sasaran lelucon begini, Zack, sebab---sekali lagi----kurasa Genesis sama sekali tidak menikmati leluconmu. Selera humornya lebih tinggi darimu.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack menelan ludah. Jadi Genesis marah besar sekarang ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;B-bagaimana k-kalian tahu bahwa ini perbuatanku ?&amp;rdquo; Tanya Zack pula; memaksakan diri bertanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku mengenali tulisan cakar ayammu.&amp;rdquo; Jawab Angeal kalem; &amp;ldquo;Begitu Genesis memperlihatkan kartu itu aku sudah tahu siapa pelakunya.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;K-kau t-tidak memberitahu G-Genesis k-kan ?&amp;rdquo; Zack memohon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal menghela nafas; &amp;ldquo;Sayangnya, aku sudah terlanjur memberitahunya. Maafkan aku, Zack. Kau bayangkan saja sendiri, dia nyaris mendobrak pintu apartemenku; bahkan aku belum turun dari ranjang dia sudah berteriak di luar. Setelah kubukakan pintu pun dia langsung berteriak lagi. Dia benar-benar mengira akulah yang mengiriminya bingkisan Valentine yang &lt;em&gt;indah&lt;/em&gt;. (Syukurlah kau lupa memberinya boneka teddy bear sekalian). Aku dimakinya dengan segala macam perkataan dan masih bagus aku masih bisa menghindari sabetan pedangnya. Dia bahkan juga menuduhku &lt;em&gt;mengambil kesempatan&lt;/em&gt; saat menghisap racunnya kemarin. Dia bilang aku menggunakan lidahku kemarin&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa kau menggunakan lidahmu ?&amp;rdquo; Zack tidak tahan untuk tidak bertanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Demi Gaia ! Jelas tidak ! Gaia yang agung tahu bahwa Genesis adalah sahabatku.&amp;rdquo; Balas Angeal; &amp;ldquo;Dan begitu dia memperlihatkan kartu darimu, aku kelepasan langsung memberitahunya bahwa itu bukan tulisanku; tapi tulisanmu, Zack.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muka Zack sekarang memucat. Dia menyeringai lemah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku berhasil mencegah Genesis datang kesini sekarang.&amp;rdquo; Lanjut Angeal; &amp;ldquo;Sebetulnya dia sudah sangat ingin datang kesini untuk menggorok lehermu begitu dia tahu kau yang menulis. Tapi walaupun aku berhasil mencegahnya hari ini, aku tidak akan bisa menolongmu lagi besok, sobat kecil.&amp;rdquo; Angeal menyeringai; &amp;ldquo;Kau harus hadapi dia sendiri. Kau tahu kan bagaimana dia&amp;hellip;?!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack mengangguk dengan putus asa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jujur saja, Zack.&amp;rdquo; Tambah Angeal pula; &amp;ldquo;Apa aku dan Genesis punya tampang mirip &lt;em&gt;gay&lt;/em&gt; ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack menggeleng pasrah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bagus !&amp;rdquo; Sahut Angeal sambil berjalan ke pintu; &amp;ldquo;Dan bersyukurlah juga Gaia masih melindungimu dengan telah membuatmu lupa mengatakan bahwa dia &lt;em&gt;cantik&lt;/em&gt; &lt;em&gt;dan manis&lt;/em&gt; di kartumu.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack nyaris menutupi mukanya sendiri dengan kedua tangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh ya, sebagai tambahan.&amp;rdquo; Lanjut Angeal sebelum keluar; &amp;ldquo;Aku harus memberitahumu. Genesis juga sempat mengira kau homo dan kau menyukainya.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;HAH ?!?&amp;rdquo; Zack tersentak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ya, secara singkat kami sempat membicarakan tentang alasan kenapa kau melakukan ini. Akulah yang memberitahunya bahwa aku menduga bahwa kau menyukainya dan sengaja berusaha menghalangi si &lt;em&gt;penghalang&lt;/em&gt;.&amp;rdquo; Angeal berdehem; &amp;ldquo;Maksudnya; aku, tentu saja. Aku tidak menyukai Genesis lebih daripada seorang sahabat atau seorang kakak. Tapi tadinya sempat kukira kau menganggapku penghalang untuk bisa lebih dekat lagi dengan Genesis.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;K-kau salah !&amp;rdquo; Seru Zack. Otaknya berputar dengan cepat dan tanpa pikir panjang lagi dia menyambar coklat yang masih utuh beserta bunganya sambil langsung melompat bangun menghampiri Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;K-kalau a-ada y-yang kusuka&amp;hellip;.&amp;rdquo; Zack mengulurkan bunga dan coklat itu; &amp;ldquo;I-itu adalah k-kau, A-angeal&amp;hellip;.!&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal terdiam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack merasa lututnya lemas. Tapi syukurlah sebelum dia jatuh merosot saking lemasnya, Angeal sudah menerima bunga dan coklat itu dengan satu tangan; tertawa; dan mengucek rambut Zack dengan tangannya yang bebas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oke.&amp;rdquo; Kata sang mentor; &amp;ldquo;Kuterima ini, Zack Fair. Kebetulan aku suka coklat. Nah, karena kau sudah mengingatkanku bahwa ini adalah hari Valentine dan karena kau sudah memberiku lelucon segar di pagi hari, izinkan aku mengajakmu jalan-jalan hari ini.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sungguh ??&amp;rdquo; Zack nyaris tidak mempercayai pendengarannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal mengangguk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;T-tapi.. b-bagaimana dengan Genesis ?&amp;rdquo; Tanya Zack pula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh. Kurasa kita harus berhati-hati supaya jangan sampai kebetulan berpapasan dengan Genesis di jalan, sebab dia akan langsung membunuhmu.&amp;rdquo; Sang mentor menyeringai; &amp;ldquo;Tapi aku tidak merasa dia akan berjalan-jalan hari ini. Dia sangat marah dan perlu menenangkan diri, dan setahuku membaca atau menulisi buku harian adalah kesukaannya untuk menenangkan diri.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zack tertawa. Perasaan senang menyelimutinya. Dia tahu bahwa dia seharusnya kuatir. Besok bisa jadi dia akan diubah menjadi sate panggang oleh Genesis. Tapi dia tidak perduli. Itu besok. Hari ini dia akan menikmati waktu bersama Angeal. Lagipula; sebetulnya Zack yakin; Angeal tidak akan membiarkan Genesis membunuhnya&amp;hellip;&amp;hellip; Angeal akan melindungi Zack, meskipun sang mentor itu tidak akan mau mengakui bahwa dia akan melindunginya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang pasti, sekarang Zack dan Kunsel boleh melupakan niatan mereka untuk meminta tolong Angeal meringankan hukuman yang telah diberikan Genesis kemarin, sebab rasanya sekarang takkan ada yang bisa membuat Genesis bersedia mencabut kembali hukumannya atau meringankannya; tidak seorang pun; bahkan Sephiroth pun tidak&amp;hellip;&amp;hellip;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Poor Zack&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;The End.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-3069676604376751887?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/3069676604376751887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/valentines-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/3069676604376751887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/3069676604376751887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/valentines-day.html' title='Valentine&apos;s Day'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-1762281405136764231</id><published>2009-05-01T09:44:00.001-07:00</published><updated>2009-05-01T09:45:10.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genesis-Angeal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sephiroth-Genesis'/><title type='text'>We're Late!</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SHINRA ACADEMY : &amp;ldquo;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;WE&amp;rsquo;RE LATE&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; !&amp;rdquo;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Setting : Somewhere in the past; ShinRa Academy; when Genesis &amp;amp; Angeal were in 2nd Class&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Rating : K.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Charas : Genesis, Sephiroth, Angeal.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Genre : General/Humor.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Disclaimer : All charas belong to Squeenix co.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Angeal, rileks.&amp;rdquo; Gerutu Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal hanya menggumamkan jawaban tak jelas dan melangkah lebih cepat lagi meninggalkan si rambut merah di belakangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Angeal&lt;/em&gt; !&amp;rdquo; Genesis mempercepat langkahnya dan berhasil menyusul sahabatnya itu sambil kedua tangan Genesis mengancingkan ban pinggangnya sendiri yang tadi belum terkancing karena mereka pergi dengan terburu-buru. &amp;ldquo;Angeal.&amp;rdquo; Dia meneruskan sambil meraba seluruh kancing bajunya sendiri untuk memastikan bahwa tidak ada kancing yang lepas; &amp;ldquo;Kalau sampai pakaianku terlihat tidak beres hari ini, aku akan menyalahkanmu !&amp;rdquo; Kemudian tangannya meraba rambutnya yang merah, menyisiri rambutnya itu dengan jari-jari tangannya yang lentik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal memutar bola mata. Dia mendengus, dan meneruskan langkahnya dengan lebih cepat. Genesis menyusulnya lagi. Kemarahan mulai terlihat di sepasang mata biru-kelabu Genesis. Si rambut merah itu paling tidak suka penolakan, paling tidak suka jika tidak mendapatkan perhatian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Baik ! Kau tidak suka berjalan bersamaku !&amp;rdquo; Bentaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana orang bisa bertahan menghadapi mahluk itu ?! Gerutu Angeal dalam hati. Kesabarannya habis. Dia berhenti berjalan untuk menengok menatap sahabatnya sejak kecil ini dan dia tidak tahan untuk tidak membentak; &amp;ldquo;Genesis ! Dengar ! Kita sudah diberitahu kemarin bahwa pagi ini ada rapat jam &lt;em&gt;setengah sembilan tepat&lt;/em&gt; dan sekarang sudah jam &lt;em&gt;setengah sembilan kurang tiga menit&lt;/em&gt; sedangkan kita masih belum mencapai ShinRa Building ! Terima kasih kepada Gaia karena aku memiliki sahabat yang &lt;em&gt;menyenangkan&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;disiplin &lt;/em&gt;sepertimu !!&amp;rdquo; Lalu tanpa menunggu jawaban; dan tanpa memperdulikan orang-orang di jalanan yang menengok pada mereka berdua karena ucapannya yang keras tadi; Angeal meneruskan langkahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua detik kemudian Genesis kembali mengimbangi langkahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jangan salahkan aku !&amp;rdquo; Balas sahabatnya itu sambil tetap berjalan merendengi Angeal; &amp;ldquo;Aku terlambat bangun karena aku tidak tidur semalaman, kau tahu; aku-----&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau &lt;em&gt;apa&lt;/em&gt; ?!? Kau membaca Loveless sepanjang malam sampai jam dua pagi dan---oh sekali lagi terima kasih Gaia---Kau juga membuatku tidak bisa tidur karena Loveless-mu itu !!&amp;rdquo; Tukas Angeal; &amp;ldquo;Aku heran aku belum membeli kapas untuk menyumbat kupingku sejak bertahun-tahun yang lalu !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Angeal Hewley&lt;/em&gt; !!&amp;rdquo; Seru Genesis dengan nada sakit hati yang jelas dibuat-buat; &amp;ldquo;Aku tidak percaya sebagai teman sejak kecil kau sanggup mengatakan kata-kata seperti itu padaku; sahabatmu satu-satunya ! Perkataanmu menghina Loveless yang sangat kusukai, temanku tersayang, tahukah kau aku sangat sakit hati----&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Simpan dulu sakit hatimu, Genesis !&amp;rdquo; Angeal memutus saat dia mulai menyadari orang-orang di sepanjang jalanan sialan ini menengok pada mereka berdua sambil cengar-cengir dan menunjuk-nunjuk. Angeal merendahkan suaranya sambil tetap berjalan; &amp;ldquo;Orang-orang menatap kita !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis menengok ke sekelilingnya; menyadari bahwa orang-orang di sepanjang jalan Midgar ini menengok pada mereka berdua sambil bisik-bisik menertawakan. Tentu saja. Dua pria dewasa bertengkar seperti anak kecil dengan suara keras. Belum lagi kenyataan bahwa keduanya sudah terkenal sebagai SOLDIER Kelas Kedua dari ShinRa Co. yang termashyur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbeda dari Angeal yang berpura-pura tidak menyadari sedang diperhatikan oleh orang-orang di jalanan, dengan terang-terangan Genesis membalas tatapan mereka lalu membentak; &amp;ldquo;Lihat apa kalian ?!?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Genesis !&amp;rdquo; Seru Angeal memperingatkan. Angeal sudah hafal watak Genesis. Pernah suatu kali saat mereka sedang duduk di SOLDIER Kelas Ketiga dan kelas mereka diwawancarai, Genesis nyaris membunuh reporter-nya setelah tanpa sengaja sang reporter mengatakan bahwa Genesis mempunyai wajah yang &lt;em&gt;cantik&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;feminim&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan tentu saja sekarang Angeal tidak ingin Genesis --- secara sengaja maupun tidak --- melukai orang-orang di jalanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia mengalungkan lengannya di lengan Genesis dan setengah menyeret si rambut merah itu kembali berjalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cukup sukses. Genesis baru menyentakkan lengannya untuk melepaskan diri setelah mereka berdua tiba di pintu masuk ShinRa. Satpam sudah mengenal mereka berdua dan tersenyum pada Angeal yang membalas dengan ucapan selamat pagi. Sang Satpam tidak tersenyum sama sekali pada Genesis. Seluruh staff dan manajer di ShinRa sudah mengenal siapa Genesis: seorang pemuda yang sombong, angkuh, congkak, pemarah, penyendiri, emosional, dan bertindak dengan menuruti kata hati atau perasaan lebih daripada rasio.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian mereka harus absen dan Angeal sudah memutar bola mata lagi. Genesis mengambil kartu absennya sendiri dengan tenang dan menulis jam setengah sembilan kurang lima. Padahal sekarang jam setengah sembilan lewat sepuluh. Sudah sering begini. Genesis mencurangi waktu di absen mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa ?!&amp;rdquo; Dia berbisik melihat ekspresi protes di wajah Angeal; &amp;ldquo;Kau boleh tulis apa pun yang kau mau di kartumu sendiri, sahabatku, dan aku boleh menulis apa pun yang aku mau di kartuku sendiri !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal mendengus. Menulis jam yang sebenarnya berarti terang-terangan dia minta detensi; sebab sudah sekitar sepuluh kali dia (dan Genesis) terlambat bulan ini dan dia menulis yang sebenarnya sebanyak tiga kali (Sedangkan Genesis tidak). Berarti di kartu Angeal sekarang ada tiga kali terlambat, dan ini akan jadi yang keempat. Sialan. Demi Gaia. Angeal pun menulis jam setengah sembilan kurang lima; mengikuti jejak si iblis berambut merah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis menyeringai puas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Little bitch&lt;/em&gt; !&amp;rdquo; Bisik Angeal menyumpah tak jelas saat mereka berdua masuk ke lift.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa ?&amp;rdquo; Genesis menengok; &amp;ldquo;Kau panggil aku apa ?&amp;rdquo; Agaknya dia benar-benar tidak mendengarnya dengan jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bukan apa-apa.&amp;rdquo; Gumam Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis angkat bahu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pintu lift terbuka dan mereka langsung menuju ruang rapat. Pintu ruangan itu sudah tertutup rapat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Jangan kuatir.&amp;rdquo; Bisik Genesis pada Angeal sebelum mengetuk pintu; &amp;ldquo;Biar aku yang mencari alasan jika ditanya. Lagipula Mr. Lazard adalah orang yang baik, dia tidak akan mempersulit kita.&amp;rdquo; Lalu si rambut merah itu mengetuk pintu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak ada jawaban. Dari dalam sangat hening. Memberanikan diri, Genesis membuka pintu tanpa menunggu jawaban sambil langsung berkata; &amp;ldquo;Mr. Lazard, maaf, kami--------&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi bukan Lazard yang berada di kursi pimpinan rapat di ujung meja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melainkan Sephiroth. &lt;em&gt;Sephiroth sendiri&lt;/em&gt;. Sephiroth yang terkenal, Sephiroth &lt;em&gt;the hero&lt;/em&gt;, Sephiroth yang di usia mudanya sudah menjadi General dalam SOLDIER, Sephiroth yang hebat, termashyur; pemilik pedang Masamune yang terkenal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peserta rapat ini; yang duduk mengelilingi meja panjang besar itu; juga bukan hanya SOLDIER Kelas Kedua atau Kelas Ketiga; tapi juga Kelas Pertama, dan sumpah demi Gaia semua mata mereka tertuju pada Angeal dan Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan Genesis pun jadi kehabisan kata-kata. Dia berusaha menemukan kembali suaranya, berusaha mengucapkan sesuatu, tapi pandangan mata hijau Sephiroth tertuju lurus padanya dan entah kenapa itu membuatnya salah tingkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak ada ekspresi apa pun di wajah Sephiroth. Kemudian dengan ngeri Angeal menyadari bola mata hijau Sephiroth bergerak dari wajah Genesis, lalu ke Angeal (yang berada agak di belakang Genesis), lalu ke arah jam dinding di atas pintu yang masih dipegangi Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal berharap jam itu mati. Gaia yang agung, &lt;em&gt;tolonglah&lt;/em&gt; ! &lt;em&gt;Sekali ini saja&lt;/em&gt; !&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sayang harapannya tidak terkabul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Setengah sembilan lewat lima belas.&amp;rdquo; Gumam Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal merasa bisa merasakan lutut Genesis gemetar. Selama sedetik Angeal mengira Genesis akan lari keluar sambil membanting pintu kembali menutup. Tetapi tentu saja Genesis tidak akan melakukan itu. Mereka berdua adalah SOLDIER sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi walaupun tidak lari, Genesis masih tidak bisa bicara. Dia berusaha mengatakan sesuatu tapi yang terdengar hanya ucapan &amp;ldquo;Aa---&amp;rdquo; terbata-bata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth mengawasinya, menunggu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terpaksa Angeal membuka mulut; &amp;ldquo;S-selamat pagi, General, maaf kami terlambat.&amp;rdquo; Dia berusaha menjaga agar suaranya tidak gemetar. Bagus, sekarang dia harus mencari alasan, sebab kelihatannya Genesis yang biasanya hebat mengarang alasan kali ini tampak seperti mau pingsan. Otak Angeal berputar keras. &amp;ldquo;K-kami.. uh&amp;hellip; terlambat karena pelayan di restauran tempat kami makan pagi tanpa sengaja me-menumpahkan sup ke pakaian Genesis sehingga dia harus pulang dan berganti pakaian dulu, dan a-aku menemaninya.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis langsung menengok pada Angeal yang sekarang tepat di sebelahnya. Wajah Genesis sudah merah padam bercampur pucat, tetapi kesadaran Genesis agaknya mulai pulih dan sepasang matanya memelototi sahabatnya itu seolah mengatakan pada Angeal; &amp;lsquo;&lt;em&gt;Alasan paling tolol, Angeal Hewley, dan aku akan mencekikmu sampai mati begitu kita keluar dari ruangan sialan ini&lt;/em&gt; !!!&amp;rsquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal membalas tatapan galak sahabatnya dengan pandangan yang mengatakan; &amp;lsquo;&lt;em&gt;Habis mau bagaimana lagi, dong ?! Aku tidak pintar mencari alasan, dan kau; tuan berotak pintar yang katanya mau mencarikan alasan untuk kita; malah berdiri gemetaran dari tadi&lt;/em&gt; !&amp;rsquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth berdehem, dan dengan muka semakin merah baik Angeal maupun Genesis kembali menatap pada sang General yang jelas tidak menikmati pertunjukan saling-tatap dari kedua bawahannya itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku tidak senang diinterupsi pada saat aku sedang memberikan pengarahan.&amp;rdquo; Akhirnya Sephiroth berkata, sepasang matanya masih tertuju lurus pada kedua mahluk di pintu yang tampak sangat salah tingkah; &amp;ldquo;Dan keterlambatan kalian jelas telah menginterupsiku; selain kenyataan bahwa kalian tidak tepat waktu; entah dengan alasan apa pun-----&lt;em&gt;Oh&lt;/em&gt;, berhentilah saling berpandangan begitu ! Lain kali pikirkan dulu alasan yang bisa kalian sepakati bersama sebelum mulai mengetuk pintu !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nada suara Sephiroth tetap tenang dan datar, tapi baik Angeal maupun Genesis merasa kata-kata itu seperti tangan yang menampar muka mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untunglah agaknya sang General cukup baik hati. Walaupun; sekali lagi; nadanya tetap datar dan ekspresinya tidak menunjukkan emosi apa pun, Sephiroth meneruskan; &amp;ldquo;Karena aku sedang fokus pada bahasan rapat kita dan aku tidak punya banyak waktu, kali ini kalian berdua kuijinkan masuk. Aku akan berbicara mengenai sikap kalian setelah rapat ini selesai. Sekarang duduklah !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mata Genesis dan Angeal segera menatap ke kursi-kursi di dua sisi meja panjang ruangan ini dan menyadari bahwa dua kursi kosong yang tersisa jaraknya berjauhan (padahal biasanya keduanya selalu duduk berdampingan). Yang satu diapit oleh dua SOLDIER Kelas Kedua; kelas mereka. Sedangkan yang satunya&amp;hellip; berada di sisi kiri paling dekat dengan sang General dan bersebelahan dengan SOLDIER Kelas Pertama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menunggu dengan tak sabar dan sedetik kemudian dia nyaris tidak bisa percaya bahwa kedua SOLDIER Kelas Kedua itu; kedua bawahannya itu; memperebutkan tempat duduk yang berada di antara Kelas Kedua. Sephiroth bisa mengerti kalau tidak ada yang mau duduk di sebelahnya. Dia tahu dia memang &lt;em&gt;mengerikan&lt;/em&gt;. Tapi yang membuatnya nyaris tidak percaya adalah tingkah laku kekanakkan dari dua pria dewasa yang terlambat datang ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua SOLDIER Kelas Kedua itu berlari bersamaan ke kursi yang diapit oleh dua teman sekelas mereka lalu saling menyikut dan mendorong sampai salah satu teman mereka hampir terjatuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Cukup !&amp;rdquo; Seru Sephiroth; &amp;ldquo;Kau !&amp;rdquo;---Dia menunjuk Genesis; &amp;ldquo;Disini !!&amp;rdquo; Dia memberi isyarat agar Genesis duduk di kursi yang paling ujung dari sisi meja; yang berada paling dekat dengan Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mau tak mau Genesis berjalan kesitu, membiarkan Angeal mendapat tempat yang lebih &lt;em&gt;menyenangkan&lt;/em&gt;. Sephiroth mengawasi Genesis dan jelas menyadari bahwa si rambut merah itu menolak memandangnya; tapi ekspresi kemarahan mulai jelas terlihat di wajah si rambut merah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemarahan yang tidak disembunyikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si rambut merah itu menarik kursinya dengan kasar lalu membanting dirinya duduk dan menghela nafas jengkel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bisa kita mulai ?&amp;rdquo; Pancing Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anggota lain sadar bahwa pertanyaan itu ditujukan bukan pada mereka, maka mereka tidak memberi jawaban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis tidak mengacuhkan pertanyaan itu, sepasang matanya menatap ke sepasang tangannya sendiri yang diletakkan di atas meja dan ekspresinya jelas menunjukkan kemurkaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal tidak tahan untuk tidak memperingatkan sahabatnya yang agaknya tidak sadar kepada siapa pertanyaan Sephiroth ditujukan. &amp;ldquo;&lt;em&gt;Genesis&lt;/em&gt; !&amp;rdquo; Desis Angeal. Cukup keras di ruangan yang sunyi ini sehingga sekarang semua mata tertuju pada Angeal; kecuali mata Genesis sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muka Angeal memerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menatap Angeal sekilas lalu kembali memandang Genesis yang masih menatap ke kedua tangannya sendiri sambil menahan marah. Saking marahnya si rambut merah tidak meyadari bahwa Angeal baru saja melakukan pengorbanan besar mempermalukan diri demi memanggil namanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi sedetik kemudian Genesis segera terlonjak dengan terkejut dan &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt;, sebab Sephiroth menggebrak meja sambil berdiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bisa kita mulai ?&amp;rdquo; Ulang Sephiroth. Nadanya jauh lebih tegas, lebih keras, dan lebih disiplin. Pandangannya lurus kepada Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Y-ya, Sir.&amp;rdquo; Genesis lupa untuk marah saking &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt;-nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth berjalan ke arah papan tulis yang memang telah disediakan di ruangan rapat ini dan meneruskan ceramahnya tentang perang yang telah terjadi selama bertahun-tahun ini. ShinRa dan Wutai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia sudah menerangkan selama sekitar empat puluh lima menit ketika akhirnya dia dengan jengkel menyadari bahwa ada yang tidak mendengarkan. Dia berhenti berbicara, kembali menatap pada mahluk berambut merah yang sedang menunduk mengawasi kedua tangannya sendiri di atas meja sambil entah memikirkan apa; yang pasti ekspresi si rambut merah itu jelas menunjukkan ketidakpuasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan ngeri Angeal melihat Sephiroth berjalan menghampiri Genesis sementara si rambut merah itu masih belum mau sadar dari lamunan. Selama dua detik Angeal merasa Sephiroth akan menarik kerah baju Genesis lalu menampar anak itu, tetapi syukurlah ternyata tidak. Sephiroth hanya berdiri diam di sebelah Genesis selama sesaat; menunggu reaksi Genesis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;S-Sir ?&amp;rdquo; Akhirnya Genesis menyadari juga bahwa sang General sudah berada di sebelahnya dan memperhatikannya. Dia menengadah, membalas tatapan sang General.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ada yang ingin kau katakan ?&amp;rdquo; Balas Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kulihat agaknya ada banyak sekali keberatan di hatimu. Coba kau sampaikan satu persatu sekarang.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis melayangkan pandangan matanya pada Angeal selama beberapa saat, lalu menjawab; &amp;ldquo;T-tidak. Tak ada.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kalau begitu maukah kau lebih berkonsentrasi lagi dan mendengarkan jika ada yang sedang berbicara di depan ?!&amp;rdquo; Kata Sephiroth pula; berusaha bersikap baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ya, Sir.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth kembali berjalan ke papan tulis. Dirasakannya pandangan si rambut merah di punggungnya. Tanpa perlu menoleh dia menyadari bahwa pandangan yang diberikan oleh Genesis adalah tatapan penuh kebencian. Ketika Sephiroth akhirnya sampai di papan tulis dan memutar tubuhnya untuk menghadapi bawahan-bawahannya yang duduk memandangnya; pandangan matanya dan pandangan mata Genesis bertemu, dan Sephiroth benar-benar melihat kemarahan dan kebencian yang tersirat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth kembali menerangkan. Kali ini Genesis memperhatikan, tapi terus dengan tatapan mata benci dan marah. Sephiroth menyadari itu, maka setiap dua puluh menit dia berhenti menerangkan dan membalas tatapan mata Genesis dengan terang-terangan sambil bertanya dengan nada kaku; &amp;ldquo;Ada pertanyaan ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Awalnya Genesis menggeleng, tetapi setelah terjadi selama dua kali dan Sephiroth dengan jelas menunjuknya; &amp;ldquo;&lt;em&gt;Kau&lt;/em&gt;. Ada pertanyaan ?&amp;rdquo; Maka Genesis tidak menahan diri lagi, dia mulai memberikan komentar-komentarnya. Adu debat terjadi. Bahkan kemudian Genesis tanpa bisa menahan diri lagi mulai berani menginterupsi saat Sephiroth sedang meneruskan, melontarkan kritik-kritik atas penjelasan mengenai taktik perang sang General.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka berdua berbeda pendapat. Dan seisi ruangan sadar bahwa walaupun taktik perang metode lain yang disarankan Genesis memang mungkin lebih sederhana; tetapi sangat menyolok bahwa selalu lebih kejam daripada semua metode Sephiroth. Seolah Genesis tidak akan segan mengorbankan nyawa penduduk dalam suatu desa demi kemenangan, bahkan tidak akan segan mengorbankan nyawa ratusan prajurit ShinRa sendiri demi kemenangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Entahlah apakah memang Genesis memiliki sifat yang kejam, ataukah hal-hal yang dia lontarkan saat ini dipaksakannya keluar hanya supaya demi bisa mengkritik Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rapat ini berlangsung sangat lama karena kedua orang itu terus berbantahan. Sudah lewat jam dua siang dan mereka semua masih terkurung di ruangan ini. Angeal mulai lapar dan bosan dengan pertengkaran kedua orang itu. Dia berkali-kali menatap sahabatnya dengan nada memberi isyarat agar sahabatnya diam, tetapi Genesis tidak bisa berhenti kalau sudah memulai sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua SOLDIER Kelas Ketiga yang hadir disini sekarang sudah bergerak-gerak dengan gelisah dan capek. Lapar, haus, serta kebutuhan untuk ke toilet. Tidak ada yang berani minta izin keluar untuk ke toilet sedari tadi; sebab melihat ekspresi sang General yang seperti orang sedang menjalani uji kesabaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jam tiga siang dan Angeal merasa seluruh ototnya pegal dan kaku, tapi lagi-lagi mereka masih terkurung di ruangan ini; mendengarkan omong-kosong Genesis; &lt;em&gt;sadistic little bitch&lt;/em&gt;; yang berusaha mempermalukan Sephiroth dengan sia-sia sebab sang General jelas lebih berotak. Angeal menyesal kenapa dia tidak pernah merusak pita suara sahabatnya sejak dulu (tentu saja kiasan) atau setidaknya menyumbat mulut sahabatnya itu. Dia melirik Genesis yang masih berbicara dan merasa bahwa dia ingin sekali menutup mulut itu dengan tangannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setengah jam kemudian, sesuatu terjadi. Seorang SOLDIER Kelas Ketiga yang bertubuh kecil yang sedari tadi bergerak-gerak gelisah di tempat duduknya; mendadak miring dan terjatuh. Semua orang terkejut. SOLDIER kecil itu pingsan. Dengan sigap Angeal segera melompat bangun dan mengangkat tubuh si SOLDIER yang pingsan dari lantai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bawa dia ke Prof. Hollander !&amp;rdquo; Seru Sephiroth, tampak terkejut. Angeal mengangguk dan menggendong anak yang pingsan itu keluar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kejadian itu cukup menyadarkan Sephiroth bahwa mereka semua sudah lelah. &amp;ldquo;Rapat selesai !&amp;rdquo; Dia melirik jam sambil berjalan kembali ke mejanya. Dilihatnya Genesis juga bergerak hendak bangun meninggalkan meja, maka dia berkata; &amp;ldquo;Kau. Dan temanmu yang tadi, datanglah ke ruanganku nanti sore setelah kalian cukup istirahat untuk membicarakan tentang tingkah laku kalian berdua pagi tadi !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis tidak menjawab, tapi sepertinya dia mengerti. Dia meninggalkan ruangan bersama SOLDIER yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang SOLDIER Kelas Pertama masih berada disini. &amp;ldquo;Anak itu&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo; Dia berkata sambil menunjuk punggung Genesis yang menjauh; &amp;ldquo;Aku salah satu mentor mereka. Aku akan memberi pelajaran pada anak itu kalau kau mau. Namanya Genesis Rhapsodos, dan dia memang kurang sopan santun.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Big mouth&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Lack of knowledge&lt;/em&gt;.&amp;rdquo; Gerutu Sephiroth sambil membereskan kertas-kertasnya di atas meja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau terlalu baik dengan meladeninya berdebat.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh ya ?! Aku hanya ingin membungkamnya, tidak kusangka dia sangat gigih. Semangat yang bagus sebenarnya.&amp;rdquo; Jawab Sephiroth pula, menumpuk kertas-kertas dan map-nya; &amp;ldquo;Nah, pergilah istirahat. Aku juga memerlukan istirahat.&amp;rdquo; Dia meninggalkan ruangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;lsquo;Tunggu, Sir !&amp;rdquo; Cegah sang SOLDIER Kelas Pertama; &amp;ldquo;Anda tidak ingin aku memberi pelajaran sopan santun pada anak itu ?&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku akan melakukannya sendiri kalau aku mau.&amp;rdquo; Sahut Sephiroth tanpa berhenti berjalan menjauh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang, tidak ada yang bisa berhasil menghasut atau menjilat Sephiroth, walaupun jelas semua orang di ShinRa berusaha melakukan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal mengawasi Genesis yang kali ini sibuk makan tanpa banyak protes padahal biasanya selalu saja ada yang bisa dikomentari Genesis tentang makanan di kantin keparat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si rambut merah itu tidak menaruh perhatian pada apa pun lagi kecuali makanan dan terlihat sangat capek serta kelaparan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Kau tidak akan selapar itu kalau kau tadi tidak mencoba berdebat dengan sang General.&amp;rdquo; Angeal menghela nafas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Sudah terlambat.&amp;rdquo; Jawab Genesis sambil makan; &amp;ldquo;Aku sudah berdebat dengannya dan sekarang aku sangat capek !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Menurutku kau tadi terlalu nekad.&amp;rdquo; Angeal menghela nafas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Nekad ?!&amp;rdquo; Genesis tertawa sinis; &amp;ldquo;Terima kasih atas dukunganmu, sahabatku yang baik hati.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal memutar bola mata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pintu ruangan Sephiroth diketuk. Si rambut perak itu melirik jam dengan kesal, tapi menahan diri lalu berkata; &amp;ldquo;Masuk !&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pintu terbuka. Genesis masuk duluan diikuti Angeal di belakangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Anda memanggil, Sir ?&amp;rdquo; Tanya si rambut merah. Agaknya dia sudah lebih tenang dan tidak semarah waktu di ruang rapat. Rupanya kantin di ShinRa entah bagaimana hari ini cukup memuaskannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari sudah malam. Sebagian besar orang sudah pulang. Sudah jam setengah tujuh. Sephiroth sebenarnya sudah menunggu kedua anak itu sejak jam lima, tapi keduanya tidak muncul juga, maka akhirnya Sephiroth menyuruh salah satu staff untuk memanggilkan keduanya yang rupanya &lt;em&gt;bersembunyi&lt;/em&gt; di perpustakaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth mengamati ekspresi kedua mahluk yang sekarang duduk di hadapannya. Si rambut merah tampak tenang, bahkan tampak agak puas. Sedangkan Angeal tampak setengah geram (entah pada siapa) dan setengah merasa bersalah. Tidak perlu waktu lama bagi Sephiroth untuk menyadari kejadian yang terjadi: Genesis tidak menyampaikan pesan Sephiroth pada Angeal bahwa Sephiroth menunggu mereka. Genesis berpura-pura lupa (dan Angeal memang lupa sungguhan; sebab di awal rapat tadi pagi Sephiroth sudah menyampaikan secara langsung), dan ketika ada staff datang memanggilkan mereka barulah Angeal benar-benar teringat sementara Genesis pura-pura baru ingat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Berapa usiamu, Genesis Rhapsodos ?&amp;rdquo; Sephiroth bertanya dengan nada datar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Huh ?&amp;rdquo; Genesis tampak kaget.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku menanyakan usiamu.&amp;rdquo; Jawab Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Bukankah usiaku tercantum dalam data-dataku ?&amp;rdquo; Genesis balas bertanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Aku ingin mendengarnya secara langsung darimu.&amp;rdquo; Kata sang General pula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mau tak mau Genesis menjawab; &amp;ldquo;Dua puluh dua.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menghela nafas, &amp;ldquo;Kukira kau baru tujuh belas tahun.&amp;rdquo; Ucapnya kalem lalu meneruskan dengan nada setengah mengejek; &amp;ldquo;Tentu saja maksudku bukan wajahmu; tapi tingkah lakumu.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekali lagi, Sephiroth membuat Genesis kehabisan kata-kata saking marah dan malunya. Mau tak mau Sang General merasa puas mengamati wajah Genesis yang merah karena malu sekaligus masam karena geram.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;General.&amp;rdquo; Tegur Angeal dengan nada agak tajam; &amp;ldquo;Sebenarnya ada apa Anda memanggil kami ?&amp;rdquo; Jelas sekali Angeal adalah sahabat yang baik yang tidak rela sahabatnya dipermalukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh.&amp;rdquo; Sephiroth mengalihkan pandangannya dari wajah Genesis ke wajah Angeal; &amp;ldquo;Aku hanya ingin menyampaikan teguranku atas keterlambatan kalian tadi pagi, dan setahuku kalian sudah sering terlambat.&amp;rdquo; Dia mengeluarkan kartu absen Genesis dan Angeal dari laci mejanya; &amp;ldquo;Aku menyuruh orang membawakan kartu absen kalian padaku tadi sore.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal diam sejenak, menatap sang General yang membolak-balik kedua kartu absen itu. Entah kenapa Angeal memiliki firasat bahwa sang General sudah tidak percaya pada catatan hadir yang tertulis disitu, tetapi Angeal terlambat memperingatkan Genesis yang sudah berkilah; &amp;ldquo;Kalau Anda lihat baik-baik&amp;hellip; saya baru terlambat sekali ini&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Yang benar ?&amp;rdquo; Tanya Sephiroth.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Ya, a---&amp;rdquo; Genesis mencoba menjawab lagi tetapi Angeal sudah menendang kaki sahabatnya itu di bawah dan berkata duluan dengan cepat kepada Sephiroth; &amp;ldquo;Maafkan kami.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Genesis mengaduh dan memelototi sahabatnya. Angeal berusaha menutupi suara mengaduh itu dengan berkata sekali lagi dengan sangat cepat tanpa membalas pandangan Genesis; &amp;ldquo;MaafkankamiGeneralkamitidakakanmengulanginya !&amp;rdquo; Tangannya menyikut lengan sahabatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agaknya sekarang Genesis sadar. Dia menatap Angeal, lalu menatap Sephiroth; &amp;ldquo;B-bagaimana kau bisa tahu ?&amp;rdquo; Dia menanyai sang General.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalimat yang berkesan kurang ajar itu membuat Angeal menendang kaki sahabatnya lagi di bawah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;&lt;em&gt;Aduh&lt;/em&gt; !&amp;rdquo; Seru Genesis; melompat bangun; &amp;ldquo;Angeal, aku----&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal memberi isyarat dengan mengerling ke arah Sephiroth. Genesis segera duduk kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syukurlah Sephiroth tidak marah, tetapi juga tidak tampak terkesan dengan &lt;em&gt;dagelan&lt;/em&gt; singkat dari sepasang sahabat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Apa semua orang di desa Banora seperti ini..?&amp;rdquo; Dia menggumam pelan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Maaf ?&amp;rdquo; Tanya Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Oh, aku hanya bergurau.&amp;rdquo; Jawab sang General; &amp;ldquo;Dan untuk menjawab pertanyaanmu, Genesis, aku sadar bahwa catatan di kartu absenmu palsu karena aku melihat ada tiga kali terlambat dalam kartu Angeal sedangkan tidak dalam kartumu, padahal aku sudah dengar bahwa kalian selalu datang bersama, dan kalian berdua jelas melupakan petugas satpam pagi hari yang selalu melihat kedatangan kalian.&amp;rdquo; Dia berhenti sejenak untuk memperhatikan ekspresi gelisah Genesis, lalu meneruskan dengan tenang; &amp;ldquo;Tolong jangan buat aku berpikir bahwa kalian berdua baru duduk di SOLDIER kelas tiga, Genesis Rhapsodos dan Angeal Hewley. Itu pertama. Yang kedua, jangan mencoba melukai satpam yang kumaksud hanya karena dia mengatakan kebenaran di depanku. Kalau ada sesuatu terjadi dengan satpam itu dan keluarganya, kalian berdualah yang pertama akan kudatangi.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Baik, Sir.&amp;rdquo; Sahut Angeal formal meskipun mukanya merah padam karena malu dan merasa bersalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth menatapnya; &amp;ldquo;Tolong awasi tingkah laku sahabatmu mulai sekarang, Hewley.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Baik, Sir.&amp;rdquo; Jawab Angeal dengan nada tak senang. Bukan tak senang karena apa, tapi karena Sephiroth mengucapkan itu seolah menganggap Genesis liar dan tidak sebijak Angeal sendiri. Angeal tidak pernah ingin dianggap mengungguli Genesis; dalam hal apa pun; oleh siapa pun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;ldquo;Dan mulai sekarang.&amp;rdquo; Tambah sang General; &amp;ldquo;Aku akan meminta Mr. Lazard mengganti sistem absensi dengan mesin sidik jari. Setidaknya itu lebih baik. Seharusnya ShinRa sudah memperbaiki sistem ini sejak lama, tapi sebelumnya memang tidak ada yang berani berbuat &lt;em&gt;curang&lt;/em&gt;; sehingga selama ini kami bersedia mempercayakan setiap anggota untuk menulis sendiri jam hadirnya di kartu masing-masing. Selama ini kami menilai setiap anggota yang bisa masuk ke ShinRa berarti sudah cukup dewasa dan bisa &lt;em&gt;jujur&lt;/em&gt; serta bertanggung jawab&amp;hellip;&amp;hellip;&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muka Genesis memerah. Dia menunduk; tidak berani menatap sang General dan tidak berani mengatakan apa-apa lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sephiroth diam sejenak. Kedua anak di depannya yang seusia dengannya ini tidak berani membalas pandangannya sekarang. Sebetulnya mereka bertiga seumur. Sephiroth hanya satu (atau beberapa) bulan lebih tua dari Genesis dan Genesis hanya satu (atau beberapa) bulan lebih tua dari Angeal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia merasa bahwa kedua bawahannya itu sudah cukup mendapat pelajaran. &amp;ldquo;Baiklah, sekarang kalian boleh pergi.&amp;rdquo; Katanya; &amp;ldquo;Kurasa kalian tidak akan mengulanginya lagi besok.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angeal dan Genesis bangkit. Ketika Genesis mengangkat muka lagi untuk memandang Sephiroth sekilas sebelum mengikuti Angeal meninggalkan ruangan, Sephiroth menyadari tatapan mata kagum dan penuh cinta dari si rambut merah itu seolah sudah bertahun-tahun Genesis memang telah memendam perasaan itu kepada Sephiroth, dan kenyataannya memang begitulah yang sebenarnya&amp;hellip;&amp;hellip;.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;The End&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-1762281405136764231?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/1762281405136764231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/shinra-academy-we-late-setting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/1762281405136764231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/1762281405136764231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/shinra-academy-we-late-setting.html' title='We&apos;re Late!'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-632699871386245112</id><published>2009-05-01T09:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T09:33:30.156-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yaoi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sephiroth-Genesis'/><title type='text'>Sleeping Beauty</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SHINRA ACADEMY : SLEEPING BEAUTY&lt;/span&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;




&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rating : M, yaoi.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Charas : Hollander, Genesis, Sephiroth, Angeal&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Setting : Somewhere in the past; ShinRa.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Genre : Romance&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Warning : YAOI (without lemon)&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Summary : Sephiroth talked about sex and love…..&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;


&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
.
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
.
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;

“K-kau yakin ?” Hollander menatap SOLDIER berambut merah di depannya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Anak malang; Pikir Hollander dalam hati dengan rasa sedikit iba; Sampai segitunya dia menginginkan Sephiroth !&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa aku harus bilang sampai seratus kali ?!” Bentak sang SOLDIER berambut merah; Genesis.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Uh…..” Hollander ragu sejenak; “K-kalau sampai G-general Sephiroth tahu a-aku terlibat, kepalaku akan m-melayang…..”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Dia tidak akan tahu !” Genesis tampak tak sabar; “Sudah kukatakan itu padamu belasan kali ! Kau tidak percaya padaku ?!?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“B-bukan begitu !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Bagaimana kalau begini saja ?!” Genesis menodongkan pedang Rapier-nya yang merah membara ke leher si tua Hollander; “Kau selalu takut pada Sephiroth, kan ?! Kau tidak pernah takut padaku ?! Aku berani jamin pedangku sama tajamnya dengan Masamune miliknya ! Kalau kau tidak mau mengerjakan apa yang kusuruh tadi, kepalamu akan melayang di tanganku !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“G-Genesis !” Hollander buru-buru menyoja; berusaha memadamkan emosi sang 1th Class SOLDIER; “B-bukannya a-aku tidak mau menurutimu…. Hanya saja.. re-resikonya besar untuk dirimu sendiri. K-kalau S-Sephiroth tidak mau---”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Tidak usah banyak omong !!” Putus Genesis marah; “Aku tidak tanya pendapatmu !! Pokoknya buatkan saja apa yang aku mau !!!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“B-baik !” Gerutu Hollander; “Resikonya kau tanggung sendiri, Genesis !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Genesis tampak nyaris menggerakkan pedangnya untuk menebas kepala Hollander, maka Hollander buru-buru tutup mulut dan mengerjakan perintah anak itu. Tidak mudah, apalagi Genesis menunggu dengan sangat tidak sabar. SOLDIER satu itu berjalan hilir-mudik di labolatorium dengan ekspresi sangat tak sabar. Sesekali dia bertanya; “Sudah selesai ?” Dan itu membuat Hollander agak grogi, tetapi si tua berusaha mengerjakan sebaik mungkin.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Akhirnya selesai juga.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander menuangkan cairan yang dikerjakannya ke dalam sebuah botol kristal kecil. Cairan itu berwarna hijau menjijikkan seperti lumut.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Genesis mendekat, mengulurkan tangannya untuk meminta botol itu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Tetapi Hollander masih ragu memberikannya, dan dengan baik hati Hollander memberi nasehat terakhir; “Genesis, dengar. Mari kita bikin jelas sekali lagi untuk terakhir kalinya. Obat ini; seperti permintaanmu; akan membuatmu tertidur, dan tak ada seorang pun yang bisa membangunkanmu, kecuali…..” Hollander diam sejenak, lalu dengan mashygul meneruskan; “Ciuman Sephiroth di bibirmu !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Berikan saja botol itu dan tutup mulutmu !” Bentak Genesis.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander memberikan botol itu ke tangan Genesis dengan rasa mashygul yang makin parah. Dalam hati dia merutuk; Darimana sih anak sinting ini bisa dapat ide gila begitu ?! Apa dia baru saja membaca dongeng Sleeping Beauty di perpustakaan dan dipikirnya taktik ini akan berhasil ?!&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Jangan minum disini, Genesis !” Tambah Hollander cepat; “Aku tidak mau Sephiroth tahu bahwa akulah yang membuatkanmu obat itu. Kau sendiri yang minta aku buatkan obat sinting itu.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Sinting ?!” Genesis tertawa; “Demi Gaia ! Sephiroth adalah laki-laki paling tampan di seluruh ShinRa !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander mengumpat tak jelas.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku tahu jalan pikiranmu !” Kata Genesis pula; “Menurutmu Sephiroth tidak akan mau menciumku, bukan ?!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Yeah.” Gerutu Hollander. Dalam hati si tua membatin; YEAH. Jelas tidak mau.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku adalah sahabatnya.” Genesis berkata lagi; “Tidak mungkin dia tidak mau menolong sahabatnya sendiri !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kita doakan saja begitu.” Gerutu Hollander dengan pelan. Dalam hatinya dia menambahkan lagi; Setahuku kau sudah beberapa kali mencoba membunuh Sephiroth dalam sesi latihan, aku heran dia masih menganggapmu sahabatnya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Profesor ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Yeah ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Menurutmu siapa yang paling cantik dalam SOLDIER ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Huh ?” Hollander mendengus.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Jawab pertanyaanku !” Pedang Rapier terarah lagi ke leher Hollander; “Siapa yang tercantik disini ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Yang pasti bukan elo; Pikir Hollander. Di hatinya terbayang Lucrecia; ibu Sephiroth. Tapi tentu saja dia tidak berani mengatakan itu, maka dia menjawab; “Uuuhh… Cissnei sangat cantik meskipun usianya masih sangat kecil……”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku bilang di dalam SOLDIER !” Bentak Genesis tak puas.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Genesis, yang benar saja ! SOLDIER kan semua laki-laki !” Keluh Hollander dengan capek.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Oke ! Siapa yang paling tampan di dalam SOLDIER ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Mana kutahu, Genesis ?! Aku sudah terlalu tua untuk mengamati muka kalian satu-persatu.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Jangan bercanda, Profesor !” Genesis mendesak.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Anak ini gila; Pikir Hollander; Dan narcisnya minta ampun. Tapi di luarnya si tua menjawab dengan pasrah; “Aku tidak terlalu ingat wajah-wajah SOLDIER lain tapi menurutku kau cukup menarik, Genesis.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Cukup ?! Hanya cukup ?!” Genesis tampak tak puas.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Genesis, aku capek !” Hollander mulai kesal; “Masih banyak yang harus kukerjakan ! Sebaiknya kau bawa obatmu ke kamarmu dan cepat minum sebelum Sephiroth keburu jatuh ke pelukan SOLDIER lain ! Aku akan mendoakan kebahagiaanmu !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;

***&lt;p&gt; &lt;/p&gt;


Maka, siang hari keesokannya, di ShinRa terjadi berita yang menggemparkan.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
SOLDIER 1th Class; Genesis Rhapsodos; jatuh tidak sadarkan diri. Yang kasihan adalah Angeal, soalnya dia kelabakan banget.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa yang terjadi ?” Tanya Sephiroth ketika Angeal masuk ke dalam ruangannya sambil menggendong tubuh Genesis yang tidak sadarkan diri.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal membaringkan Genesis di atas meja sang General. “A-aku tidak tahu !” Angeal tampak sangat panik; “A-awalnya dia bilang dia bilang dia mau ke toilet, dan aku menungguinya di luar. Kira-kira lima menit kemudian dia keluar, dan kami kembali berjalan menuju Perpustakaan. Awalnya dia kelihatan baik-baik saja, tapi mendadak d-dia jatuh dan tidak sadarkan diri. Aku sudah berusaha membangunkannya tapi sia-sia !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Tentu saja Angeal tidak tahu bahwa diam-diam Genesis meminum obatnya ketika berada di dalam toilet lalu membuang botolnya ke tempat sampah.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa ada orang lain di dalam toilet itu ?” Tanya Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Sudah kuperiksa. Tidak ada siapa-siapa !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth menyentuh dahi Genesis. “Sama sekali tidak ada tanda-tanda demam.” Ucapnya kuatir; “Dan tidak terlihat pucat. Apa semalam dia masih baik-baik saja ?”  (Angeal dan Genesis tinggal bersama di satu apartemen).&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Yeah, semalam dia masih normal.” Sahut Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Tolong panggilkan Prof. Hollander.” Kata Sephiroth pula. Tentu saja dia tidak tahu bahwa Hollander yang membuatkan obat tidur, tetapi karena doktor yang biasa menangani Genesis adalah Hollander, secara otomatis Sephiroth meminta dipanggilkan Hollander.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal segera berlari keluar memanggilkan Hollander.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Tak lama, si tua itu datang bersama Angeal. Muka Hollander tampak pucat.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“S-S-Sephiroth…..” Hollander menyapa.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Tolong periksa Genesis.” Kata Sephiroth; “Dia jatuh tak sadarkan diri dengan mendadak.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“B-baiklah.” Hollander maju, menghampiri meja dimana Genesis dibaringkan. Dia memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan kiri Genesis lalu di lehernya. Kemudian si tua itu pura-pura mengeluarkan beberapa alat dari sakunya dan berpura-pura memeriksa dengan teliti. Setelah puas, dia menghela nafas.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Cepat katakan, Profesor !” Seru Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander berusaha tidak menatap Sephiroth dan menjawab Angeal; “Sepertinya Genesis menelan obat tidur---”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Obat tidur ?!” Ulang Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“B-bukan obat tidur biasa, Angeal.” Lanjut Hollander; “Semacam obat tidur khusus. I-ini akan membuatnya tidur selamanya….”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa ?!?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“A-ada obatnya, kok ! A-aku kan belum selesai bicara ! D-dia bisa di-disadarkan dengan…..” Hollander nyaris tidak sanggup meneruskan.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth dan Angeal menunggu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Dengan……” Hollander memalingkan muka.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Dengan apa ?” Bentak Angeal tak sabar; “Katakan saja, Profesor !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“K-kurasa dengan… ciuman…….” Cicit Hollander pelan.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sesaat hening.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Dengan apa ?” Sephiroth menegas; mengira dirinya salah dengar.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander mengulang dengan segan; “C-ciuman dari o-orang yang dicintainya.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sekali lagi hening. Detik berikutnya Buster Sword sudah menempel di leher Hollander.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Jangan bercanda, Profesor !” Gerutu Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“A-aa-aku tidak bercanda, Angeal !” Seru Hollander gemetar; “M-memang begitulah k-kenyataannya ! S-seperti dalam dongeng Snow White, Sleeping Beauty, semacam itu….!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth dan Angeal saling pandang. Sephiroth tampak bingung, sebab dia tidak pernah membaca dongeng seumur hidupnya (betapa malangnya…..).&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kenapa harus dongeng keparat itu ?!” Gerutu Angeal pula; “Kita tidak hidup di negeri dongeng, Profesor !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“M-mana kutahu, Angeal ?! Tanyakan saja p-pada Genesis !” Sahut Hollander.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal memutar bola mata dengan tak sabar dan menarik kembali Buster Sword-nya; “Oke, kita andaikan saja ini benar ! Lalu bagaimana caranya membangunkan Genesis---”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kan aku sudah bilang; dicium oleh orang yang dia cintai !” Hollander mengumpat.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Disitulah masalahnya ! Genesis tidak punya pacar !” Balas Angeal kesal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“T-tidak punya pacar b-bukan berarti d-dia tidak diam-diam me-mencintai seseorang, A-angeal.” Ucap Hollander sambil melirik Sephiroth dengan sembunyi-sembunyi.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa maksudmu ?” Tanya Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“G-Genesis sudah dewasa.” Sahut Hollander; “Pastilah diam-diam ada orang yang di-disukainya. Kau sebagai sahabatnya, apa dia tidak pernah menceritakan padamu isi hatinya, A-Angeal ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal menggaruk kepala.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Yeah, mungkin dia pernah menyukai seseorang, Angeal ?” Sephiroth akhirnya membuka mulut.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“A-aku tidak tahu….” Jawab Angeal dengan ragu; “Well, dia tidak pernah membicarakan perempuan---Maksudku; pernah, tapi tidak sering. Genesis agak terlalu tertutup dengan perempuan…..”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“M-mungkin….” Cicit Hollander pula; “B-bukan p-perempuan---?” Dan detik berikutnya Buster Sword sudah kembali menempel di leher Hollander, kali ini ditambah dengan Masamune.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa maksudmu, Profesor ?!” Gerutu Angeal; “Tidak lucu !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“A-a-aaa-ku kan h-hanya m-menduga-duga…..” Hollander gemetar; “S-singkirkan p-pedang k-kalian….”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth dan Angeal menarik kembali pedang mereka.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Demi Gaia !” Angeal tampak mashygul; “Apa yang harus kita lakukan sekarang..?! Adakah cara lain untuk menyelamatkan Genesis, Profesor ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander menggeleng.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Katakan padaku siapa yang pernah disukai Genesis.” Ucap Sephiroth pada Angeal dengan baik hati; “Aku akan membawa perempuan itu kesini, sekali pun misalnya perempuan itu sudah menikah.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander mendengus. “Jangan mengganggu ketentraman rumah tangga orang lain, Sephiroth !” Umpat si tua dengan pelan.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal duduk dan berusaha mengingat-ingat dengan mashygul. “Kurasa dia pernah menyukai seorang wanita di desa kami dulu…..”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Katakan alamat dan nama wanita itu !” Putus Sephiroth cepat.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Masalahnya, wanita itu sudah mati, Sephy !” Balas Angeal setengah putus asa; “Kau tidak ingin Genesis berciuman dengan mayat kan ?!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth memutar bola mata dengan jengkel; “Jelas tidak !” Gumamnya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kemudian….” Angeal masih berusaha mengingat-ingat; “Waktu kecil Genesis pernah memelihara anjing dan dia sangat dekat dengan anjingnya. Dia kehilangan harapan saat anjingnya meninggal….. Anjing itu betina, tapi sudah mati juga……”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth mendengus; “Yang bener, dong, Angeal !” Dia tidak tahan untuk tidak membentak; “Aku capek nih !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander melirik si pemilik pedang Masamune dengan sembunyi-sembunyi, lalu menatap Angeal dan dalam hati si tua membatin; Nggak usah susah-susah, Angeal, orang yang dicintai Genesis ada di depanmu kok !&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku tidak tahu lagi siapa yang disukai Genesis !” Angeal tampak benar-benar putus asa sekarang.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Melihat itu Hollander memberi usul dengan baik hati; “Memangnya tak ada ya orang yang selalu dibicarakan Genesis siang dan malam ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal tampak berpikir sejenak. “Ada sih…..” Jawabnya ragu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Siapa ?” Tanya Sephiroth cepat.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal tidak menjawab.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Angeal ?” Desak Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Ugh…..” Angeal tampak semakin ragu. Dia memalingkan mukanya dari Sephiroth, tetapi sambil menjawab; “Itu kau sendiri.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“APA ?!” &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku sudah mengatakan yang sebenarnya, Seph !” Angeal angkat bahu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Gila !” Umpat Sephiroth, merasa kepalanya pusing mendadak. Dia buru-buru duduk di kursinya di belakang meja. “Dia membicarakan aku hanya sebagai sahabat, bukan, Angeal ?!” Lanjutnya sambil memijit dahinya sendiri; “Pasti ada wanita yang dia cintai dalam hidupnya !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sebelum Angeal menjawab, Hollander berkata; “Kalau memang ada orang yang dibicarakan oleh Genesis setiap hari dari pagi hingga malam ya sudah pasti orang itulah yang dicintainya !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Jaga lidahmu, Profesor !” Hardik Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Maaf, General.” Gerutu si tua; “Bagaimana kalau begini saja; kita panggil seluruh wanita muda di ShinRa Building ini, di Midgar, dan di Banora Village; lalu kita suruh satu-persatu mencium Genesis ?!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander langsung mendapatkan tatapan kemarahan dari Sephiroth dan Angeal sekaligus.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Maaf.” Hollander nyengir; “Soalnya kita kan tidak tahu siapa yang disukai Genesis.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Mungkin dia tidak pernah mengatakannya padaku karena dia malu.” Angeal menghela nafas; “Bagaimana kalau kita tanya beberapa orang yang agak akrab dengannya di SOLDIER ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Yang paling akrab dengannya kan dirimu.” Ucap Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Yeah, tapi bisa saja dia grogi untuk bercerita tentang perempuan kepada sahabat terakrabnya dan memilih menceritakan hal itu pada orang lain.” Kata Angeal letih.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Ya sudah. Terserah kau saja.” Sahut Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku akan menanyakan pada beberapa orang. Kau tunggu disini, Seph.” Angeal bergegas keluar, meninggalkan Sephiroth dengan Hollander dan dengan Genesis yang sedang tertidur lelap.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Mau tak mau Sephiroth menatap Genesis yang terbaring di atas mejanya. Angeal sialan ! Kenapa Angeal membaringkan Genesis disini ?! Sephiroth jadi tidak bisa bekerja. Semua kertasnya tertindih tubuh Genesis. Yeah, Laptop-nya di meja samping memang masih ada, tapi bagaimana pun seseorang takkan bisa bekerja dengan tenang sementara ada tubuh tertidur di atas mejanya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Apa burung merak merah ini benar-benar tidur ? Pikir Sephiroth. Diawasinya sepasang mata Genesis yang terpejam. Agaknya memang tertidur lelap; sangat lelap. Tampak damai.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Kalau sedang begini sebetulnya dia manis juga; Pikir Sephiroth pula; Sialan !
Kemudian disadarinya Hollander yang masih berada di ruangan ini mengawasinya dengan sembunyi-sembunyi. &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Ya, Profesor ?” Sephiroth menegur.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“T-tidak….” Hollander buru-buru menunduk.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hening sejenak.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“G-General ?” Hollander akhirnya berkata lagi.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Yeah ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Anda ingin a-aku tinggalkan sendiri ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth diam sejenak mendengar pertanyaan itu. Kemudian, di luar dugaan Hollander; Sephiroth menjawab; “Tidak.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“T-tapi.. a-aku ingin kembali ke labolatorium-ku !” Rengek Hollander.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Well, baiklah kalau begitu.” Sahut sang General.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hollander buru-buru meninggalkan tempat itu dan menutup pintu ruangan di belakangnya; berharap Sephiroth segera membangunkan Genesis dan ini semua berakhir. Si tua kembali ke labolatorium-nya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Setelah Hollander pergi, mau tak mau tatapan mata Sephiroth kembali jatuh pada sosok yang tertidur pasrah di atas mejanya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Aneh. Kenapa seseorang bisa tampak begitu manis bila sedang tidur dengan damai begini ? Apakah karena di saat sadar orang itu memiliki kepribadian yang begitu buruknya..?&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Pandangan mata Sephiroth jatuh pada bibir Genesis.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Bibir yang sangat menggoda. Sangat menantang. Sangat mengundang. Tidak heran Genesis memiliki begitu banyak penggemar; bahkan ada gosip bahwa setiap kali Genesis pergi ke bar banyak pria yang mencoba menggaetnya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Bibir itu—mulut itu; yang selalu mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan perkataan Sephiroth di dalam setiap adu debat mereka; sekedar hanya untuk memancing kemarahan Sephiroth. Entah kenapa. Sudah bukan sekali-dua kali Sephiroth dan Genesis bertengkar; bahkan nyaris selalu diakhiri dengan pertarungan yang hampir saling-bunuh jika Angeal tidak berusaha menghentikan.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Bicara tentang Angeal, pintu mendadak terbuka dan Angeal masuk. Ekspresi mukanya aneh, campuran antara geram dan putus asa.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Angeal ?” Sephiroth menegur sahabatnya; “Kau sudah tahu siapa yang disukai Genesis..?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Tidak !” Jawab Angeal, tampak lebih condong pada ‘geram’ sekarang daripada ‘putus asa’.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Katakan padaku.” Bujuk Sephiroth; “Apa yang terjadi ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Oh, Seph !” Angeal menghampirinya dan duduk di depan meja; di seberang Sephiroth; sementara tubuh Genesis berbaring di atas meja di antara mereka berdua. “Kau tahu apa kata orang ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa ?” Sephiroth menjaga nada suaranya tetap tenang. Dia tidak ingin panik. Kalau dia panik maka Angeal akan semakin panik. Sephiroth, Angeal, dan Genesis seumur. Sephiroth lebih tua satu (atau beberapa) bulan dari Genesis dan Genesis lebih tua satu (atau beberapa) bulan dari Angeal. Tapi dalam semuanya Genesis-lah yang paling banyak menimbulkan masalah bagi kedua temannya. Seperti sekarang ini.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Mereka bilang…..” Angeal tampak ragu mengucapkannya; “Mereka pernah melihat dia bersama laki-laki.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth terdiam.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku tidak bisa mempercayai gosip ini !” Angeal menggeleng; “Tapi semua orang yang kutanya mengatakan gosip yang sama. Aku tidak bisa percaya ! Genesis sangat normal di depanku !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa maksud mereka dengan kalimat dia bersama laki-laki ?” Tanya Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Pada tahun pertama kami di ShinRa, suatu malam Genesis pernah pergi ke bar tanpa diriku karena aku tertidur saking kelelahan. Orang-orang mengatakan bahwa malam itu Genesis mabuk dan seorang pria setengah baya menggandengnya. Kemudian saat kami berada di 2nd Class SOLDIER kata orang Genesis pernah ke bar dan dalam keadaan tidak mabuk dia memaksa seorang remaja putra biasa untuk memuaskannya ! Lalu---”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth tidak merasa ingin mendengar lanjutannya, tetapi Angeal sudah meneruskan; “Saat kami berada di 1th Class SOLDIER ada gosip bahwa Genesis berpacaran dengan seorang SOLDIER muda dari 3th Class.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“SOLDIER muda dari 3th Class ?” Ulang Sephiroth; “Berarti orang itu masih ada disini sekarang ? Kau sudah bicara dengannya ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Yeah. Dia masih di 3th Class. Masih kanak-kanak.” Gerutu Angeal; “Dia mengaku bahwa dia memang berpacaran dengan Genesis, tapi menurutnya Genesis-lah yang lebih dominan dan yang selalu menentukan kapan mereka berdua akan bertemu. Jika Genesis sedang tidak menginginkan pertemuan maka anak 3th Class itu tidak berani memintanya.” Angeal diam sejenak, lalu dengan frustasi meneruskan; “Dia bilang.. Genesis menyuruhnya---”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Cukup ! Aku tak mau dengar !” Putus Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Sephy, anak itu memiliki warna rambut yang nyaris sama sepertimu.” Kata Angeal pula.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Oh ya ?! Dan apa artinya itu ?” Balas Sephiroth dengan nada tersinggung.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal menghela nafas.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hening sejenak.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kalau memang begitu bawa saja anak itu kesini.” Ucap Sephiroth; “Suruh anak itu membangunkan Genesis.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Seph--”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kita tahu tidak ada cara lain, kan ?! Kalau memang Genesis menyukai anak itu kenapa tidak kau bawa anak itu kesini ?!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Karena a-aku rasa.. G-Genesis akan lebih suka jika yang menciumnya adalah--”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth jelas tidak ingin mendengar itu. Dia tidak mau mendengarnya. “Angeal..!” Putusnya dengan cepat; “Bawa anak itu kesini ! Sekarang !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal menatap Sephiroth. “Dengar, Seph !” Ucapnya; “Aku tidak mau berbohong lebih lama lagi. Sejak awal aku sudah curiga, tetapi aku menyimpan perasaan curiga ini. Kemudian setelah tadi aku mendengar dari orang-orang bahwa Genesis memang tertarik pada sesama jenis (dan juga lain jenis), aku sadar bahwa kecurigaanku benar--”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Angeal Hewley !” Putus Sephiroth lagi, nada suaranya semakin cepat. Dia nyaris tidak memberi kesempatan pada dirinya sendiri untuk bernafas; “ Aku suruh kau panggil anak itu kesini !!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hening sejenak.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Maaf.” Kata Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Tidak. Akulah yang minta maaf.” Sahut Sephiroth. Dia merasa seperti telah membentak Angeal, padahal dia tidak pernah ingin membentak Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal bangun; “Biar kupanggil anak itu.” Lalu dia keluar.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth menghela nafas. Karena tidak ingin memandang Genesis, Sephiroth bangun dan berjalan ke dekat pintu; menunggu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Tidak lama kemudian Angeal kembali bersama seorang anak berusia sekitar enam belasan; SOLDIER 3th Class (*&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Authoress : karakter OC&lt;/span&gt;). Anak itu tampak gugup dan gemetar; apalagi setelah melihat Sephiroth juga berada di ruangan ini.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“G-general….” Cicitnya. Seperti kata Angeal; anak itu memiliki rambut berwarna perak yang hampir sama dengan warna rambut Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Abaikan aku dan lakukan apa yang harus kau lakukan.” Sephiroth memutar tubuh; membelakangi ruangan; menatap tembok.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth tidak melihatnya, tapi dia tahu anak itu sedang berjalan menghampiri Genesis dengan gemetar. Angeal memberinya instruksi; “Kau hanya harus mencium Red general, dan ingat—hanya sekali—dan jangan coba-coba mengambil kesempatan !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth tidak perlu menengok untuk menyadari bahwa anak itu sedang membungkuk di atas wajah Genesis dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Genesis…..&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Terasa seperti berjam-jam, bertahun-tahun. Terasa lama sekali. Sephiroth tidak tahan dan membalikkan tubuhnya----dalam waktu yang tidak tepat. Dia melihat dengan mata kepala sendiri sang SOLDIER 3th Class mencium Genesis…..&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Selama beberapa detik yang terasa menyiksa dan seperti berjam-jam lamanya; Sephiroth merasa dadanya sesak. Seperti ada sesuatu yang menekan ulu hatinya dengan keras. Sangat menyakitkan.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Cukup !” Syukurlah Angeal yang agaknya menyadari itu buru-buru menarik SOLDIER 3th Class itu mundur; “Tidak berhasil !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“M-maaf…..” Wajah SOLDIER 3th Class itu memerah.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Pergilah !” Kata Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Anak itu menurut dan pergi dengan terbirit-birit.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal menatap Sephiroth. Sang white (silver) general memalingkan wajah.
“Sekarang terserah padamu.” Ucap Angeal; “Tapi ini menyangkut Genesis. Aku bisa mengerti kalau kau tidak memiliki perasaan apa pun padanya. Meski begitu, bisakah kau melakukan ini demi membangunkannya..?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kenapa tidak kau saja ?” Sephiroth balas bertanya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Seph, dia menyukaimu !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kau sahabatnya.” Sephiroth angkat bahu; “Dan aku belum pernah berciuman seumur hidupku ! Aku tidak tahu bagaimana caranya.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal memutar bola mata.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kau selalu bersamanya.” Lanjut Sephiroth; “Kau kira aku buta, Angeal ? Kau kira aku tuli ? Aku tahu pernah terjadi sesuatu di antara kau dan Genesis. Kenapa bukan kau saja yang menciumnya sekarang ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal tampak terkejut. “Terjadi sesuatu ?!” Dia mengulang.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Demi Gaia.” Sephiroth menatap sahabatnya itu; “Aku tidak buta. Jangan pura-pura lagi. Kau dan Genesis pernah berhubungan sex. Mungkin itu sudah bertahun-tahun lalu; waktu kalian masih beranjak remaja; di Banora Village. Tapi aku tahu itu pernah terjadi. Keakraban kalian terlalu intim, dan cara kalian menatap satu sama lain.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal mengerjap. “Untuk seseorang yang belum pernah berpacaran seumur hidupnya kau termasuk cukup jeli, Sephiroth.” Gumamnya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Pengakuanmu membuatku semakin tidak bisa menciumnya.” Sephiroth berkata lagi.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kenapa ?” Tanya Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Karena dia adalah milikmu.” Sahut Sephiroth pahit; “Dan aku tidak suka merebut kekasih sahabatku.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal tertawa kecil; “Benar-benar seorang Sephiroth, eh ?!” Dia menjawab; “Nah, masalahnya adalah kau tidak tahu hubungan seperti apa yang kumiliki dengan Genesis. Aku tidak akan kehilangan dia.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Maksudmu ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Well… Sulit untuk kukatakan.” Angeal angkat bahu; “Tapi singkatnya kalau kau.. uh… menciumnya atau menginginkannya aku tidak akan merasa kau merebutnya dariku; jika itu maksudmu.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku tidak mengerti.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Jelasnya….” Angeal tampak berpikir sejenak; “Aku tidak menganggapmu sebagai musuh. Bukan berarti aku merendahkanmu. Yah, sulit kukatakan. Anggap saja bahasa lainnya adalah aku menerima kehadiranmu di dalam hubunganku dengan Genesis.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth diam sejenak, lalu berkata lagi; “Aku semakin tidak mengerti, dan rasanya aku jadi salah menangkap maksudmu, Angeal !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Mau tak mau Angeal tertawa; “Jangan berpikiran yang aneh-aneh tentangku, Sephy..!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kau memberiku ide untuk berpikiran begitu !” Gerutu Sephiroth; “Nah, sebaiknya kita jangan memperpanjang waktu. Ciumlah dia.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Sudah kukatakan,” Sahut Angeal sabar; “Kau yang harus melakukannya.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Tidak sebelum kau mencobanya sendiri !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal diam sejenak, lalu menjawab; “Kalau aku melakukannya, kau juga akan melakukannya setelah aku ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku tidak yakin.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Seph, jangan pikirkan tentang harga dirimu dulu. Ini menyangkut Genesis. Dia bisa benar-benar mati kalau dibiarkan terlalu lama. Setidaknya, walaupun kau tak punya perasaan padanya; anggaplah yang kau lakukan adalah perbuatan untuk menyelamatkan nyawa seorang sahabat.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth ragu sejenak. Tapi akhirnya mengangguk; “Baiklah. Kalau memang ini bisa menolongnya.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hening sejenak. Tidak ada yang beranjak melakukannya di antara Sephiroth maupun Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Sebenarnya aku lebih suka langsung kau saja yang melakukannya.” Ucap Angeal; “Sebab jika aku melakukannya lebih dulu sebelum kau; dan itu pasti sia-sia; sama saja kita menganggap dia semacam piala bergilir dan itu merendahkan martabatnya.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Masalahnya aku tidak bisa melakukannya sebelum dirimu.” Sahut Sephiroth; “A-aku belum pernah mencium seseorang……”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Ayolah…..”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Dan kenyataan bahwa dia lebih akrab denganmu. Kau sudah dua puluh lima tahun mengenalnya.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Angeal memutar bola mata. Karena ini demi Genesis; sahabatnya; dia tidak mau membuang waktu lagi; “Baiklah. Aku akan duluan. Kau mau berpaling, Sephy ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth memutar tubuhnya tanpa menjawab. Dia tidak melihat, tapi dia tahu apa yang sedang dikerjakan Angeal. Bayangan Angeal mencium Genesis seolah terlihat jelas di depan matanya. Ada perasaan aneh menjalar di hatinya. Cemburukah ? Tapi pada yang mana..? Ataukah rasa tegang karena sebentar lagi dirinya sendiri akan merasakan bagaimana rasanya mencium bibir seseorang ?&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth pernah menginginkan cinta. Pernah memaksakan diri mencintai seorang wanita, tapi gagal. Hatinya ini terlalu dingin dan tidak bisa dipaksa. Meskipun begitu, dia tidak pernah bermimpi bahwa ciuman pertamanya adalah dengan seorang pria.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Rasanya menjijikkan.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Dia nyaris membatalkan niatnya ketika Angeal menepuk bahunya dari belakang dan berbisik; “Sudah kulakukan. Aku akan keluar sekarang. Dan kau tidak perlu kuatir, aku takkan menceritakan tentang ini kepada siapa pun.” Lalu Angeal tersenyum padanya dan berjalan keluar.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth mengawasi pintu ruangannya ditutup dari depan. Lalu dia membalikkan tubuh dan perlahan menghampiri Genesis. Dia memandangi sosok yang tertidur itu. Jelas, sosok ini bukanlah impiannya, bukanlah sosok yang dibayangkannya akan menjadi ciuman pertamanya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Meskipun begitu, Genesis memang “cantik” ……&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Mahluk paling rupawan dalam SOLDIER.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Jika sedang membuka sepasang mata biru-kelabu Genesis selalu penuh dengan cahaya kehidupan. Seolah menantang orang untuk menundukkannya. Keangkuhannya, kecongkakannya, segala emosinya yang membara. Menantang orang untuk memilikinya, namun tidak ada yang bisa benar-benar berhasil memilikinya. Bahkan bibirnya seperti menjanjikan kenikmatan duniawi.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth berdiri di samping meja, membungkukkan tubuhnya ke wajah Genesis…. Dia bisa merasakan nafas teratur Genesis yang sedang tertidur.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sangat damai.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Apa sebaiknya tidak usah dibangunkan ?&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Burung api ini akan membakar apa saja di saat bangun……&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Walaupun berpikir begitu, Sephiroth menempelkan bibirnya di bibir Genesis. Basah….. Bekas ciuman Angeal. Ada kemarahan yang aneh di hati Sephiroth menyadari bahwa bibir ini telah mencium beberapa orang lain berkali-kali.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Beginikah rasanya mencium bibir seseorang….?&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth memejamkan matanya, menekankan bibirnya lebih lagi pada bibir Genesis. Perlu waktu beberapa detik, kemudian dirasakannya bibir Genesis membuka dan memaksa bibirnya sendiri membuka juga, lalu dirasakannya sesuatu mendorong masuk ke dalam mulutnya. Lidah. Sephiroth membuka mata dan menyadari Genesis sudah bangun.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
White general hendak menyentakkan kepalanya mundur, tetapi Red general mengulurkan tangan kanannya; menahan kepala Sephiroth, dan terus memaksa menciumnya; tepatnya mengajarinya caranya berciuman.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Beberapa detik Sephiroth membiarkan dirinya terlena dengan ciuman itu.
Kemudian dia memaksa diri menyentak; melepaskan diri. “Kau sudah sadar.” Bisiknya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Genesis diam sejenak. Sepasang matanya menatap wajah Sephiroth. Tangannya masih berada di belakang kepala Sephiroth dan membelai rambut perak itu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Bagaimana rasanya ?” Akhirnya Red general berbicara.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Ciuman pertamamu.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Hening sejenak.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Cukup aneh.” Jawab Sephiroth sejujurnya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Itu ciuman pertamamu, bukan ?” Sahut Genesis; “Aku bisa merasakannya. Aku bisa melihatnya.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Dan itu pasti bukan pertamamu.” Sephiroth membalas, menegakkan diri.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Genesis bangun, duduk di atas meja; sementara Sephiroth berdiri di sampingnya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Aku bisa mengajarimu lebih banyak.” Ucap Genesis. &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Sephiroth menatapnya. Pandangan mata Genesis kali ini berbeda dengan biasanya. Pandangan mata itu tampak memohon.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Dengan siapa kau pertama kali belajar berciuman ?” Tanya Sephiroth tak tertahankan.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Angeal.” Sahut Genesis tanpa malu-malu; “Dan saat itu adalah saat pertama kali untuknya juga.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kau terlalu liar, songbird.” Kata Sephiroth pelan; “Sama sekali bukan tipe-ku.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kalau kau mau menjadi milikku, aku akan mencoba berusaha mengendalikan diri.” Jawab Genesis.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Kembali hening sejenak.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Lalu bagaimana dengan Angeal ?” Tanya Sephiroth pula.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Angeal….. Jangan kuatirkan dia.” Genesis mengulurkan tangannya; menarik lengan baju Sephiroth; “Menurutmu aku harus bagaimana dengan dia ? Kau yang beritahu aku, moonbeam.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Apa kau punya perasaan terhadapnya ?” Sephiroth membiarkan Genesis memainkan lengan bajunya, kemudian Genesis merebahkan kepala di lengan Sephiroth.
Genesis tidak menjawab.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kau sengaja kan dengan kecelakaan tertidur ini, songbird ?” Sephiroth akhirnya menyadari; “Kau sudah merencanakan ini ? Dan aku masuk dalam perangkapmu tanpa kusadari ! Siapa yang membuatkan obat tidur untukmu ? Hollander ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kau cerdas, Sephy.” Genesis tersenyum tanpa merasa bersalah. Dia masih memeluk lengan Sephiroth dan menyandarkan kepalanya di lengan itu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kau membuatku takut.” Gerutu white general.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Oh, aku tidak bermaksud begitu.” Jawab Genesis santai.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Kembali hening sejenak. Akhirnya dengan pelan Sephiroth menepiskan tangan Genesis yang memeluknya dan menyentakkan lengan; memaksa kepala Genesis tegak kembali. &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Datanglah ke apartemenku besok malam.” Ucap Sephiroth pelan; “Seorang diri. Kita akan meneruskan pembicaraan ini.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Dan senyum pun merekah di wajah Genesis….. Dia tahu misinya sudah sukses. Dia sudah memiliki Sephiroth sekarang; atau Sephiroth yang memilikinya. Entah yang mana. Tapi yang pasti dia tahu dia sudah berhasil membuat sang white general merasakan cinta dan gairah……..&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;

The End.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-632699871386245112?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/632699871386245112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/shinra-academy-sleeping-beauty-rating-m.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/632699871386245112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/632699871386245112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/shinra-academy-sleeping-beauty-rating-m.html' title='Sleeping Beauty'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-1487021200272831</id><published>2009-04-30T22:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T09:08:29.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Angeal-Zack'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><title type='text'>I'll Be There For You</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I’ll Be There For You&lt;/span&gt;

&lt;br&gt; &lt;/br&gt; 
 &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 

“Zack ! Zack !! Bangun !!!” &lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack membuka matanya dan mendapati Cloud mengguncangnya dengan lembut. Tentu saja, ini pagi hari. Cloud sudah terbiasa harus membangunkan Zack.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Kau sudah membuka mata ? Bagus ! Jadi aku tidak perlu menyirammu dengan seember air.” Si pirang bergurau. Salah satu hal yang sangat Cloud sukai dari Zack adalah karena Zack tidak pernah bersikap sok ngatur dan sok memerintah di luar jam training formal. Zack benar-benar bersikap sebagaimana layaknya sahabat dan menganggap Cloud sederajat dengannya meskipun Zack adalah mentor Cloud di ShinRa.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Pagi, Cloud.” Akhirnya Zack mau bangun juga, setengah menggerutu, dan pergi ke kamar mandi. Cloud menyiapkan sarapan. Kedua cowok ini bisa masak, jadi bukan masalah besar mengenai siapa yang menyiapkan makanan; dan mereka selalu memasak bergantian.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Mimpi indah semalam, Zack ?” Cloud bertanya setelah akhirnya keduanya duduk di meja makan.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack diam sejenak, pura-pura sibuk mengunyah roti isi telur dadarnya. Dia mimpi seseorang semalam, dan dia selalu memimpikan orang itu. Tapi dia merasa bahwa Cloud tidak akan suka mendengarnya, maka dia berkata; “Aku mimpi mendaki gunung. Kira-kira apa artinya, ya ?!”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Mungkin artinya kau akan dipromosikan dan naik jabatan ?”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Kalau begitu itu adalah pertanda buruk. Sebab jabatan tinggi berarti tugas bertambah.” Keluh Zack.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Cloud tertawa.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Keduanya hening sejenak, menikmati makanan mereka. Kemudian mendadak Zack bertanya dengan sikap serius; “Cloud ? Apa selama ini aku menyusahkanmu ?”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Huh ?” Sahabatnya tampak agak kaget dan bingung dengan pertanyaan yang tidak biasanya itu.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Apa selama ini aku merepotkan ?” Zack mengulang pertanyaannya dengan nada santai; membuat Cloud menyadari bahwa pertanyaan itu tidak memiliki arti apa-apa, hanya sekedar pertanyaan biasa, maka dia menjadi lebih rileks dan menjawab; “Tergantung apa maksudmu dengan merepotkan.”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Contohnya.. kau harus membangunkanku setiap pagi ?”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Well, bukan masalah besar. Asal kau mau bangun dalam sepuluh hitungan begitu aku memanggilmu.”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack tergelak, lalu tersedak dan batuk-batuk. Dia buru-buru menyambar gelas airnya dan meminumnya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Cloud mengawasinya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack sudah terbiasa diperhatikan oleh Cloud. Si pirang itu memang jarang bicara, tapi dia sangat sering memperhatikan Zack dan dengan begitu agaknya dia menjadi hafal semua kebiasaan Zack. &lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Setelah menghabiskan makanan mereka, Cloud buru-buru bangun; “Aku harus pergi lebih awal hari ini.” Katanya; “Kelasku masuk lebih awal hari ini.”
 “Oke.” Jawab Zack; “Aku akan menyusulmu secepatnya.”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Ada sedikit perasaan iri di hati Cloud melihat Zack yang hanya lebih tua setahun darinya sudah mendapat kedudukan tinggi dan bisa bersantai lebih lama di pagi hari sementara dirinya sudah harus pergi. Tetapi dia menekan keras perasaan iri itu dan bergegas pergi.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack menghela nafas. Sudah beberapa bulan dia dan Cloud tinggal bersama. Mereka berdua menjadi akrab dengan sangat cepat. Tetapi Zack tetap belum bisa melupakan Angeal. Terkadang ketika Cloud membangunkannya di pagi hari, antara sadar dan tidak dia mengira (atau berharap) Angeal yang membangunkannya. Syukurlah dia segera sadar sebelum sempat mengucapkan nama yang salah. Dulu ada masa-masa dimana Angeal suka membangunkannya setiap pagi. Angeal memiliki kunci ke kamarnya dan demi kebaikan Zack sendiri waktu itu Angeal datang untuk membangunkannya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Zack ! Kalau kau tidak mau bangun, maka aku akan mengambil ember, mengisinya dengan air dingin dari kulkas, lalu kusiram ke mukamu !” Masih terngiang suara Angeal di batin Zack.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Dia bangun dan membawa piring kotornya ke dapur, lalu mencucinya. Dia kembali teringat momen lain bersama Angeal, yaitu ketika dia mampir di apartemen Angeal dan melihat dapur Angeal berantakan penuh tumpukan piring kotor.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Aku tidak sempat mencuci, dan sahabatku yang tinggal bersamaku; Genesis; juga tidak sempat.” Itulah alasan sang mentor saat ditanya olehnya waktu itu.; “Huh ?----Mau apa kau ?! ----- Mencucikannya untukku ?! Tidak usah repot-repot ! Letakkan saja disana, aku sudah bersumpah demi Buster Sword-ku aku akan membuat Genesis mau mencuci semua piring kami malam ini !”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack mencuci piring bekas sarapannya. Angeal; Batinnya; Kenapa aku selalu teringat padamu ?!? Sebenarnya sekarang kau ada dimana, Angeal ??&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Dia meletakkan piring bersih yang sudah dicucinya di rak penyimpanan piring, kemudian tanpa sadar dia berjalan ke jendela. Semenjak dia tahu Angeal memiliki sayap dia jadi sering memandang ke langit; menatap burung-burung di kejauhan; dan berpikir mungkinkah salah satu mahluk yang dari sini tampak seperti burung itu adalah Angeal yang sedang terbang bebas di langit ?&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Kalau saja dia yakin Angeal sedang bahagia saat ini, dia tidak akan terlalu kuatir. Tapi dia tahu bahwa yang sedang dialami Angeal sekarang ini bukanlah kebahagiaan. Tapi kebimbangan. Dan dia ingin sekali berada di samping Angeal di saat Angeal sedang bimbang serta membutuhkan pegangan.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack sudah pernah bertemu Genesis dan entah kenapa meskipun Genesis adalah sahabat karib Angeal ada sesuatu dalam diri Genesis yang membuat Zack langsung tidak menyukainya. Si rambut merah itu terus-menerus berusaha memasukkan kata-kata dari Loveless ke dalam otak semua orang seolah berusaha membuat orang-orang menjadi depresi. Seperti berusaha menghasut dan mencuci otak. Zack tahu pastilah Angeal sedang tersiksa dicuci otaknya oleh kata-kata Genesis setiap hari sekarang ini, dan itu membuat Zack semakin ingin bisa menemukan Angeal.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Sesuatu melayang diluar jendela. Ringan, kecil, dan tampak bersinar serta lembut. Terlonjak; Zack menyadari bahwa itu adalah bulu sayap berwarna putih. Buru-buru dia membuka kaca jendela dan keluar ke balkon, tetapi bulu sayap itu sudah nyaris melayang ke bawah. Meskipun kamarnya berada di lantai enam, dia sama sekali tidak perduli; dia membungkuk melewati pagar balkon untuk menggapai bulu itu. Syukurlah dia berhasil meraihnya. Lembut, putih, dan halus.&lt;P&gt; &lt;/P&gt; 
 “Angeal !!!!” Zack mengenali benda itu. Tanpa pikir panjang lagi dia berlari kembali ke kamarnya untuk segera menghambur keluar kamar lewat pintu dan turun; berlari mengejar sesuatu yang sebenarnya entah dimana.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Zack, hey-----;” Orang-orang yang melihatnya mencoba menegur, tetapi dia tidak perduli. Dia terus saja berlari seperti kesetanan, menabrak orang-orang tanpa perduli; dan terus menghambur keluar dari ShinRa. Dia merasa bahwa Angeal menunggunya di suatu tempat. Ya, ini pasti isyarat dari Angeal. Pasti…………….&lt;P&gt; &lt;/P&gt;

 ***&lt;P&gt; &lt;/P&gt;


Kepastiannya memudar dan menjadi sirna setelah berjalan selama tiga jam penuh tanpa hasil. Dia sudah berputar-putar di hutan terdekat sini sampai rasanya dia sudah tidak sanggup berjalan lagi. Kenapa tadi dia betul-betul yakin bahwa Angeal sedang menunggunya di hutan ? Ataukah memang Angeal sedang menunggunya di suatu tempat; tapi bukan di hutan ? Di Midgar ?&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Midgar…….&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Sanggupkah kaki Zack membawanya kesana sekarang ? &lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack jatuh terduduk di rerumputan, melonjongkan kakinya yang pegal dan sakit. Dia lupa membawa Handphone. Dia tahu pastilah sekarang Cloud sudah meneleponnya atau mengiriminya sms. Dia merasa tak enak hati. Oke, sekarang sebaiknya dia ke Midgar, mengitari kota untuk mencari tanda-tanda Angeal, kemudian membelikan sesuatu untuk Cloud. &lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Dia membiarkan kakinya beristirahat dulu beberapa menit lagi. Dia membaringkan tubuhnya di rerumputan; menatap ke angkasa. Dia tahu dia tidak boleh berharap, tapi kenapa dia tidak bisa berhenti berharap ? Sudah hampir setahun dia tidak melihat Angeal dan dia begitu merindukannya. Tidak; Dia membatin; Jangan berharap. Orang yang tidak pernah berharap tidak akan terluka.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Angeal, sudah hampir setahun kau pergi…..;” Hatinya berbicara; “Dan kini aku sudah menjadi SOLDIER Kelas Pertama seperti cita-citaku dan seperti keinginanmu. Kau yang selalu melatihku agar bisa menjadi SOLDIER Kelas Pertama, kau yang selalu memberiku semangat dan dukungan di kala aku goyah; waktu itu aku hanya anak kecil bodoh dan lemah…. Kini cita-cita kita tercapai, kini aku sudah jadi SOLDIER Kelas Pertama! Tapi.. kini aku tidak merasa bahagia sedikit pun. Kau pergi tanpa kabar, tanpa ucapan selamat tinggal, tanpa surat, tanpa apa pun. Dengan tiba-tiba saja kau menghilang…. Dan kini semua orang mengatakan bahwa kau berkhianat.”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack merasa seperti seorang anak laki-laki yang kehilangan ayah. Seolah sang ayah dulu selalu mengajarinya untuk menjadi pria yang baik; untuk patuh pada hukum dan taat pada agama; tapi sang ayah lalu menghilang dan kini sang ayah sendiri ditemukan sebagai penjahat. Kurang lebih seperti itulah perasaannya. Rasa dikhianati.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Sekaligus rindu.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Dan penuh tanda tanya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Kenapa kau meninggalkan aku ? Kenapa kau mengkhianati apa yang justru dulu pernah kau ajarkan padaku ?? Kenapa kau tidak hadir saat aku dilantik menjadi SOLDIER Kelas Pertama ??? Kenapa kau mengkhianati mimpi dan cita-cita yang justru dulu kau berikan dan kau tanamkan padaku ????&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Ketika Zack dilantik menjadi SOLDIER Kelas Pertama; yang diinginkannya adalah melihat Angeal berdiri memandangnya dengan penuh kebanggaan………&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Sayang itu tidak tercapai.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Langit biru tampak buyar…. Tunggu, bukan buyar….. Itu adalah air mata. 
Tanpa sadar Zack sudah menangis.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Dia segera menghapus airmata-nya dan menegakkan punggungnya untuk kembali duduk. Dia tidak boleh begini, dia tidak boleh menangis terus. Dia harus kuat dan bangkit. Dia adalah tempat Cloud bersandar; semacam tokoh panutan bagi Cloud; yang akan meneruskan cita-cita Angeal juga secara tidak langsung.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Sebelum dia sempat berdiri, sesuatu melayang ke depan matanya karena hembusan angin. Dia nyaris tidak mempercayai pengelihatannya. Lagi-lagi selembar bulu putih.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “A---A---Angeal ?!?!” Zack terpana. Pandangan matanya yang mulai jelas setelah airmatanya dihapus bergerak dari bulu yang melayang di depannya ke sosok tinggi tegap yang berdiri tak jauh di hadapannya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal Hewley.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Angeal ?!” Zack masih bingung; merasa dirinya bermimpi. Ini tidak mungkin ! Hampir dua belas bulan dia mencari Angeal dengan sia-sia dan mendadak Angeal berdiri di depannya ?!? Tidak mungkin !!&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack mengucek matanya lagi. Pasti air mata !; Batinnya; Pasti aku berkhayal yang aneh-aneh karena terlalu rindu !&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Mungkin itu Cloud, mungkin aku melihat Cloud sebagai Angeal !; Pikirnya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Kemudian suara yang akrab di telinganya terdengar; “Kenapa ? Kau tidak rindu padaku, Zack sang Puppy..?”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack terpana. &lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Benar-benar suara Angeal !!&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Sosok di depannya itu menatapnya dengan pandangan mata yang biasa diingatnya; pandangan mata lembut campur geli dan sayang. Tawa kecil itu. Tawa yang biasa; yang selalu diingat Zack; tawa saat memanggil Zack dengan julukan Puppy.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Dua detik kemudian tawa kecil Angeal berganti menjadi protes karena Zack sudah melompat bangun dan menghambur memeluknya erat seperti anak anjing yang baru bertemu dengan tuannya. Zack memeluknya begitu erat sehingga Angeal terpaksa berkata; “Kau sekarang sudah belajar mau membunuhku ya ?!”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack segera melepaskan pelukannya, tapi kedua tangannya masih dikalungkan ke leher Angeal. &lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal meneliti wajah Zack.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
“Huh ?” Dia tampak bingung; “Aku membuatmu sedih ? Kukira kau akan bahagia melihatku..? Kenapa aku malah membuatmu menangis ?”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Ini tangisan bahagia, tolol !” Zack tertawa di antara isak tangisnya yang mengeras.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Sekarang kau sudah bisa memanggilku tolol ?!” Angeal pura-pura memprotes lagi, tapi Zack tidak perduli dan memeluknya lagi sekuat-kuatnya, membenamkan wajahnya di dada Angeal untuk kemudian menangis keras tanpa tertahankan.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal membelai rambut Zack. Untuk beberapa detik air matanya ikut tumpah meskipun dia tidak bersuara; tidak seperti Zack. Dia berusaha mengeraskan hati, berusaha tidak mengizinkan adanya air mata yang menetes dari sepasang matanya, tapi entah kenapa dia gagal. Yang bisa dilakukannya sekarang adalah berusaha sekuatnya mencegah tangisnya menimbulkan suara.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “K-kau sudah besar y-ya sekarang…?!” Dia mencoba membuka percakapan agar suasana jangan hanya kaku diisi air mata, tapi yang ada suaranya gemetar; “K-kau t-tidak boleh m-menangis lagi….!”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Mendengar itu Zack tertawa lagi di antara tangisnya lalu menengadah menatap wajah mantan mentornya ini dan tawanya semakin keras; “Kau juga menangis !” Serunya dengan penuh sayang.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Aku ?! T-tidak.” Angeal mengusap air matanya; “Ini k-kemasukan debu.”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Bohong !!” Zack tergelak lagi, kemudian terdiam beberapa saat. Sepasang matanya menatap pada wajah mentornya, dan ketika dia bicara lagi suaranya sangat gemetar dan penuh tuntutan; “K-kenapa kau harus pergi ?? K-kenapa kau meninggalkan a-aku..???”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal terdiam.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack masih bicara, seolah sesuatu yang sudah dipendam selama dua belas bulan ini sekarang punya kesempatan untuk keluar. Selama ini hati Zack sudah seperti cawan yang terus diisi air; segala kesedihan dan pertanyaan; dan mendadak sekarang pada puncaknya air itu tumpah saking penuhnya. Tumpah, meluap, tak tertahankan. Suaranya pada mulanya gemetar dan pelan, kemudian dia tidak bisa mengontrol diri; nada suaranya meninggi dan semakin keras, dan akhirnya menjeritkan namanya. “Kenapa kau harus jadi pengkhianat ?? Kenapa kau harus pergi bersama Genesis ?? Kenapa kau tidak hadir saat aku dilantik menjadi SOLDIER Kelas Pertama ?? Dimana kau saat itu ?? Dimana kau selama ini ?? Tak tahukah aku mencarimu terus !!! Kenapa kau harus mengajarkan padaku hal-hal yang pada akhirnya kau khianati sendiri, Angeal !!!!?”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal tampak terkejut dengan semua pertanyaan itu. Tuntutan tampak di sepasang mata biru Zack yang basah oleh air mata. Menuntut jawabannya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Z-Zack….a-aku…..” Angeal berusaha mencari jawaban. Dia sendiri sebenarnya tidak bisa menjawab semua itu. Banyak hal yang telah terjadi, dan Zack tidak mungkin mengerti. Tapi meski begitu, dia ingin Zack tetap melanjutkan cita-cita mereka. Dia ingin Zack tetap berjalan di jalan yang telah dia tinggalkan, karena jalan itu adalah impiannya di masa kecil yang kini telah direnggut olehnya. Dia tidak boleh menangis sekarang. Dia adalah figur panutan untuk Zack; dia tahu itu.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Zack, begini…..” Dia mencoba bicara dengan tenang dan tanpa emosi; “A-ada hal yang tidak kau mengerti----”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Yang aku tidak mengerti hanya jalan pikiranmu dan Genesis !!” Putus Zack.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Kau tidak boleh menyalahkan Genesis, Zack.” Balas Angeal; “K-kau tahu apa yang telah terjadi pada kami……”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Sayap sialan itu, kan ?!” Zack memutus lagi; “Satu sayap sialan dan kalian meninggalkan semua impian masa kecil kalian ?!”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “B-bukan hanya itu. Degradasi----”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Aku berjanji akan melakukan apa pun untuk menolong kau dan Genesis, Angeal..!!” Lagi-lagi Zack memutus; “Kumohon kembalilah !! Dia juga !! Kita hadapi hari-hari masa depan bersama-sama, dan aku akan berusaha sekuatku untuk menolong kalian----”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Zack,” Angeal memalingkan muka; “Jangan.. membuatku tertawa…...”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Ada kekecewaan terbersit di wajah Zack melihat Angeal memalingkan muka darinya, tapi kemudian Angeal kembali menatapnya dan berkata dengan nada lebih tenang; “Zack, kadang ada orang yang saling mencintai tapi tidak bisa bersama. Kadang ada ayah yang harus meninggalkan anaknya demi suatu urusan. Kadang ada kakak yang harus mengecewakan adiknya. Tapi meski begitu, dalam hati sang kakak selalu berharap agar adiknya bahagia meskipun tanpa dirinya. Dalam hati sang ayah akan selalu berharap bahwa anaknya tetap berjalan di jalan yang pernah menjadi impiannya di masa kecil; dan berharap agar anaknya dapat mewujudkan cita-citanya yang telah gagal dia raih sendiri…..”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack menggeleng keras, menolak untuk menerima kenyataan tentang perpisahan.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal menatapnya dengan iba, tapi meneruskan kata-katanya; “Dan, Zack, percayalah.. di hati kekasih yang terpaksa berpisah; mereka tahu bahwa masa-masa mereka pernah paling bahagia adalah ketika mereka masih bersama… walaupun sekarang mereka tidak mungkin kembali ke masa-masa itu lagi…. Dan aku-----”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Apa hanya itu yang ingin kau sampaikan padaku ?!?” Putus Zack; “Aku tidak ingin mendengarnya, Angeal !!! Setelah berbulan-bulan kita berpisah, hanya itu yang ingin kau sampaikan padaku ?!??”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal terdiam lagi selama sesaat. Dia menunduk memandang wajah Zack yang sedang menengadah menatapnya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Akhirnya dia menjawab dengan lembut; “Tidak. Yang ingin kusampaikan adalah---ucapan selamat…… Selamat, Zack, kau telah menjadi SOLDIER Kelas Pertama.... Aku s-sangat bangga denganmu. Kau t-telah mewujudkan cita-cita kita berdua……!” Dia mengulurkan kedua tangannya, menepuk sepasang bahu Zack dengan kebanggaan.. lalu kemudian tanpa tertahankan lagi dia pun segera memeluk Zack, memaksa Zack masuk ke dalam pelukannya, menahan kepala Zack di dadanya dan membiarkan Zack menangis sekali lagi dalam pelukannya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “K-kau.. kau harus m-menjadi lebih---lebih dari aku !” Serunya parau mengatasi suara tangisan Zack; “Kau harus lebih kuat, lebih sukses dariku !!”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack menangis lebih keras.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “J-jangan menangis, Zack !” Ucap Angeal lagi; “Kau harus tegar…. Kau harus membuat dunia ini menjadi damai dan indah seperti impianmu dan memperlihatkan padaku dunia impianmu….. dunia yang nyata.”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “B-bagaimana aku bisa melakukannya tanpamu ??” Seru Zack.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Perlahan Angeal menekuk lututnya sementara kedua tangannya masih berada di sepasang bahu Zack. Angeal berlutut di hadapan Zack dengan kedua tangan masih di bahu Zack.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Zack,” Bisiknya; “Apa kau percaya padaku ?”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Y-Ya……” &lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Kalau begitu… apa kau masih mau percaya apa yang akan kukatakan ini ?” Tanya Angeal pula.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Selama beberapa detik hati Zack melawan. Tidak ! Rasanya dia ingin menjerit; Aku bukan kanak-kanak lagi ! Simpan saja semua cerita dongengmu tentang kepahlawanan dan hukum; jika kau sendiri ingin membelot dari semua itu !! Jangan bebankan bebanmu di bahuku sementara kau akan terbang pergi meninggalkanku !! Tetapi dia tak kuasa menjeritkan itu. Dia tidak tega melukai Angeal. Bibirnya pun bergerak; “Ya…..” Bisiknya; “Aku akan percaya..lagi.. dan lagi.”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal tersenyum dan menepukkan tangannya di bahu Zack, mengguncang pelan tubuh anak itu. “Dengar.” Dia meneruskan dengan parau; “Zack, aku----aku akan selalu berada di sampingmu----Bukan diriku. Tapi hatiku. Hatiku, semangatku, jiwaku. Semua ada bersamamu. Kau tidak akan pernah sendirian.”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Zack diam.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Tubuhku boleh berada di tempat lain,” Lanjut Angeal; “Tapi hatiku berada bersamamu. Dan di dalam batinku, memori paling indah yang pernah kumiliki adalah masa-masa dimana kita bersama….. Dengan memori itulah aku akan hidup terus dan berusaha berjalan terus di jalanku; meskipun sekarang jalanku sudah berbeda dengan jalanmu. Dan aku akan selalu berpegang pada kepercayaanku bahwa suatu hari nanti kedua jalan kita akan bertemu di ujung.. di suatu saat; di suatu tempat, dimana kau akan memperlihatkan padaku kenyataan yang indah dari mimpi masa kecilku…….”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Sekali lagi Zack terdiam.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Kau mengerti, Nak ?” Desak sang mantan mentor.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “J-jadi aku harus puas dengan hanya memiliki hatimu ?” Tanya Zack sambil mengusap air matanya.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 “Zack…. Apa kau tahu.. Hati lebih besar daripada tubuh. Jiwa lebih besar daripada raga.” Bisik Angeal; “Raga akan hancur, tetapi jiwa akan tetap utuh. Dan kau memiliki jiwaku dan hatiku. Selamanya.”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Meskipun dadanya terasa sakit dan batinnya seperti diiris-iris, Zack memaksakan senyum; “Benar ?”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal juga tersenyum, kemudian memasang sikap formal dan berkata dengan serius; “Angeal Hewley; SOLDIER Kelas Pertama; bersumpah demi Gaia yang agung bahwa hati dan jiwanya adalah milik Zack Fair; SOLDIER Kelas Pertama------”&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Mau tak mau Zack tertawa.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal ikut tertawa.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Langit begitu cerah di atas mereka, matahari bersinar, seakan melukiskan kepada mereka janji mereka. Awan putih bertabur di langit; menjanjikan masa depan. Dan Zack terus percaya bahwa suatu hari nanti, di suatu tempat, di suatu waktu; kedua jalan yang berpisah akan bertemu pada suatu titik ujung…….&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
 Tersenyumlah, Zack, karena saat kau tersenyum pada dunia ini, pada orang-orang di sekitarmu, pada matahari, dan pada langit yang cerah; itu berarti kau sedang tersenyum padaku; Batin Angeal; Dan itu memberiku kekuatan untuk tetap hidup walaupun hidupku sendiri sebetulnya sudah tidak memiliki arti….. Senyummu memberiku kekuatan untuk tetap menjaga eksistensiku di dunia ini; demi membahagiakan seseorang yang sangat mengharapkanku dengan tulus; dan itu adalah dirimu, Zack…!&lt;P&gt; &lt;/P&gt;


&lt;P&gt; &lt;/P&gt;
The End.&lt;P&gt; &lt;/P&gt;

&lt;P&gt; &lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-1487021200272831?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/1487021200272831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/04/ill-be-there-for-you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/1487021200272831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/1487021200272831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/04/ill-be-there-for-you.html' title='I&apos;ll Be There For You'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-560373753066876838</id><published>2009-04-30T22:40:00.001-07:00</published><updated>2009-05-01T09:09:24.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yaoi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sephiroth-Genesis'/><title type='text'>Beat Me</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beat Me&lt;/span&gt;
&lt;br&gt; &lt;/br&gt;

&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setting : Somewhere in the past; SOLDIER&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dalam cerita ini Genesis dan Angeal masih berada dalam 3nd Class SOLDIER&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Warning  : Sedikit Yaoi&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/P&gt;

&lt;br&gt; &lt;/br&gt;

.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;

Genesis menatap pemuda berambut perak di depannya. Oke, seharusnya ini tidak akan jadi terlalu buruk. Pemuda itu seusianya. Mereka dilahirkan pada tahun yang sama, jadi kenapa dia harus membungkuk pada anak seusianya; meskipun anak itu telah menjadi SOLDIER Kelas Pertama dan bahkan telah berpangkat General sementara dirinya dan Angeal masih berada di Kelas Ketiga ?! Tapi meskipun berpikir begitu jantung Genesis berdegup sangat keras. Dia memang bisa berkeras untuk bersikap angkuh di luar, tapi dalam hatinya segala macam perasaan berbunga-bunga. Benci, iri, cemburu, gairah, cinta, dan kagum---semua berbaur menjadi satu. &lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Ini hanyalah sesi latihan. Sang General datang untuk melihat latihan SOLDIER Kelas Ketiga angkatan ini. Mentor mereka menyuruh anggota SOLDIER Kelas Ketiga untuk berlatih berpasangan, dan tentu saja awalnya Genesis langsung bergerak ke arah Angeal. Dia tidak pernah jauh dari Angeal, tapi kemudian dilihatnya dengan matanya sendiri sang General membisikkan sesuatu pada mentor mereka sambil sepasang mata hijau sang General membalas tatapan Genesis, kemudian sang mentor pun mengumumkan sesuatu yang menyebalkan; “Dilarang berpasangan dengan sahabat karib kalian !”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal menatap Genesis dengan pandangan meminta maaf, lalu karena Angeal adalah anak yang penurut dia segera bergegas menghampiri anggota lain dan berpasangan dengan anggota lain itu.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Tinggal Genesis sendirian. Tidak ada yang mau berpasangan dengannya, dan karena jumlah anggota di SOLDIER Kelas Tiga angkatan ini ganjil, maka setelah semuanya berpasangan tinggalah dia sendirian; berdiri memegangi pedangnya.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Tidak bisa dibayangkan betapa malu, marah, dan kesalnya Genesis. Dia jelas-jelas ditinggalkan sendirian oleh yang lain, di depan Sephiroth. Sekarang sang General pastilah berpikir bahwa si rambut merah itu kuper atau bagaimana. Genesis melirik Angeal dan menyadari tatapan cemas Angeal padanya; tatapan cemas plus ekspresi meminta maaf sekaligus. Tapi tentu saja Genesis tidak bisa menyalahkan Angeal sekarang. Dia tidak mau terlihat tolol dengan membentak-bentak sahabatnya di mata sang General walaupun sebenarnya dia sangat ingin melakukan itu untuk melampiaskan kesal. Tapi toh ini bukan salah Angeal. &lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Ini salah General sialan itu.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sephiroth sialan.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Dia nyaris tidak bisa percaya bahwa Sephiroth perduli siapa berpasangan dengan siapa. Sephiroth tahu Genesis dan Angeal adalah sahabat karib karena selama berada di ShinRa sudah beberapa kali Sephiroth melihat keduanya bersama. Di kantin Angeal dan Genesis selalu berdekatan. Saat jam istirahat pun keduanya memisahkan diri dari yang lain dan pergi berduaan. Di pesta mereka berdua juga selalu berdekatan. Semua orang sudah tahu bahwa Angeal dan Genesis memang tidak terpisahkan. Yang jadi pertanyaan Genesis sekarang adalah kenapa Sephiroth harus perduli kalau seseorang ingin berpasangan dengan sahabat karib.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Mungkin karena sang General tidak pernah punya sahabat ! Genesis memberitahu dirinya sendiri untuk menghibur diri. Sepasang matanya membalas tatapan Sephiroth yang tertuju padanya. Genesis bisa mendengar desisan Angeal yang bernada memperingatkan, bahkan Genesis juga sadar mentornya sedang menatapnya dengan sangat tajam, karena pandangan mata Genesis terhadap Sephiroth bisa dikategorikan sebagai pandangan kemarahan.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Anak yang pemberani.” Komentar Sephiroth sambil bergerak menghampiri; “Baiklah, karena kau tidak dapat pasangan, biar aku yang berpasangan denganmu.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Kalimat itu mengejutkan semua orang, bahkan Genesis sendiri.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Sir !” Angeal tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata; “Genesis tidak bermaksud---” Sebelum Angeal menyelesaikan ucapannya mentor mereka membentaknya; “Diam, Hewley !”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Jangan kuatir.” Jawab Sephiroth, seperti biasa nada suaranya datar tanpa ekspresi; begitu pun wajahnya; “Aku tidak akan melukainya.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal tetap kuatir. Bagaimana pun juga Sephiroth adalah SOLDIER Kelas Pertama dan sudah berpangkat General, sedangkan Genesis masih berada di Kelas Ketiga. Seluruh anggota tampaknya tidak ada yang mau latihan dengan pasangan mereka masing-masing sekarang, mereka lebih tertarik menonton Sephiroth dan Genesis.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Dan, begitulah. Genesis menatap Sephiroth yang berdiri tak jauh di hadapannya. Sephiroth agaknya menunggu sesuatu dan Genesis paham Sephiroth menunggu Genesis membungkuk hormat sebelum latihan dimulai. Enak saja ! Genesis mengangkat pedangnya dan mengarahkannya pada Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sephiroth tidak tampak keberatan dengan sikap Genesis walaupun tentunya baru kali ini; setelah bertahun-tahun dia berada dalam SOLDIER; ada yang berani bersikap tidak sopan padanya.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis tidak menunggu lebih lama lagi. Dia segera menyerang Sephiroth dan dengan mudah Sephiroth dapat menghindar. Genesis menyerang lagi, bahkan mulai serius dengan meng-cast magic Api. Genesis berbakat dalam cast elemen Api. Pedangnya; Rapier; juga sangat sesuai dengan kemampuannya itu. Pedang itu menyalurkan panas. Merah membara. Dia terus gencar menyerang Sephiroth sehingga Sephiroth tidak punya kesempatan untuk menghindar lagi.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sesaat Genesis mengira dirinya menang, tetapi tentu saja tidak --- sebab setelah semua serangan api dan kobarannya memadam, Sephiroth tidak tampak terluka sedikit pun. Genesis sangat terkejut, tetapi sebelum sempat dia menggunakan cast lagi, Sephiroth sudah menyerangnya. Genesis menahan dengan pedangnya. Kedua pedang mereka beradu, dan tenaga Sephiroth membuat tubuh Genesis terpental ke belakang; terguling di tanah dan masih terdorong mundur.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Genesis !!” Angeal segera meninggalkan semua sopan santunnya dan berlari memeluk sahabatnya yang terpelanting dan akhirnya jatuh terbaring di tanah; syukurlah yang lebih dulu membentur tanah bukan kepalanya tapi punggungnya. Tanpa pikir panjang lagi Angeal segera menyerang Sephiroth. &lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Hewley !!” Mentor mereka menghalangi di depan Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal terus mendesak menyerang.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Cukup !!” Bentak mentor mereka; “Kalian berdua di-skors !! Kau dan Rhapsodos..!”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Angeal membuka mulut hendak protes tetapi sebelum dia bicara, Sephiroth sudah berkata; “Tidak perlu. Mereka tidak salah apa-apa. Aku terlalu keras pada si rambut merah.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “General…..”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sephiroth menghampiri Genesis. Dia berdiri di depan si rambut merah itu yang sedang bergerak bangun sambil meringis. Sephiroth mengulurkan tangannya, menawarkan untuk membantu Genesis bangun. Selama beberapa detik Genesis tidak mengatakan apa-apa, dia menatap tangan Sephiroth, lalu kemudian dia menepiskan tangan Sephiroth dengan kasar.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Genesis !” Angeal memperingatkan. Angeal segera berlari menghampiri sahabatnya lagi dan membantu sahabatnya bangun.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Bawa dia ke Hollander.” Perintah mentor mereka. Angeal mengangguk dan membimbing Genesis kembali ke gedung.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 
&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
***&lt;p&gt; &lt;/P&gt;

 “Bagaimana keadaannya ?” Tanya Sephiroth keesokan harinya. Saat itu Angeal sedang makan siang di kantin. Karena Genesis masih harus istirahat hari ini, Angeal duduk seorang diri. Tidak disangka Sephiroth masuk ke kantin dan mendatanginya.
 “General.” Angeal langsung berhenti makan dan berdiri.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Tidak usah sungkan-sungkan.” Jawab Sephiroth; “Bagaimana keadaan temanmu yang berambut merah ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Genesis baik-baik saja. Terima kasih atas perhatian Anda.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Apa dia masih berada di tempat Hollander atau sudah boleh kembali ke kamarnya ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Untuk SOLDIER Kelas Tiga dan Kelas Dua, ShinRa menyediakan asrama. Tapi bagi SOLDIER Kelas Pertama diizinkan untuk tinggal di apartemen terpisah sesuka mereka.&lt;p&gt; &lt;/P&gt; 
 “Dia berada di kamar.” Jawab Angeal.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Baiklah.” Kata Sephiroth, lalu berjalan pergi meninggalkan Angeal. Angeal mengawasi punggung Sephiroth yang menjauh.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 
&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
***
&lt;p&gt; &lt;/P&gt;

 Terdengar ketukan di pintu.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Angeal ?” Seru Genesis sambil tetap berbaring di tempat tidurnya; “Masuk saja, pintunya nggak dikunci, kok !”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Pintu terbuka, tapi yang masuk bukan Angeal, melainkan Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis segera melompat bangun.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Tak usah bangun, tetaplah berbaring.” Kata Sephiroth sambil mendekatinya.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Tentu saja saran itu tidak dituruti. Genesis berdiri.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Aku benar-benar menyesal atas kekasaranku kemarin.” Ucap si rambut perak; “Aku baru saja bicara dengan Hollander. Kata Hollander reputasi kesehatanmu sejak awal memang kurang baik. Katanya waktu kecil kau pernah pingsan mendadak---”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Maaf ?!” Putus Genesis dengan nada protes yang tidak disembunyikan; “Apa urusan Anda dengan reputasi kesehatanku ?! Sir ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sephiroth diam sejenak. Sepasang matanya yang pupilnya nyaris seperti mata kucing menatap Genesis. Sesaat kemudian dia bertanya dengan nada yang jauh lebih formal; “Kau tahu apa kelemahanmu, Genesis Rhapsodos ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis nyaris bertanya bagaimana Sephiroth mengetahui namanya, tapi dia langsung ingat bahwa Sephiroth sudah bicara dengan Hollander dan Hollander telah memberikan catatan kesehatan Genesis kepada sang General. Tetapi mengingat itu tidak meredakan amarahnya sedikit pun.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Rhapsodos ?” Sephiroth menegur lagi menyadari pertanyaannya dibiarkan tidak terjawab.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis berusaha mengontrol diri; “Ya, Sir ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kelihatannya kau tidak senang kalau diberi nasehat.” Sephiroth menghela nafas; “Baiklah, sebaiknya aku pergi saja. Aku datang hanya ingin melihat keadaanmu---”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kalau begitu kau simpan saja kekuatiranmu. Hanya benturan kecil tidak akan melukaiku.” Putus Genesis.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Benturan kecil ?!” Ulang Sephiroth, nadanya mulai semakin dingin; “Oh, kulihat yang kemarin bukan benturan kecil, tapi baiklah. Aku tidak ingin mengganggumu.” Dia berjalan ke pintu, tetapi sebelum dia keluar dia menengok sebentar dan berkata lagi; “Kalau kau sudah sehat dan merasa tidak puas atas hasil kemarin; kau boleh mencariku, Rhapsodos. Kuijinkan kau memasuki kantor SOLDIER Kelas Pertama untuk mencariku.” Kemudian tanpa menunggu jawaban Sephiroth keluar, meninggalkan Genesis yang sudah membuka mulut untuk menyahut tapi terlambat.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 
&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 ***&lt;p&gt; &lt;/P&gt;

“Genesis Rhapsodos berasal dari Banora Village.” Sekretaris Sephiroth memberitahu sang General ketika ditanya; “Seusia dengan Anda. Sifatnya memang emosional dan mudah terpancing. Waktu pertama tiba disini dia sudah bertengkar dengan teman-teman seangkatannya. Dia suka memisahkan diri, tidak terlalu senang bergaul, dan kudengar teman-temannya bilang dia adalah anak yang sangat angkuh. Tetapi dia sangat suka membaca dan sering melafalkan legenda Loveless. Selain itu dia juga suka menulis; buku harian misalnya. Sering di kantin dia malah menulis dan bukannya menghabiskan makanannya. Sahabat akrabnya adalah Angeal Hewley yang diketahui memanglah sahabatnya sejak kecil di desa. Mereka dibesarkan bersama.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Oh.” Sephiroth menghela nafas.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sekretarisnya meneruskan; “Hal lain tentang anak itu adalah catatan kesehatannya yang kurang mendukung. Tenaganya memang besar dan kuat, dan pada saat normal dia memiliki daya tahan yang sangat tinggi. Tetapi menurut profesor Hollander yang telah berkomunikasi dengan dokter di Banora Village, Genesis pernah jatuh tak sadarkan diri secara mendadak sebanyak lima kali waktu kecilnya.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Itu adalah reputasi yang buruk bagi seorang SOLDIER.” Jawab Sephiroth; “Apa Hollander tidak menemukan penyebabnya ? Mungkin salah satu rusuknya atau tulang tengkoraknya lemah dan setiap mengalami benturan sekecil apa pun di tempat itu dia akan jatuh tak sadarkan diri.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Profesor Hollander melaporkan pada administrasi SOLDIER bahwa beliau tidak menemukan penyebabnya.” Sahut sang sekretaris; “Tapi karena di luar reputasi buruk itu Genesis Rhapsodos memiliki semangat dan energi yang besar maka pada tes masuk mereka tahun lalu Hollander bersedia melaporkan bahwa Genesis pantas menjadi SOLDIER. Sekarang ini, kudengar yang dikuatirkan dan dikeluhkan para mentornya bukanlah mengenai kesehatannya (sebab Genesis belum pernah pingsan mendadak selama berada di SOLDIER) melainkan mengenai sifatnya.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Bisa kubayangkan.” Kata sang General.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Yeah. Angeal Hewley harus terus mengontrolnya; sebagai seorang sahabat. Dia masih mau mendengarkan kata-kata Hewley.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Bagus kalau dia masih mau mendengarkan Hewley. Setidaknya kulihat Hewley masih lebih menggunakan otak daripada otot.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Hewley memiliki reputasi yang bagus. Pendiam, sopan, tenang, dan kalem.” Sang sekretaris menyetujui, diam sejenak, kemudian meneruskan dengan nada sangat pelan berbisik; “Dan, Sir, aku pernah dengar satu gosip aneh mengenai Genesis Rhapsodos.” Dia mendekati Sephiroth dan membisikkan sesuatu kepada tuannya itu……&lt;p&gt; &lt;/P&gt;


 ***&lt;p&gt; &lt;/P&gt;

Satu minggu lewat dan Sephiroth mengira bahwa Genesis sudah melupakan persoalan itu, tetapi dia salah, sebab suatu pagi di hari Minggu ketika dia berada di apartemennya pintunya diketuk. Dia membukakan pintu dan melihat Genesis.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Si rambut merah tampak agak salah tingkah. “A-aku mendapatkan alamatmu dari bagian administrasi.” Ucapnya.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sephiroth menyilakan Genesis masuk, lalu menjawab; “Yakin kau mendapatkannya dari petugas dan bukan mencurinya ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kau---”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Tidak usah marah dulu. Kalau yang datang adalah orang lain menggangguku di hari Minggu; satu-satunya hari liburku; apalagi masih pagi begini; pasti sudah langsung kuusir. Tapi kuduga kau ingin membalas dendam atas kekalahanmu minggu lalu?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Aku tidak bermaksud mengganggumu ! Aku mencari kesempatan dimana sahabatku masih tidur---”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Ah, ya.” Putus Sephiroth lagi dengan kalem; “Yang kau maksudkan adalah Angeal Hewley. Sebaiknya kau menuruti kata-katanya. Dia adalah orang yang baik hati. Aku tidak terlalu senang mendengar bahwa kau melarikan diri darinya---”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Melarikan diri ?!” Genesis balas memutus, nadanya sudah meninggi; “Kau terlalu menganggap remeh diriku ! Hanya karena kekalahan kecilku minggu lalu ! Aku tidak siap waktu itu dan kau---”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kukira waktu itu kau cukup punya kesempatan untuk menyerangku ?! Hanya saja kau terlalu---”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kita akan lihat apa kau masih bisa menghinaku lagi sesudah hari ini !!!” Genesis membentak.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Oke, kita lihat saja nanti.” Sahut Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis segera bersiap; pedang Rapier merahnya terangkat dan tertuju lurus pada Sephiroth, tapi dengan tenang Sephiroth berjalan ke lemari. Sephiroth bahkan belum mengambil pedangnya yang masih tergeletak manis di meja di samping ranjang. Sephiroth membuka lemari dan mengeluarkan handuk lebar.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Selama beberapa detik Genesis mematung saking bingungnya. Tetapi dia tidak perlu menebak lama, Sephiroth berjalan ke kamar mandi dengan membawa handuk itu. Genesis hanya bisa memperhatikan Sephiroth masuk ke kamar mandi dan menutup pintu. Setelah pulih dari kagetnya, Genesis menurunkan pedangnya dulu dan duduk di sofa menunggu lawannya.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Mau tak mau dia memperhatikan keadaan sekelilingnya. Semua barang di tempat ini jauh lebih mewah daripada di tempat lain manapun yang pernah dilihatnya. Tanpa sadar dia mengeluarkan buku Loveless yang selalu dibawanya kemana-mana dan yang selalu dibacanya saat senggang, dan dia membacakannya keras-keras.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Dia tidak sadar Sephiroth sudah keluar dari kamar mandi dan menatapnya, mendengarkan selama sesaat. Ketika akhirnya Genesis berhenti sejenak untuk memberi jeda di antara bait, dia mengangkat wajahnya dan baru menyadari kehadiran Sephiroth yang hanya terbalut handuk pada pinggul. &lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Wajah si rambut merah langsung memerah; nyaris semerah rambutnya sendiri.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kau punya kebiasaan yang unik. Songbird.” Sephiroth mengomentari kebiasaan Genesis membaca Loveless sambil berjalan ke lemari dan membukanya untuk mengambil pakaian. Dengan santai dan tanpa malu-malu si rambut perak menanggalkan handuknya; tidak menyadari bahwa wajah Genesis sudah semakin memerah saja, tapi sepasang mata biru Genesis tidak bisa beralih dari tubuh si rambut perak yang memiliki kulit putih pucat dan bentuk tubuh seorang pria yang sempurna. Tentu saja Genesis sudah sering melihat seorang pria ganti pakaian di depannya. Angeal juga kadang begitu (walaupun seringnya Angeal masih berusaha menutupi diri demi kesopanan). Di kamar mandi SOLDIER Kelas Tiga dan di ruang ganti pun sebagai sesama pria semua anggota biasanya leluasa saja berganti pakaian atau mandi bersama, dan Genesis sudah banyak melihat itu; tapi entah kenapa kali ini terasa berbeda dan jantungnya berdegup sangat kencang.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sephiroth selesai berpakaian dan mengambil pedang Masamune-nya, lalu membalikkan tubuh sambil berkata; “Baiklah, sekarang kita bisa------Eh, Ada apa denganmu..? Wajahmu merah sekali ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis cepat-cepat memalingkan mukanya. “T-tidak ada apa-apa.” Jawabnya.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kau tidak enak badan ?” Sephiroth bertanya lagi; “Sakit ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Tidak !” Genesis menegakkan diri, menyimpan kembali bukunya, bangun dan menyambar pedangnya lagi. Tetapi sebelum dia sempat menyerang, dia merasa rasa sakit yang mendadak dan tak tertahankan menjalari tulang punggungnya; khususnya tempurung tulang punggung sebelah kiri. “Tidak !” Batinnya, berusaha menahan sakit; “Jangan sekarang !!” Tapi usahanya sia-sia. Yang diketahuinya kemudian semua menjadi gelap……&lt;p&gt; &lt;/P&gt;

 ***&lt;p&gt; &lt;/P&gt;

Genesis merasa seperti sedang bermimpi, dan terbangun entah sudah berapa lama. Selama beberapa detik dia lupa apa yang telah terjadi. Dia mengira dia berada di kamarnya di Banora Village, tetapi ranjang yang dia tiduri saat ini jauh lebih nyaman dari ranjangnya di desa, membuatnya malas bergerak untuk beberapa saat. Kemudian suara kaku menyadarkannya; “Kau tidak apa-apa, songbird..?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Dia menengok dan melihat Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Dengan cepat kesadaran Genesis kembali pulih. Dia teringat lagi apa yang telah terjadi. Disadarinya dia masih berada di apartemen Sephiroth, bahkan sedang berbaring di ranjang sang General. &lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Rasa frustasi menyerangnya; menyadari bahwa dia tadi jatuh pingsan mendadak tanpa sebab. Tapi sebelum dia sempat mengatakan sesuatu untuk menutupi rasa malunya, Sephiroth agaknya mengerti dan berkata duluan; “Jangan kuatir. Aku tidak menganggap kau lemah, dan aku tidak akan memberitahu mentormu atau siapa pun mengenai kejadian ini.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis hendak bangun, tapi Sephiroth menahannya; mendorongnya dengan lembut untuk kembali berbaring, dan berkata lagi; “Tidak usah bangun, Genesis.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Sir----”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Sephiroth.” Si rambut putih memutus; “Kurasa karena kita seumur kita tidak usah menggunakan formalitas saat kita sedang berduaan saja ?!”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis nyaris tidak mempercayai pendengarannya. Dia membaringkan kembali kepalanya di bantal yang nyaman ini, tetapi sepasang matanya masih mengawasi wajah Sephiroth yang seperti biasa kaku tanpa ekspresi.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Si rambut perak membalas tatapannya. Sephiroth tahu bahwa seharusnya dia tidak boleh begini. Harga dirinya terlalu besar untuk bisa menyukai laki-laki; secantik apa pun. Tetapi bahkan orang bodoh pun akan bisa melihat pandangan mata Genesis saat ini adalah pandangan mata penuh harap dan cinta tanpa bisa disembunyikan. Penuh kekaguman. Dan disini tidak ada siapa-siapa. Ini adalah hari Minggu, hari dimana Sephiroth bisa beristirahat. Tak bolehkah dia bersenang-senang sedikit..? Walaupun kesenangan itu tergolong aneh.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sangat aneh. Biasanya dia tidak pernah menginginkan ini. Banyak wanita yang menggodanya setiap kali dia lewat di Midgar. Semua wanita cantik dan sexy; tipe apa pun; berharap bisa berada dalam pelukannya walau hanya untuk semalam saja. Tapi tidak pernah ada perasaan apa pun di hati Sephiroth. Dia tidak menemukan dirinya sebagai seseorang yang bisa menjalin cinta atau hubungan, atau jatuh cinta. Dia tidak memiliki perasaan apa pun; meskipun kadang dia berusaha memaksakan diri menyukai seseorang.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Dia menatap wajah Genesis yang berbaring, membalas tatapan mata Genesis. Sephiroth sadar bahwa dirinya tidak mencintai Genesis seperti cinta antar kekasih, dan juga bukan perasaan nafsu. Dia harus mengakui; memang Genesis sangat rupawan; tapi perasaan dalam hati Sephiroth bukanlah nafsu seperti pria terhadap wanita. Meski begitu, ada perasaan aneh bergolak…. Lebih mirip perasaan penasaran, atau tertantang. Sepertinya bibir Genesis menjanjikan petualangan, pandangan mata Genesis yang penuh cinta di saat bersamaan juga seperti penuh menantang. Seolah menantang Sephiroth; “Beranikah kau melakukannya ? Sanggupkah ? Beranikah kau menghampiriku ? Aku berada disini, menunggu.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Tantangan itu begitu besar. Tantangan untuk mencicipi sebuah permainan yang belum pernah dirasakannya. Bibir si rambut merah itu bagi Sephiroth seolah akan tertawa mengejek bila dia tidak berani menerima tantangan ini. Dan itu cukup bagi Sephiroth untuk kemudian membungkuk di atas dada Genesis; mendekatkan wajahnya ke wajah si rambut merah itu; dirasakannya Genesis menahan nafas; dan kemudian Sephiroth mencium bibir si rambut merah……..&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis tidak meronta, tapi juga tidak memberi respon.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Sephiroth menghentikan ciumannya, tapi masih berada dalam jarak yang sangat dekat dengan wajah Genesis. Si rambut merah tidak memejamkan mata. Si rambut merah itu terlampau sombong untuk bisa membiarkan Sephiroth melihatnya memejamkan mata menikmati ciuman yang padahal sangat diharapkannya itu.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kenapa kau tidak mendorongku ?” Bisik Sephiroth; “Kenapa tidak memukulku..?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Haruskah ?” Genesis balas berbisik.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Apa kau menyukainya ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Ya.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kalau begitu, berikan respon.” Sephiroth menciumnya sekali lagi dan kali ini didapatkannya respon yang sangat agresif. Seperti petualangan yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Sangat agresif, sangat menantang, dan merangsang gairah. Ciuman si rambut merah itu seakan berusaha memaksa Sephiroth luluh dalam pelukannya, tetapi Sephiroth tidak akan menyerah begitu saja. Dia yang akan menundukkan Genesis.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Tanpa sadar Sephiroth sudah bergerak naik ke tempat tidur.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Apa kau pernah melakukan ini sebelumnya ?” Tanya Genesis setelah akhirnya mereka berdua bisa melepaskan ciuman mereka.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Tidak. Tapi aku tahu kau pernah.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Bagaimana kau tahu ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Sekretarisku yang bilang. Katanya salah seorang bawahan di ShinRa pernah memergokimu suatu malam minum-minum di bar dan saat mabuk kau mau saja dirangkul oleh seorang pria setengah baya dan dibawa pergi. Gosip lain mengatakan bahwa di malam lain saat mabuk kau menggandeng seorang anak remaja putra dan menyuruhnya memuaskan kesenanganmu.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis membuka mulut hendak menjawab dengan marah, tapi Sephiroth meletakkan telunjuknya di bibir Genesis, lalu meneruskan; “Jangan kuatir. Aku tidak menganggapmu tercela, dan aku juga tidak akan membocorkan rahasia itu kepada siapa pun. Kau memiliki sifat sulit mengendalikan diri dan sangat menuruti emosi serta perasaan. Apa Angeal Hewley tahu tentang dua kejadian itu ? Kuduga kau pasti kebetulan sedang tidak bersamanya saat itu ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Memang aku sedang tidak bersamanya saat itu.” Genesis memainkan rambut Sephiroth yang berbaring di atas tubuhnya; “Angeal terlalu taat akan norma-norma. Kalau dia tahu apa yang telah kulakukan, dia akan menceramahiku siang dan malam.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kalau begitu apa kau tidak takut Angeal akan datang kesini mencarimu sekarang..?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Jangan kuatir. Aku sudah meninggalkan pesan untuknya bahwa aku pergi jalan-jalan ke Midgar. Dan kau sendiri ? Apa akan ada yang datang mencarimu sekarang?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Aku mematikan Handphone-ku setiap hari Minggu.” Sephiroth mengerling pada Handphone-nya di atas meja di sebelah Masamune; “Jika tidak benda sialan itu akan berdering terus setiap lima menit.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Aku tidak perlu mematikan handphone-ku. Tidak ada yang mencariku, kecuali Angeal dan orang tuaku.” Tangan Genesis sekarang membelai pipi Sephiroth, tetapi sang General menangkap tangan itu dan meletakkan tangan itu di atas kepala si rambut merah sendiri lalu menahannya disitu dengan tangannya.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kau yang akan menurutiku, Genesis.” Bisik Sephiroth.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Kenapa ?”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 “Well… karena kau kalah minggu lalu. Tapi aku akan bersikap adil. Kalau kau bisa mengalahkanku suatu hari nanti, aku akan menurut padamu.”&lt;p&gt; &lt;/P&gt;
 Genesis tersenyum, jelas dia merasa dia akan menang suatu hari nanti dan akan bisa membuat Sephiroth bertekuk lutut di hadapannya lalu dia akan bisa menguasai si rambut perak itu selamanya seperti impiannya selama ini, tetapi saat ini; detik ini; dia tidak bisa memperdulikan hal itu dulu, sebab dia akan segera sibuk dengan sesuatu……&lt;p&gt; &lt;/P&gt;



The End.&lt;p&gt; &lt;/P&gt;

&lt;br&gt; &lt;/br&gt;
&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note. Walaupun kelihatannya tulisanku (mungkin) memuji Sephiroth, sebenarnya jujur saja aku tidak melihat dia “tampan”/“cantik”---whatever. Aku akui dia hebat dan cool but just it. Aku benci model rambutnya dan kulitnya yang terlampau pucat, dan di mataku rupanya sama sekali tidak “mempesona”. Meski begitu, aku berusaha memberikan kesan “sportif” dalam tulisanku, karena dalam dunia Final Fantasy Sephiroth dianggap sebagai sosok yang sempurna.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-560373753066876838?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/560373753066876838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/04/beat-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/560373753066876838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/560373753066876838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/04/beat-me.html' title='Beat Me'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-1367021268457757297</id><published>2009-04-30T21:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T09:58:51.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cloud-Zack'/><title type='text'>A Shoulder To Cry On</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A Shoulder To Cry On&lt;/span&gt;

&lt;br&gt;&lt;/br&gt;



&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Cloud ?” &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Anak berambut pirang itu menengok, menatap mentornya; Zack Fair; yang berjalan menghampirinya. Mentornya itu memiliki rambut hitam dan bola mata berwarna biru cerah; mata paling indah yang pernah dilihat Cloud; si pirang ini; selama hidupnya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack duduk di rerumputan di sebelahnya. Sepasang mata Cloud sama sekali tidak bisa beralih dari wajah Zack sementara sang mentor menengadah menatap pada langit biru yang berhiaskan awan putih cerah. Sesaat suasana hening. Kemudian akhirnya Zack menyadari bahwa Cloud hanya memandanginya saja.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Ada yang aneh dengan wajahku, Cloud ?” Dia bertanya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “T-tidak.” Cloud buru-buru memalingkan muka.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Dia sangat menyukai Zack; sebagai sahabat, sebagai kakak, sebagai mentornya. Zack selalu periang, tabah, dan ceria. Beberapa kali sempat timbul rasa iri dan cemburu di hati Cloud pada diri Zack karena meskipun usia mereka berdua hanya terpaut beberapa tahun (Ralat : Satu tahun), tapi Zack telah menjadi seorang SOLDIER Kelas Pertama, sementara Cloud hanya menjadi prajurit ShinRa biasa. Belum lagi ditambah dengan sikap orang-orang pada Zack; seluruh anggota ShinRa sangat menghormati, mengagumi, dan menyayangi Zack. Semua orang berebut untuk menyapanya setiap kali mereka melihatnya. Siapa pun pasti akan ada rasa iri atau cemburu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Meskipun begitu, segala kebencian dan rasa iri Cloud luluh dan hancur setiap kali Zack menatapnya dengan mata biru yang indah itu dan tersenyum padanya. Dia bisa membenci Zack; iri pada Zack; saat Zack sedang tidak menatapnya atau tidak tersenyum padanya. Tapi setiap kali dia harus berhadapan langsung dengan Zack, semua perasaan negatif terhadap Zack langsung hilang dengan sendirinya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Sesaat kedua anak itu kembali hening. Angin semilir meniup rerumputan di padang ini. Matahari bersinar cerah.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Cloud.” Kata Zack pula tanpa menengok. Pandangannya masih lurus menatap langit dan burung-burung di kejauhan; “Apa aku boleh tahu siapa orang yang paling berarti dalam hidupmu ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Cloud menatap sang mentor. Cloud adalah anak pendiam dan jarang bergaul. Dia tidak terlalu memiliki teman. Bergerombol bersama teman bukanlah tipenya. Selama ini di ShinRa dia selalu sendirian, makan di kantin juga sendirian. Tapi semenjak dia mulai dekat dengan Zack, kadang Zack menemaninya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Orang yang paling berarti bagiku adalah kau, Zack; Pikir Cloud. Tapi dia tidak bisa mengucapkannya. Dia ingin mengatakannya tetapi dia ragu, dan karena keraguannya itulah Zack mengira bahwa Cloud tidak akan menjawabnya. Selalu seperti ini. Cloud membutuhkan waktu sebelum bicara, dan setiap kali lawan bicaranya; siapa pun itu; mengira bahwa dia takkan menjawab.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Tidak ada orang yang berarti bagimu ?!” Zack tertawa kecil; “Yah, tidak apa-apa. Aku harap suatu saat nanti kau akan menemukan seseorang yang bisa menuntunmu seperti seorang kakak, seorang sahabat, dan yang akan selalu melindungimu.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Alasan kenapa Cloud selalu membutuhkan waktu untuk bicara adalah karena dia selalu berusaha untuk tidak menyinggung siapa pun sebisanya. Dia tidak mau salah bicara lalu seseorang jadi tersinggung dengan ucapannya. Tapi seringkali juga dia melewatkan banyak kesempatan karena diamnya itu. &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
Dia menatap sang mentor, dia ingin sekali memberitahu isi hatinya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Tetapi Zack sudah meneruskan bicara sambil kembali menatap burung-burung di kejauhan di langit; “Ada orang yang sangat berarti untukku. Orang itu sudah seperti kakak, sahabat, seperti pembimbing bagiku. Dia adalah idolaku. Dan karena dia-lah maka aku bisa menjadi sebagaimana aku sekarang yang kau lihat ini, Cloud…..”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Hanya ada satu nama di hati Zack. Cloud tahu itu. Dia sudah mendengarnya dari orang-orang. Dia tidak pernah berjumpa dengan si pemilik nama tapi dia sudah sering mendengar cerita tentangnya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Angeal…?” Bisik Cloud menebak.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Yup.” Zack mengangguk; “Dia. Kau tidak mengenalnya. Sayang sekali dia sudah keburu meninggalkan ShinRa saat kau masuk. Dia adalah orang yang hebat. Dia mengajariku arti persahabatan, arti perjuangan, dan harga diri sebagai laki-laki; sebagai seorang SOLDIER…..” Zack terus berbicara, memuji-muji Angeal sementara Cloud tidak mendengarkannya tetapi diam-diam mengambil kesempatan untuk bisa menatap mata biru Zack dari dekat.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack yang periang. Jika sudah membicarakan Angeal, sepertinya Zack tidak bisa berhenti. Selalu menggebu-gebu, penuh semangat, dan penuh kerinduan. Tidak perduli walaupun sekarang semua orang menganggap Angeal adalah pengkhianat ShinRa. Sepertinya kepercayaan Zack pada diri Angeal (yang sekarang entah dimana) tetap tidak akan luntur. Kepercayaan bahwa Angeal tidak akan pernah mengkhianatinya. &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Bagi Cloud, saat Zack membicarakan Angeal adalah saat dimana dia bisa bebas memandangi wajah Zack tanpa disadari oleh sang mentor. Apalagi di saat sedang membicarakan Angeal justru sepasang mata Zack tampak lebih indah dari biasanya, sebab ada cinta, ketulusan, kerinduan, dan kehangatan tercermin disana. Kehangatan yang tidak akan pudar oleh salju setebal apa pun. Sesuatu yang dipelajari oleh Cloud, membuatnya merasa lebih menghargai arti persahabatan dan cinta. Itu semua karena kesetiaan Zack kepada Angeal. &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Tetapi, di akhir pembicaraan mengenai Angeal; selalu saja sepasang mata biru Zack meredup dan menjadi sedih, menjadi penuh kesepian dan tanda tanya. “Dimana kau sekarang, Angeal…? Cepatlah kembali…..” Walaupun Zack tidak mengucapkan itu, Cloud tahu itulah yang ada di hati Zack setiap selesai menceritakan tentang Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Tidak ada yang bisa dilakukan Cloud. Tidak ada.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Dan Zack juga tidak pernah mau membebani Cloud dengan deritanya. Dengan cepat dia bisa menyembunyikan kesedihan dan tanda tanyanya, lalu kembali tertawa dengan riang dan bersenda gurau lagi. Dia hanya ingin mengajari Cloud untuk menghormati orang yang paling dihormatinya; seolah-olah Cloud adalah adiknya dan Angeal adalah ayah mereka. Dia kembali melontarkan canda sementara dalam hatinya berpikir; “Jangan kuatir, Cloud, aku akan menjagamu seperti Angeal telah menjagaku. Aku pasti akan membuatmu menjadi kuat dan mandiri, seperti juga Angeal telah memberiku kekuatan, tapi aku tidak akan pernah meninggalkanmu, meskipun Angeal telah meninggalkanku.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Nah, Cloud.” Dia menggenggam tangan orang yang dianggapnya sebagai adiknya itu; “Kita akan selalu bersama, ya.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Ya…..” Jawab Cloud. Hatinya terasa haru campur iba, tetapi seperti biasa dia selalu berhasil menyembunyikan perasaannya dengan baik, sehingga orang berpikir bahwa dia sama sekali tidak merasakan apa-apa.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Bagus.” Zack melepaskan tangan sang adik menepuk bahu sang adik; “Janji ?”
 “Ya.” Sahut Cloud lagi, dan sebelum dia sempat mengatakan sesuatu lebih jauh, Zack sudah menarik tangan kanan Cloud lalu mengaitkan jari kelingking kanan Cloud dengan jari kelingking kanannya sendiri……&lt;p&gt; &lt;/p&gt;

 ***&lt;p&gt; &lt;/p&gt;


Itulah Zack. Meskipun di luarnya tampak tabah, kuat, dan periang; sebenarnya Zack memiliki hati yang lugu dan kadang seperti anak kecil yang polos.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack selalu melindungi Cloud dan berusaha untuk membagi waktu agar bisa menemani Cloud meskipun Zack selalu dikelilingi orang-orang yang memujanya. Tapi Cloud tahu dalam hati Zack sebenarnya sangat kesepian. Walaupun di sekitar Zack selalu ramai; ada Tseng, Cissnei, Kunsel, dan lainnya; yang diharapkan Zack hanyalah Angeal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Hari itu hujan deras. Cloud memandang keluar jendela. Dua hari yang lalu dia melihat Zack dan Kunsel pergi meninggalkan kompleks bangunan ShinRa, tapi kemarin dilihatnya dari jendela bahwa Kunsel sudah kembali seorang diri tanpa Zack.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Sudah dua hari Cloud tidak melihat Zack. Sudah dua hari di kantin Cloud kembali duduk sendiri dan makan sendiri tanpa ada yang setidaknya berusaha menghampirinya atau tersenyum padanya dari meja seberang.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Dia ingin sekali bertanya pada Kunsel atau SOLDIER lain, tapi dia merasa takut melakukan itu. Statusnya tidak tinggi, dan apa hak-nya bertanya-tanya tentang seorang SOLDIER Kelas Pertama yang memang selalu sibuk ?! Dia juga tidak ingin menimbulkan kesan bahwa dia terlalu dekat dengan Zack, dia kuatir itu bisa merusak reputasi mereka berdua.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Dia berusaha menelepon Handphone Zack dengan diam-diam di kantin, tapi tidak ada jawaban. Handphone Zack mati. Cloud lalu mengiriminya sms; berharap Zack akan membacanya begitu menyalakan Handphone.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Mata biru Cloud lalu menangkap sosok Kunsel dan seorang SOLDIER lainnya sedang bercakap-cakap sambil membawa nampan mereka dan duduk di meja di sebelah meja Cloud.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Haruskah Cloud bertanya pada Kunsel dimana Zack ?&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Selama ini selalu Zack duluan yang menghampiri Cloud, yang mencari Cloud, yang menelepon Cloud. Tapi sekarang sudah dua hari tanpa kabar. Biasanya; semenjak mereka akrab; setidaknya tiap malam Zack selalu mengirimi Cloud sms berisi ucapan selamat malam atau berisi cerita tentang misi yang baru saja dilalui sang mentor. Sebetulnya Zack ingin mendengar Cloud bercerita tentang diri Cloud; tapi karena anak itu begitu tertutup Zack tidak mau memaksanya lagi, dan untuk tetap menjaga pembicaraan di antara keduanya terpaksa selama ini Zack yang bercerita banyak.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Cloud bisa mendengar percakapan Kunsel yang berada di meja sebelah. Tetapi Kunsel dan temannya itu tidak membicarakan Zack, mereka membicarakan tentang buruknya makanan disini dan bahwa mereka curiga makanan ini adalah sisa sampah dari labolatorium Prof. Hojo. Tentu saja, itu hanya gurauan. Kalau sampai kedengaran oleh sang General; Sephiroth; pasti mereka akan dijatuhi hukuman.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Keraguan Cloud untuk menghampiri meja Kunsel telah menundanya selama beberapa waktu. Kunsel telah menyelesaikan makan siangnya dan bangun bersama temannya itu lalu keluar kantin. Selama beberapa detik Cloud hanya mengawasi mereka berjalan melewati pintu kantin keluar, lalu mendadak dia memberanikan diri. Dia bangun, meninggalkan kursinya, dan berlari mengejar keduanya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Mr. Kunsel ! Sir !” Dia memanggil.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Kunsel berhenti dan menengok, “Ya, ada apa ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “A-aku ingin bertanya.” Cloud memaksakan diri bicara; “Dimana Mr. Fair ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Kunsel dan temannya saling pandang.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
“Kau tidak perlu tahu !” Teman Kunsel menjawab, tapi Kunsel yang sering melihat Cloud bersama Zack segera memberi isyarat agar temannya diam, lalu menjawab Cloud; “Kau teman Zack, kan ?! Zack berada di Midgar, sebaiknya kau mencarinya kesana. Kau mendapatkan izinku untuk pergi mencarinya !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Terima kasih !” Sahut Cloud cepat, membungkuk hormat, lalu berlari meninggalkan Kunsel dan temannya, menuju keluar. Dia tidak mau membuang waktu lagi. Tapi dia masih sempat mendengar Kunsel berbicara kepada temannya itu; “Kuharap anak itu bisa menghibur Zack……”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Midgar sangat luas. Entah dimana Zack berada. Awalnya Cloud mencarinya di stasiun-stasiun yang dibangun ShinRa, tapi sia-sia. Malam pun tiba, dan Cloud mulai capek. Dia sudah mencari Zack kemana-mana. Semua pos-pos ShinRa di Midgar sudah didatanginya, tidak ada yang melihat Zack. Kemudian tanpa harapan Cloud berjalan tanpa tujuan di bawah langit malam yang bertabur bintang. Langit musim panas. Handphone-nya dipegang terus ditangannya, sesekali dia berusaha menelepon Handphone Zack dengan sia-sia, dan setiap kali Handphone di tangannya itu berdering dia terlonjak dengan penuh harap. Tapi selalu saja dia kecewa, karena itu bukan Zack, melainkan hanya operator jaringan Handphone-nya yang menawari berita-berita tak penting. Cloud memang tidak punya banyak teman, jarang Handphone-nya berbunyi.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Malam semakin larut dan kedua kaki Cloud sudah sangat pegal serta capek. Dengan letih dia memutuskan untuk pulang. Rasa haus menyerangnya, menuntunnya untuk berbelok dan masuk ke sebuah bar kecil di pinggir jalan terdekat.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Bar itu sepi. Ketika Cloud masuk, dia berpapasan dengan dua orang pria dewasa yang kebetulan berjalan keluar sambil bercakap-cakap. Tanpa sengaja Cloud mendengarkan pembicaraan kedua pria dewasa itu.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “…..Anak itu SOLDIER.” Kata yang satu; “Kelas Pertama.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Dia menghabiskan empat botol minuman paling keras di Midgar……”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Cloud tersentak. Mungkinkah----? Dengan cepat dia berlari ke dalam bar sepi itu. Dia tidak perlu mencari lama-lama di dalam bar yang sepi itu, dia langsung melihat orang yang diinginkannya. Zack.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack duduk di sofa di sudut; menelungkupkan wajahnya ke atas kedua tangannya yang bertumpu pada lututnya. Di meja di depannya tampak empat botol kosong, dan ada botol kelima yang masih setengah penuh. &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Zack !!” Cloud berlari menghampirinya, tepat ketika Zack mengangkat mukanya dan meraih botol kelima itu; hendak meminumnya. Dengan cepat Cloud menahan tangan sahabatnya yang sudah mengarahkan botol ke mulut.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Zack ! Sadarlah !” Seru Cloud; “Apa yang terjadi ??”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack menyentakkan tangannya yang ditahan oleh Cloud, tapi Cloud segera merebut botol di tangan Zack itu dan meletakkan botol itu kembali di meja, lalu berusaha menahan kedua tangan Zack dengan kedua tangannya agar Zack tidak meraih botol itu lagi.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “S-sialan !” Di luar dugaan Cloud, Zack mendorongnya hingga sempat terjatuh ke lantai dan membentur meja. Benturan itu membuat meja terdorong ke depan beberapa senti, dan suara derit meja agaknya membuat Zack mulai sadar.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “C-Cloud ?” Dia menatap Cloud. Sepasang mata biru Zack yang biasanya jernih dan indah kini tampak agak memerah dan bengkak, cahayanya redup dan seperti diselubungi oleh air mata.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Zack, aku---” Cloud belum sempat bicara, tapi mendadak Zack memutus dan membentaknya; “Ngapain kau disini ?? Kau memata-mataiku, ya ?! Pergi !!!!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Ini adalah pertama kalinya Zack membentak Cloud. Pertama kalinya Zack berteriak pada Cloud.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Saking kagetnya Cloud tidak bisa berbicara selama beberapa detik. Dia seolah melihat orang lain dan bukan Zack. Bukan Zack yang selalu sabar serta periang. Orang yang membentaknya ini tampak sangat marah, tampak liar.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Pergi !!!” Teriak Zack lagi; “Tinggalkan aku !! Ngapain kau disini ??!”
 “Zack, a---”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Kau tidak dengar ?! Kau tuli ?!? Aku adalah mentormu dan kau tidak mau menuruti perintahku ?! PERGI !!!!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Sudah, cukup. Cloud tidak bisa menahan diri lagi. Dia tahu mata semua pengunjung lain di bar ini tertuju pada mereka berdua. Wajah Cloud memerah dan tanpa mengucapkan apa-apa lagi dia bangun dan berlari keluar, meninggalkan bar ini. Rasa sakit menusuk hatinya; sampai ke jiwanya. Rasanya dia ingin menumpahkan semua rasa sakit itu. Dia ingin memukul sesuatu, menebaskan pisaunya memotong sesuatu, atau bahkan juga menjerit. Dia berlari di jalanan, tidak perduli kemana kakinya membawanya. Zack telah mempermalukannya di depan umum, sekaligus juga telah mengecewakannya, telah melenyapkan segala kekaguman Cloud selama ini.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Hari sudah subuh. Dia terengah dan berhenti di sebuah gang buntu karena kakinya sudah tidak sanggup membawanya lebih jauh lagi. Entah sudah berapa lama dia berlari. Dia jatuh di atas kedua lututnya, masih terengah.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Kemudian disadarinya bahwa seseorang mengawasinya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Dia terkejut dan menengok ke belakang.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack. Zack berdiri di belakangnya, masih dalam keadaan kacau; mata bengkak dan muka pucat serta rambut berantakan; tapi tidak tampak liar seperti tadi. Sebaliknya, Zack tampak menyesal.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Mau apa kau ?” Cloud tidak bisa menahan diri untuk tidak balas membentak Zack; “Aku sudah menyingkir darimu dan sekarang kau yang mengejarku !!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack tidak menjawab. Sedetik kemudian Cloud melihat air mata menggenangi mata biru Zack yang indah. Air mata itu menetes tanpa suara membasahi wajah Zack, dan semua kemarahan serta rasa sakit hati yang tadi menusuk di hati Cloud mendadak hilang.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Z-Zack…..” Cloud berusaha bangun tapi kakinya terasa kaku.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack tidak mengatakan apa-apa, tetapi melangkah mendekati Cloud dan menekuk lutut di depannya, lalu memeluknya. Tubuh Zack gemetar dan Cloud menyadari bahwa mentornya itu menangis.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Untuk pertama kalinya Cloud melihat Zack yang selama ini tabah dan periang kini menangis.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Zack…..” Cloud membalas pelukan Zack; “Angeal lagi, kan…?” Dia tidak perlu menebak lama untuk mengetahui siapa yang telah melukai Zack. Dia tahu bahwa Zack tidak akan menceritakan detailnya mengenai apa yang telah dilakukan Angeal sehingga membuat Zack menangis begini, tapi Cloud juga tidak ingin mendengar itu. Dia tidak perlu tahu apa yang telah terjadi. Dia hanya tahu bahwa dia harus menghibur Zack.
 Zack tidak mengucapkan sepatah kata pun; agaknya berusaha kuat agar tangisnya tidak bersuara.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Cloud membiarkan Zack menenangkan diri. Dia memaksa mentornya itu berada dalam pelukannya, dan membelai punggung Zack. &lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Setelah beberapa saat, agaknya Zack mulai tenang. Dia menyentakkan kepalanya yang ditahan oleh Cloud di dada Cloud, lalu berkata; “Cloud.. maafkan aku--- tadi aku membentakmu di bar---”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Tak usah kau pikirkan.” Sahut Cloud dengan nada yang diusahakannya agar terdengar menghibur. Cloud tidak pandai menghibur orang.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku mengusirmu--- karena---” Zack meneruskan; “Aku tidak mau kau--- melihatku menangis, Cloud…!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Cloud terdiam sejenak, tetapi kemudian dia sadar bahwa sekarang dia harus terus bicara. Dia tidak boleh membiarkan Zack mengira bahwa dia takkan menjawab; seperti yang selama ini terjadi. Dia harus menjawab dengan cepat. Dia harus menunjukkan pada Zack bahwa dia perduli. Bahwa dia mendengarkan. Bahwa dia menyukai Zack.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Kenapa ?” Dia berusaha berbicara, berusaha mengatakan apa yang ada di hatinya secara spontan; “Kau takut aku menganggapmu lemah dan cengeng ? Ataukah kau menganggapku anak kecil yang tidak pantas berbagi derita denganmu ?” Meskipun berkata begitu, kesadaran merayapi batin Cloud. Benar, selama ini dirinya telah bersikap seperti anak kecil di luar kesadarannya. Dia selalu membiarkan Zack melindunginya, menjaganya, menyapanya duluan. Tanpa sengaja sebenarnya selama ini dia telah membiarkan Zack mendapat kesan bahwa Cloud adalah orang yang lemah.
 Zack tidak menjawab.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Maafkan aku, Zack.” Cloud berusaha terus menyampaikan isi hatinya; “Selama ini aku menyusahkanmu. Aku membiarkanmu berusaha sendiri untuk mendekatkan kita. Aku membiarkanmu menjagaku, melindungiku. A-aku juga ingin---aku ingin bisa melindungimu, Zack…. Walaupun a-aku bukan Angeal……”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack menggeleng; “Tidak. Aku tidak ingin kau melindungiku. Aku ingin kau menganggapku kuat--- seperti aku menganggap Angeal. Aku ingin selalu bisa melindungimu seperti A-Angeal----”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Zack !” Cloud memutus; “Aku tahu kau memang lebih tua dariku dan kau memang mentorku ! Tapi aku juga ingin bisa melindungi orang yang aku sayangi, orang yang paling berarti untukku. Dan orang itu adalah kau, Zack. Sadarlah, kau bukan Angeal dan aku bukan dirimu di masa lalu !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Perkataan Cloud membuat Zack terdiam lagi.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Zack !” Cloud meneruskan; “Kalau kau terus memikirkan masa lalu dan terus merindukan Angeal, kapan kau akan merasa bahagia ?! Kau akan terus merasa kesepian dan sendirian di Planet ini, padahal sebenarnya kau TIDAK sendirian ! Kau memiliki banyak orang di sekitarmu ! Kau memiliki aku, Cissnei, Tseng !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Air mata membasahi wajah Zack tanpa suara.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku menghormatimu dan menyukaimu.” Lanjut Cloud; “Dan bahkan di antara hubungan kakak-adik pun, tidak selamanya sang kakak harus selalu menjadi yang terkuat dan tersempurna bagi adiknya. Ada kalanya dimana seorang kakak merasa letih dan adiknyalah yang akan memanggulnya pulang…..”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Sekali lagi Zack terdiam, tetapi kemudian dia tertawa haru dan mengusap air matanya. “Cloud, Cloud…..,” Ucapnya; “Kau tahu ?! Ini pertama kalinya kau bicara begitu banyak…..”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Sekarang ganti Cloud yang terdiam.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Nah, Cloud.” Senyum kembali muncul di wajah Zack dan sorot matanya kembali berbinar ceria meskipun masih tampak kelelahan menggelayuti; “Karena kau sudah bilang, mari kita pulang sekarang.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Ya.” Cloud tersenyum dan mencoba untuk bangun, tapi kedua kakinya masih terasa kaku.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Kau tidak bisa bangun kan ?!” Kata Zack; “Kau berlari tanpa henti sewaktu aku mengusirmu dari bar. Aku mengikutimu di belakang dan kau tidak sadar.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Apa kau sendiri bisa bangun ?” Balas Cloud menyadari bahwa mentornya juga masih bertumpu pada lutut seperti dirinya sendiri; “Kau juga bodoh. Aku bisa membayangkan kau berlari-lari berusaha mengejar Angeal tanpa henti sampai kakimu sakit.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Bagaimana kau bisa tahu ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Tentu saja aku tahu, karena aku adalah orang yang paling dekat denganmu.”
 “Orang yang paling dekat denganku ?!” Ulang Zack. Dan dia pun mulai sadar bahwa sudah cukup lama ini orang yang paling dekat dengannya bukan lagi Angeal. Angeal telah pergi.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Sesaat keduanya hening lagi. Cloud memaksa dirinya bicara; “A---” tetapi bersamaan itu Zack juga bicara, kemudian keduanya diam dan tertawa.
“Kau dulu.” Zack berkata.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku mau bilang.. bagaimana kalau kita saling memapah untuk pulang ?” Kata Cloud.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Well, itu juga yang ada di pikiranku !” Balas Zack.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Sungguh ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Yeah. Kau bisa membaca pikiranku, Cloud !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Maka keduanya terpaksa saling bertumpu dan saling membantu untuk bisa bangun. Cloud berusaha sekuatnya agar bisa menjadi tempat Zack bertumpu, walaupun sebenarnya kakinya sudah betul-betul kram. Dia berusaha tidak menampakkan rasa sakit dan berusaha memapah Zack lebih banyak daripada Zack memapahnya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Perlahan-lahan keduanya menyusuri jalan, saling memapah, menuju bangunan ShinRa. Zack kemudian menyadari bahwa sambil jalan Cloud terus memandanginya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Ada yang aneh dengan wajahku ?” Tanyanya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Matamu bengkak.” Jawab Cloud; “Dan wajahmu pucat.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Matamu juga bengkak. Dan wajahmu juga pucat.” Balas Zack, mengamati wajah sahabatnya itu; “Kau tampaknya tidak tidur semalaman.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku tidak bisa tidur semalam.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Kenapa ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Entahlah. Terlalu sunyi.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Kau takut sendirian, Cloud ?” Zack tersenyum; “Tapi kau tidak sendirian. Kita akan selalu bersama. Bukankah kita sudah pernah berjanji untuk itu ?!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku takut kau akan pergi lagi.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku tidak akan meninggalkanmu.” Balas Zack; “Aku akan selalu berjuang bersamamu di sisimu.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Suasana hening sejenak.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Dan,” Lanjut Zack dengan ragu-ragu; “Maukah kau membantuku sedikit ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Apa ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Membangunkanku tiap pagi !” Zack tergelak; “Aku selalu dimarahi oleh mantan mentorku karena aku selalu datang kesiangan !”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Karena kau memang pemalas dan seenaknya.” Cloud menggodanya.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Ha ha ha, Cloud.” Zack masih tergelak; “Ini pertama kalinya kudengar kau bisa bercanda. Nah, mulai sekarang, aku akan membantumu mengusir rasa takutmu dan kau juga akan membantuku, setuju ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Oke.” Cloud tidak bisa menahan senyum; “Dan maukah kau duduk bersamaku di kantin ? Demi kebaikanmu juga.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Kebaikanku ?!”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Ya, sebab aku tahu selama ini kau tidak suka makan sayuran. Kau hanya suka makan yang enak-enak saja. Mulai sekarang secara diam-diam aku akan mengisi piringmu dengan sayuran dan aku akan membuatmu makan sayuran.”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Dan, kau tahu; aku akan mengisi piringmu juga agar lebih penuh. Kau pikir aku tidak pernah memperhatikanmu selama ini ?! Kau selalu makan sangat sedikit, dan kau selalu tidak memilih menu yang enak karena kau tidak mau orang lain kehabisan……”
 Cloud terdiam.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Nah, Cloud, kalau begitu… mulai sekarang kita akan selalu bersama, ya ?!” Zack berkata lagi, memecahkan keheningan yang nyaris kembali timbul.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 “Ya !” Jawab Cloud, mengulurkan jari kelingking kanannya sambil tangan kirinya tetap merangkul Zack; “Tapi kau harus lebih terbuka lagi padaku, kau harus menceritakan juga tentang kesedihanmu dan kegagalanmu; bukan hanya kebahagiaanmu dan keberhasilanmu. Kau tidak boleh lagi berjalan di depanku dan melindungiku, tapi berjalanlah di sebelahku dan biarkan kita saling melindungi; supaya aku juga bisa jadi kuat….! Dan kita akan menjaga Planet ini bersama-sama !….Janji ?”&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
 Zack tidak bisa bicara lagi, dia hanya bisa mengangguk dan mengaitkan jari kelingking kanan Cloud dengan jari kelingking kanannya sendiri.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;


The End&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note: I REFUSE to admit that Zack is just ONE YEAR older than Cloud. He seems much more mature like older about 2-3 years.&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-1367021268457757297?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/1367021268457757297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/04/shoulder-to-cry-on-cloud-anak-berambut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/1367021268457757297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/1367021268457757297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/04/shoulder-to-cry-on-cloud-anak-berambut.html' title='A Shoulder To Cry On'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-4055048304141126807</id><published>2009-04-30T17:20:00.001-07:00</published><updated>2009-05-01T09:59:29.144-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Genesis-Angeal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FF VII fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Final Fantasy fanfic'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crisis core fanfic'/><title type='text'>Happy Birthday Genesis</title><content type='html'>&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Happy Birthday, Genesis&lt;/span&gt;&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
&lt;br&gt;
&lt;/br&gt;

Setting : Somewhere in the past&lt;P&gt; &lt;/p&gt;&lt;P&gt; &lt;/p&gt;&lt;P&gt; &lt;/p&gt;&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
&lt;br&gt;
&lt;/br&gt;


Genesis bersandar pada dinding, menatap sekeliling ruangan. Tampak semua undangan menikmati pesta ini; kecuali dirinya sendiri. Padahal ini adalah pesta ulang tahunnya yang keenam belas. Semua tamu itu diundang oleh orang tuanya yang sangat memanjakannya, meskipun itu diluar kemauan Genesis sendiri. Teman-teman orang tuanya, dan teman-teman Genesis di Banora Village ini hadir, kecuali……&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Sepasang mata biru Genesis melirik pada jam dinding di seberang. Pukul enam sore. Pesta ini sudah dimulai sejak tadi; sejak jam tiga siang, dan akan segera berakhir (setidaknya itulah harapan Genesis). Dia sudah capek dan beramah-tamah bukanlah hobi-nya. Dia lebih suka membaca Loveless atau menulis di buku hariannya. Hobi lain yang diam-diam disukainya adalah mengumpulkan artikel-artikel tentang si Anak Sempurna; Sephiroth dari ShinRa.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Dia sudah memotong kue ulang tahunnya sejak jam lima dengan harapan bahwa acara akan segera berakhir begitu kue ulang tahun dipotong. Tetapi ternyata para orang tua disini masih mau mengobrol dengan orang tua Genesis. Yah, ayah Genesis memang adalah Mayor di Banora Village. &lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Dia sudah tidak tahan lagi. Orang yang sangat diharapkannya tidak hadir disini. Dia tahu bahwa orang itu tidak mungkin; dan tidak pernah sekalipun; melewatkan kesempatan untuk menemuinya. Dia bergerak, menyelinap di antara orang-orang yang sedang bercakap-cakap sambil tertawa-tawa. Meskipun dia adalah yang berulang tahun disini, agaknya semua orang tidak terlalu memperhatikannya. &lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Kakak !” &lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Dia terkejut dan menengok. &lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Weiss.” Dia melihat adiknya menghampirinya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Kau mau kemana ?” Tanya sang adik. Sepasang matanya tidak lepas memandangi wajah sang kakak.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku mau keluar sebentar cari angin.” Jawab Genesis.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku tahu kau mau kemana.” Sang adik berkata lagi, nada suaranya tidak bisa dibilang ramah. Mereka bertiga memang tidak terlalu rukun tapi juga tidak bisa dibilang sering berantem. Genesis memiliki dua adik. Ketiga bersaudara ini bersifat mandiri dan masing-masing; tidak saling mencampuri urusan yang lain.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Terus kenapa kalau aku memang mau kesana ?!” Bentak sang kakak.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Ini adalah pesta ulang tahunmu dan kau hendak melarikan diri.” Sang adik angkat bahu; “Orang tua kita tercinta terlalu memanjakan Kakak. Tapi terserahlah, aku tidak mau mengganggu kesenanganmu.” &lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Bagus kalau kau tahu diri !” Sang kakak membentak sekali lagi, lalu kembali membalikkan tubuh dan meneruskan langkahnya keluar.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Di halaman dilihatnya pohon apelnya. Dia sangat menyayangi pohon itu dan dia sangat menyukai apel dari pohon itu; apel terlezat di dunia. Banyak anak seusianya maupun yang lebih muda atau lebih tua berusaha mencuri apel dari pohon itu; dan sering Genesis menghabiskan waktunya mengusir anak-anak kecil yang tidak bisa menahan diri untuk tidak mencoba mencuri apelnya, tetapi hanya ada satu anak di seluruh Banora Village ini yang tidak pernah mencoba mencuri apelnya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Yaitu Angeal Hewley.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Padahal Angeal dilahirkan di keluarga miskin, bertolak belakang dengan Genesis. Dan siapa pun tahu bahwa sewaktu kecil kadang Angeal suka mencuri apel dari rumah-rumah lainnya; kecuali rumah Genesis. Bahkan pernah Genesis menawari Angeal apel dari pohon apel di rumahnya ini, tetapi Angeal menolak.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Angeal dan Genesis sangat akrab sejak kecil. Entah apa yang membuat mereka berdua dekat, padahal mereka berdua sangat bertolak belakang. Angeal memiliki bola mata hitam dan rambut hitam, kulit coklat, dan tubuh tinggi besar. Genesis memiliki bola mata biru, rambut merah, kulit putih, dan meskipun dia laki-laki dia adalah anak yang cantik. Keduanya seumur, tapi Genesis lebih tua sekitar satu (atau beberapa) bulan.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Dan hari ini Angeal tidak datang ke pesta ulang tahun Genesis. Tentu saja si rambut merah ini bingung dan kuatir. Dia memang tidak menelepon sahabatnya kemarin karena mengira bahwa Angeal sudah hafal dengan tanggal ulang tahunnya dan akan datang sendiri. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sudah sebulan ini dia jarang melihat Angeal. Agaknya Angeal sedang sangat sibuk. Angeal tidak lagi meneleponnya, tidak lagi datang menjemputnya ke rumah untuk mengajaknya bermain di bukit-bukit dan padang di belakang desa, dan setiap kali mereka bertemu dalam sebulan ini Angeal selalu tampak letih serta capek. Kalau Genesis meneleponnya atau mengiriminya sms pun Angeal hanya menjawab atau membalas seadanya dan terdengar letih.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Apakah Angeal sudah menemukan orang lain yang lebih berarti baginya daripada Genesis ? Kecemburuan pun menguasai Genesis.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
Biasanya Angeal tidak begini. Satu hal yang sangat disukai Genesis dari Angeal selama ini adalah bahwa dia bisa percaya Angeal tidak akan pernah meninggalkannya. Angeal pernah menjanjikan itu waktu mereka berdua masih kanak-kanak; bahwa mereka berdua akan selalu bersama, bahwa Angeal akan menjaganya, dan bahwa tidak ada rahasia apa pun di antara mereka.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
Bagaimana jika mendadak Angeal menemukan orang lain ?! Tidak, tidak ! Angeal adalah miliknya ! Angeal tidak mungkin bisa meninggalkannya ! Genesis sadar sekali akan pesona dirinya sendiri, dan dia meyakinkan diri bahwa Angeal tidak mungkin bisa melepaskan diri dari pesonanya ini.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Genesis tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dia harus ke rumah Angeal sekarang juga dan memaksa sahabatnya menceritakan apa yang mengganggu pikiran sahabatnya itu selama sebulan ini.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Dia menatap gubuk tempat tinggal Angeal. Sahabatnya itu tidak memiliki ayah. Ayah mereka kabarnya meninggalkan Angeal dan ibunya sewaktu Angeal masih kecil karena urusan pekerjaan. Ibu Angeal; Gillian; seorang diri mengasuh putranya.
 Dia mengetuk pintu gubuk.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Tak lama kemudian pintu terbuka dan seorang wanita setengah baya muncul. Wanita itu adalah Gillian; ibu Angeal. Wanita itu tampak kurang sehat.
“Oh, Genesis.” Gillian menyapa; “Masuklah. Ayo masuk.” Wanita itu menyilakannya masuk dengan hangat. Genesis masuk. Dia selalu suka berada disini. Gillian sangat ramah padanya dan memperlakukannya seperti anak sendiri. Bahkan Genesis pernah mendengar bahwa sejak kecil Gillian selalu berpesan kepada Angeal agar Angeal menjaga Genesis dan menghormati Genesis seperti seorang kakak.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Dan meskipun sangat miskin; Gillian selalu berusaha menjamu Genesis setiap kali Genesis datang ke pondok ini. Seperti sekarang, sang nyonya tua berusaha mencari-cari di lemari dapurnya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Tidak usah repot-repot.” Putus Genesis; “Aku tidak lapar dan tidak haus. Oh ya, dimana Angeal ?”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Gillian berhenti mencari-cari dan terdiam sesaat. “Angeal belum pulang.” Ucapnya pelan.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Belum pulang ?!” Ulang Genesis. Salah satu kelemahan Genesis adalah sifat emosionalnya. Anak berambut merah ini sulit mengendalikan emosi.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Maaf, Genesis.” Gillian menatapnya; “Angeal belum pulang. Aku ingat.. hari ini hari ulang tahunmu, ya ?! Aku harus memberimu sesuatu…..” Dan si nyonya tua sesaat tampak kikuk, menatap ke sekitarnya; berusaha mencari-cari sesuatu yang layak diberikan.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Tidak usah !” Putus Genesis dengan cepat; “Aku hanya ingin Angeal !”
 Gillian tampak merasa bersalah.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Kemana Angeal sebenarnya ?” Tanya Genesis pula sambil berusaha mengabaikan rasa bersalah di wajah si nyonya tua di hadapannya ini.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “D-dia……” Gillian tampak ragu.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Genesis menunggu.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Dia……” Sekali lagi sang nyonya ragu, bahkan tampak gundah; “Genesis, maafkan aku. Angeal memintaku agar jangan memberitahumu.”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Apa ?!” Genesis tersentak; “Angeal memintamu jangan memberitahuku ?!” &lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Agaknya nada suara Genesis meninggi sebab Gillian tampak semakin merasa bersalah dan membungkuk pada si anak Mayor.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Angeal menyembunyikan sesuatu dariku ?!” Genesis masih bicara; “Kenapa ? Kemana dia ? Katakan padaku !”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Gillian menggeleng. Di satu sisi, nyonya tua ini tidak ingin membuat Genesis marah. Dia menyukai anak itu. Tapi di sisi lain, dia telah berjanji kepada putra kandungnya sendiri untuk tidak memberitahukan ini kepada Genesis karena putra kandungnya itu merencanakan----&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Ibu, aku pulang !” Sebelum Gillian sempat berpikir lebih jauh, terdengar seruan riang, dan seorang anak laki-laki bertubuh tinggi besar melangkah masuk, lalu terkejut melihat ada tamu disini; “Genesis ?”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Angeal !” Genesis bertolak pinggang. Kemarahan tercermin di bola mata birunya; “Darimana kau ?”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Sejenak Angeal diam, matanya menatap ibunya yang memberi isyarat dengan mengangguk.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “A-aku……” Angeal menjawab dengan aneh. Tangannya bergerak mengusap rambutnya sendiri dengan kikuk.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Sebaiknya aku istirahat dulu.” Ucap Gillian; “Maafkan aku, Genesis.” Nyonya tua itu membungkuk sekali lagi, lalu meninggalkan ruangan ini; masuk ke kamar, memberi kesempatan kepada putranya untuk bicara berdua dengan si anak Mayor.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Nah ?” Genesis tidak sedikit pun mengalihkan pandangan matanya dari wajah sahabatnya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Angeal masih tampak kikuk, tapi kemudian agaknya dia berusaha menenangkan diri dan tersenyum pada sahabatnya itu lalu berkata; “Genesis, hari ini hari ulang tahunmu ! Aku--- ”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku mau tahu kau habis darimana !” Putus Genesis membentak; “Jangan mengalihkan pembicaraan, Angeal !”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Angeal agak salah tingkah. “Baik, baiklah.” Dia berusaha membujuk sahabatnya; “Aku akan memberitahumu, tapi izinkan aku ganti baju dulu, lalu bagaimana kalau kita pergi ke kota sambil merayakan ulang tahun---”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku mau dengar kau habis darimana, sekarang juga !!” Lagi-lagi Genesis membentaknya. Angeal merasa melihat kilatan seperti percikan api di mata biru Genesis; menandakan bahwa kesabaran si rambut merah itu sudah habis.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Angeal tahu tidak ada gunanya mengelak lagi.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
“Baiklah.” Dia menunduk; “Tapi bisakah jangan disini ?” Dia memelankan suaranya dan meneruskan; “Nanti ibuku dengar apa yang ingin kusampaikan padamu.”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Genesis memutar bola mata dengan tak sabar. Dia membuka mulutnya hendak membentak sahabatnya lagi sekaligus menolak saran itu, tapi Angeal dengan cepat memohon; “Please ? Tolonglah.”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Ya sudah !” Genesis menghela nafas kesal; “Kau mau bicara dimana ?”
 “Bagaimana kalau kita sambil jalan ke bukit di belakang desa ?” Angeal mengusulkan.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Terserah !” Genesis mendahului sahabatnya keluar dengan marah. Angeal mengikuti di belakangnya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Mereka berdua berjalan di bawah langit malam yang bertabur bintang. Sepanjang jalan agaknya Genesis terlalu kesal untuk bicara. Dia berjalan di depan dengan langkah cepat dan tidak menengok sedikit pun. Angeal mengikuti di belakangnya, menatap punggung sahabatnya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Di padang rumput tempat mereka biasa bermain, Genesis berhenti dan membalikkan tubuh untuk menatap sahabatnya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
“Apa lagi alasanmu sekarang ?” Dia langsung mencecar; “Disini sudah cukup sepi, puas..?! Ibumu takkan bisa mendengar kita dari sini, bahkan jika kau berteriak sekalipun, dan aku sudah tidak tahan lagi dengan tingkahmu yang membuat-buat misteri untukku ! Aku benci misteri, dan aku benci menjadi orang yang tidak tahu apa-apa, dan----”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Ucapan Genesis terputus sebab Angeal sudah melangkah mendekatinya sampai posisi mereka cukup dekat bagi Angeal untuk mengulurkan tangan kanannya menutup mulut Genesis dengan telapak tangan, tentu saja secara lembut. Kemarahan langsung tampak semakin menyala di mata si rambut merah, dan nyaris dia menarik tangan Angeal lalu menonjok sahabatnya itu saking marahnya, tapi sebelum dia sempat melakukannya Angeal sudah mencium dahinya dan berbisik; “Selamat ulang tahun, Genesis.”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Ciuman itu tidak disangka-sangka dan karena diberikan dengan sangat tulus dapat memadamkan kemarahan Genesis. Selama beberapa detik dia membiarkan dirinya dipeluk oleh sahabatnya itu. Angeal memeluknya erat dan mencium dahinya sekali lagi. Kemudian akhirnya Genesis melepaskan diri dan mundur beberapa langkah.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Jangan membodohiku.” Dia berkata, tapi sudah tidak marah lagi; “Sebenarnya apa yang terjadi, Angeal ?”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Angeal tersenyum; “Salah satu kelemahanmu adalah tidak sabaran.” Dia menggoda, lalu meneruskan dengan serius begitu melihat ekspresi sahabatnya berubah; “Oke….. A-aku… aku kerja part-time……”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Apa ?!?”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku mencari kerja sambilan di Midgar.” Lanjut Angeal dengan jengah. Mukanya memerah dan dengan kikuk dia mengalihkan pandangannya dari wajah sahabatnya; “Sudah sebulan ini. Hanya kerja kasar, kok……”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Dan kenapa kau merahasiakan itu dariku ?” Balas Genesis.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Se-sebab….” Muka Angeal semakin merah; “Sebab aku melakukannya untukmu..! Aku mulai kerja sekitar awal bulan ini, karena a-aku ingin mengumpulkan uang untuk me-mengajakmu makan malam di salah satu tempat mewah di Midgar di malam ulang tahunmu……”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Genesis terdiam.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku memberitahu ibuku bahwa aku kerja sambilan untuk mencari uang guna mengajakmu makan di tempat yang layak.” Lanjut Angeal; “S-sebenarnya aku merencanakan membeli buket bunga untukmu, dan.. dan.. aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting……”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Genesis menatap sahabatnya. Angeal masih menunduk dan meneruskan; “Tapi.. tapi rencanaku gagal, Genesis. Aku pulang terlambat hari ini sebab di jalan aku melihat seorang anak kecil yang sedang dipukuli penyamun dan aku menolong anak itu dulu…. Maafkan aku, Genesis, aku tidak bermaksud mengacaukan segalanya. Aku tidak bermaksud membuatmu marah. Aku tidak bermaksud merusak kegembiraanmu. Aku tidak bermaksud membuatmu menungguku… bahkan kau sampai datang sendiri ke rumahku…… Maaf.”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Tidak ada jawaban.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Dengan susah payah Angeal mengangkat wajahnya lagi untuk memandang sahabatnya yang terus menatapnya dalam diam seribu bahasa.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Genesis..?” Bisik Angeal.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Selama beberapa detik Angeal yakin dirinya melihat ada genangan air mata di sepasang mata biru Genesis; membuat sepasang mata itu tampak berkaca-kaca dan indah. Tapi hal yang paling tidak diinginkan Angeal adalah membiarkan air mata tumpah dari sepasang mata biru yang sudah sangat dikenalnya itu. Dia tidak pernah ingin melihat sahabatnya tersayang menangis. Tanpa tertahankan dia mendekati sahabatnya itu lagi dan memeluknya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Genesis membiarkan Angeal memeluknya selama sesaat, lalu kemudian dia tertawa; memecah keheningan. Dia mendorong bahu Angeal dan mundur lagi beberapa langkah untuk melepaskan dirinya dari pelukan Angeal.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Dasar bodoh !” Tawa Genesis; “Kau memang bodoh !” Tapi tawa itu bukan tawa mengejek, bukan tawa menghina. Tawa itu penuh dengan rasa haru, geli, campur iba.
 “Huh ?!” Angeal menggaruk kepalanya yang tidak gatal; “Kau berani bilang aku bodoh, eh ?!” Angeal tahu Genesis hanya menggodanya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Genesis menghabiskan tawanya, lalu kali ini giliran dia yang melangkah mendekati sahabatnya. Tangannya terulur membelai pipi Angeal. “Kau memang orang paling bodoh di dunia ini, Angeal.” Bisiknya dengan nada sayang; “Tapi aku tetap menyukaimu. Kau pikir dengan mengajakku makan malam di tempat mewah bisa menyenangkanku ?! Kau tahu sekali apa yang sebenarnya kuinginkan, Angeal !”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Angeal menatap wajah sahabatnya. Sepasang bola mata biru Genesis membalas tatapannya dengan penuh arti.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
Ada dua hal yang paling diinginkan Genesis di dunia ini, dan Angeal tahu itu. Dua hal itu adalah Sephiroth, dan Angeal sendiri.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “T-tapi sebenarnya yang ingin kuberikan padamu di malam ultahmu bukan hanya membawamu makan di tempat mewah.” Bisik Angeal, tangannya menggenggam tangan Genesis yang sedang membelai pipinya; “Sebenarnya.. ada hal yang ingin sekali kukatakan padamu… aku berharap bisa mengatakannya bersama seikat bunga, tapi……”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku tidak perlu bunga.” Jawab Genesis; “Katakan saja apa yang mau kau katakan.”&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Lagi-lagi muka Angeal memerah. Dia tampak kikuk dan gelisah lagi, tapi kemudian dia memantapkan hatinya. Sudah lama dia merasakan ini, dan dia harus mengatakannya sekarang. Dan sudah lama juga diam-diam dia sadar bahwa Genesis merasakan hal yang sama, walaupun agaknya Genesis menunggu Angeal yang memulai duluan. Dan Angeal tidak ingin membiarkan Genesis menunggu lebih lama lagi.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Perlahan dia memberanikan diri mengulurkan tangannya ke dagu sahabatnya dan mengangkat dagu sahabatnya agar wajah itu menengadah menatapnya. Selama ini Angeal selalu bersikap sangat sopan. Meskipun Genesis sering menyentuh pipi Angeal dan membelai wajah Angeal, tidak sekali pun Angeal berani membelai wajah Genesis walaupun sebenarnya Angeal sangat ingin melakukannya.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Dua pasang mata bertemu dalam diam.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Sudah lama Genesis tahu perasaan Angeal. Sudah lama Genesis juga menyimpan rasa yang sama terhadap Angeal. Tapi Genesis pun sadar bahwa Angeal butuh waktu, dan selama ini dia bersabar memberi waktu bagi Angeal. Jantung Genesis berdebar keras; Akankah kali ini Angeal mundur lagi seperti biasa ? Akankah kali ini pikiran Angeal kembali lari pada “harga diri”, “norma-norma”, dan rendah diri akan “perbedaan status” yang selama ini mengurung Angeal dari keinginannya? Ataukah kali ini sahabatnya itu sudah cukup berani ? Genesis berharap kali ini mimpinya bisa menjadi kenyataan.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Keheningan mencekam mereka berdua. Dua pasang mata bertemu, penuh arti. Yang satu diam menunggu, sedangkan satunya……&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Selama ini Angeal selalu berusaha bersikap sopan. Meskipun Genesis jelas-jelas sudah membuka diri, Angeal tetap bersikap sebagaimana layaknya sahabat atau adik. Harga dirinya membuatnya merasa tidak mungkin dia bisa menyukai seorang pria; secantik apa pun. Tapi dalam hati kecilnya Angeal pun menyadari bahwa sebenarnya yang mencegahnya untuk menyukai Genesis bukanlah “harga diri”, tapi malah “rendah diri” akan perbedaan status sosial mereka.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 Sekarang ini, Angeal merasa dia harus memberanikan diri. Jika tidak, mungkin Genesis akan keburu lelah menanti. Persetan dengan segala norma-norma masyarakat ! Persetan dengan jenjang status di antara mereka berdua !&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
 “Aku… menyukaimu.” Angeal berbisik. Pelan, tapi tegas. Akhirnya…..! Senyum menghiasi wajah Genesis. &lt;P&gt; &lt;/p&gt;
Dan bersamaan itu Angeal mendekatkan wajahnya ke wajah Genesis dan mengecup bibir sahabatnya…… Tangannya membelai rambut merah sahabatnya itu dan dia merasakan bibir yang diciumnya memberi respon balasan yang penuh semangat.&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
Sekarang dia akan bisa meraba wajah itu, membelai rambut merah itu, mencium mata yang selama ini dijaganya agar jangan menangis, dan bahkan lebih dari itu…….&lt;P&gt; &lt;/p&gt;
&lt;P&gt; &lt;/p&gt;&lt;P&gt; &lt;/p&gt;

The End&lt;P&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-4055048304141126807?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/4055048304141126807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/04/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/4055048304141126807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/4055048304141126807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/04/1.html' title='Happy Birthday Genesis'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6696642458811517682.post-66206921000025039</id><published>2009-04-28T22:36:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T01:16:01.751-07:00</updated><title type='text'>One Winged Angels #1</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;ONE WINGED ANGELS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Crisis Core - fanfic&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Warning&lt;/strong&gt; : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;If you're not a big fan of "One Winged Angels"&lt;/span&gt; (yes, I know a single one refers to Sephiroth, but I call them three like that), &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;you don't have to read this fanfic.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;If you're not a big fan of Sephiroth-Genesis-Angeal relationship, you don't have to read this fanfic&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fanfic ini hanya meng-expos One Winged Angels; Sephiroth-Genesis-Angeal relationship.&lt;/span&gt; *ditimpuk batu ama pembaca*&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karakter-nya semua jadi OOC, Setting-nya semau gue, sama sekali ngga mirip cerita Crisis Core yang asli. Pokoknya super gaje, dan kemungkinan akan ada Charas OC.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;But for them who love One Winged Angels or relationship between S-G-A; this fanfic will be another hit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Authoress : Aku melihat One Winged Angels jadi agak mirip dengan cerita kuno Semi Gods and Semi Devils (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yg Brigitte Lin itu lho&lt;/span&gt;); bahkan jadi agak2 mirip Charmed. -.-&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tp terutama Semi Gods &amp;amp; Semi Devils. Bahkan S &amp;amp; G jadi rada-rada mirip cerita "pengantin demos"....&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fanfic Rating : M, 100% Yaoi, UNTUK DEWASA!!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Genre : Angst-Romance&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disclaimer : One winged angels belong to Squeenix; also Cloud, Zack, Lazard, and all other charas from Final Fantasy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Once again (repeat Warning) : ALL CHARAS BECOME OOC, SETTING SEMAU GUE DAN BERBEDA DARI ALUR ASLI. *Ditimpukin batu ama pembaca*&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;



&lt;/p&gt;&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;

&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://onewingedangels-aerith.blogspot.com/2009/05/normal-0-false-false-false.html"&gt;click here to GO TO CHAPTER 1&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;


&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*&lt;/p&gt;








&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;

&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6696642458811517682-66206921000025039?l=shivln-fanfic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/feeds/66206921000025039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/one-winged-angels-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/66206921000025039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6696642458811517682/posts/default/66206921000025039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://shivln-fanfic.blogspot.com/2009/05/one-winged-angels-1.html' title='One Winged Angels #1'/><author><name>Aerith</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17617489862315587693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://1.bp.blogspot.com/_sSJZ6-mYzjc/SfvONO7HbHI/AAAAAAAAAHQ/PAlZNu-74Ak/S220/anime-girl_.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
